Komunitas Motor Jadi Jembatan Persatuan di Tengah Polarisasi

Lia N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
Komunitas Motor Jadi Jembatan Persatuan di Tengah Polarisasi

Gambar atau konten salah?

Bambang Soesatyo, Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), menegaskan bahwa komunitas otomotif memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa. Ia mengingatkan bahwa di tengah polarisasi sosial, ketimpangan ekonomi, dan sekat identitas yang semakin kuat, komunitas ini menjadi ruang persaudaraan yang melampaui perbedaan.

"Komunitas otomotif sekarang sudah berkembang menjadi kekuatan sosial. Di dalamnya ada semangat brotherhood, gotong royong, dan rasa kebersamaan yang bisa menjadi perekat persatuan bangsa," ujar Bamsoet, dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).

Ia menambahkan bahwa touring tidak lagi sekadar konvoi. "Touring jangan lagi dimaknai sekadar konvoi. Touring harus menjadi gerakan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Ketua DPR RI ke-20 tersebut.

Dalam konteks bencana, Bamsoet menekankan bahwa aksi sosial memberi makna kebangsaan. "Ketika komunitas otomotif turun membantu korban bencana, donor darah, membangun solidaritas lintas daerah, di situlah semangat kebangsaan tumbuh secara nyata," sambungnya.

Ia menegaskan kebutuhan ruang persaudaraan yang melampaui perbedaan. "Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang persaudaraan yang mampu melampaui perbedaan politik, agama, dan status sosial. Komunitas otomotif bisa mengambil peran itu," kata Ketua Dewan Kehormatan MBI itu.

Menutup pidatonya, Bamsoet mengajak para bikers menjadi contoh solidaritas. "Ketika para bikers mampu menjadi teladan dalam solidaritas sosial, mereka sedang ikut menjaga persatuan Indonesia," pungkasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bagi komunitas otomotif sekarang adalah menjaga keseimbangan antara identitas komunitas dan tanggung jawab sosial. Semangat brotherhood tidak boleh berhenti di internal, melainkan perlu diperluas menjadi solidaritas sosial yang menyentuh masyarakat luas.

Data Asosiasi Automotif Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 60% anggota komunitas otomotif aktif terlibat dalam kegiatan sosial. Angka ini menegaskan bahwa komunitas ini telah melampaui sekadar hobi berkendara.

Touring menjadi platform bagi anggota dari berbagai suku, agama, dan daerah untuk membangun hubungan sosial yang setara. Mereka berpartisipasi dalam aktivitas bersama di jalan raya maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Selama tahun 2025, berbagai organisasi otomotif nasional menggelar banyak kegiatan touring kebangsaan, bakti sosial, donor darah, dan kolaborasi lintas daerah. Kegiatan ini menandai perayaan HUT ke-8 Motor Besar Indonesia pada 15 Mei 2026 di Jakarta.

Komunitas otomotif kini berfokus pada aksi kemanusiaan dan penguatan nilai kebangsaan. Contohnya, donor darah, bantuan sosial untuk masyarakat kecil, dan promosi budaya lokal dalam touring nasional.

Dengan demikian, komunitas otomotif berperan sebagai ruang persaudaraan yang dapat mengatasi perpecahan politik, agama, dan status sosial. Peran ini menambah lapisan solidaritas yang mendukung persatuan bangsa.

Komunitas otomotifSolidaritas sosialTouring kebangsaanDonor darahPersatuan bangsa

Komentar

Memuat komentar...