Kopi dan Teh Turunkan Risiko Demensia 18%
Gambar atau konten salah?
Kopi dan teh adalah dua minuman yang sangat populer di seluruh dunia. Belakangan ini, konsumsi kopi dikaitkan dengan potensi penurunan risiko demensia. Ini penjelasannya.
Teh dan kopi sering menjadi pilihan utama untuk minuman pagi hari. Kedua minuman ini mengandung kafein. Beberapa penelitian menyebut kafein bermanfaat bagi tubuh, sementara penelitian lain menyoroti potensi risiko jika dikonsumsi berlebihan.
Sebuah penelitian observasional baru-baru ini memberikan kabar baik bagi peminum kopi dan teh. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa minum 2-3 cangkir kopi sehari atau 1-2 cangkir teh setiap hari dapat menurunkan risiko demensia hingga sekitar 18%.
Demensia sendiri adalah kondisi penurunan fungsi otak yang memengaruhi kemampuan kognitif, seperti memori, cara berpikir, bahasa, dan perilaku. Kondisi ini disebabkan oleh penyakit otak, misalnya Alzheimer atau masalah pembuluh darah, bersifat terus memburuk, dan mengganggu kegiatan sehari-hari.
Temuan ini penting karena saat ini diperkirakan sekitar 55 juta orang di dunia menderita demensia. Penelitian ini menganalisis data dari lebih dari 131 ribu partisipan yang dikumpulkan sejak tahun 1980 hingga 2023 melalui dua studi besar: Nurses' Health Study dan Health Professionals Follow-up Study.
Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang minum 2-3 cangkir kopi per hari atau 1-2 cangkir teh per hari memiliki risiko demensia sekitar 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak minum sama sekali.
Manfaat minum kopi dan teh ini terlihat pada semua orang, termasuk mereka yang memiliki risiko genetik tinggi terhadap Alzheimer. Para peneliti mengamati partisipan yang membawa gen APOE4—gen yang diketahui meningkatkan kemungkinan terkena Alzheimer—tetap menunjukkan risiko demensia yang lebih rendah jika rutin minum kopi atau teh.
Temuan ini mengindikasikan bahwa kebiasaan hidup sehat masih memberi manfaat walau seseorang memiliki kondisi kesehatan atau faktor genetik tertentu. Selain itu, partisipan yang rutin minum teh dan kopi menunjukkan kemampuan kognitif yang sedikit lebih baik dalam berbagai tes.
Performa kognitif mereka bahkan setara dengan orang yang usianya sekitar tujuh bulan lebih muda dari usia mereka sebenarnya. Manfaat ini tampak lebih kuat pada partisipan yang usianya di bawah 75 tahun.
Walaupun penelitian menunjukkan hubungan antara minum kopi atau teh dan penurunan risiko demensia, para ilmuwan masih mempelajari cara kerja pastinya. Kedua minuman ini mengandung berbagai zat yang diduga menjaga kesehatan otak, seperti polifenol dan antioksidan.
Namun, para peneliti menduga kafein adalah komponen utama yang berperan. Kafein diperkirakan melindungi otak dengan cara mengurangi peradangan, menurunkan risiko diabetes, dan memengaruhi protein terkait penyakit Alzheimer.
Manfaat ini tampaknya tidak berlaku pada sumber kafein lain, seperti minuman ringan atau cokelat. Dalam penelitian tersebut, setelah dilakukan penyesuaian untuk berbagai sumber kafein, hanya konsumsi kopi atau teh yang menunjukkan kaitan dengan penurunan risiko demensia.
Meskipun hasil studi ini cukup kuat mengenai manfaat minum teh dan kopi, para ilmuwan menekankan bahwa penelitian ini masih bersifat observasional. Artinya, penelitian hanya mengamati hubungan antara kebiasaan minum dan risiko demensia, tanpa bisa memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Namun, temuan ini tetap memberikan sudut pandang positif bagi peminum kopi dan teh. Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, minuman tersebut dinilai tidak merugikan kesehatan otak. Para ahli tetap mengingatkan bahwa menjaga fungsi kognitif tidak cukup hanya bergantung pada minum teh dan kopi.
Aktivitas fisik rutin seperti olahraga ringan, pola makan yang seimbang, tidur yang cukup, dan menjaga interaksi sosial tetap menjadi faktor penting untuk mempertahankan fungsi otak seiring bertambahnya usia. Secangkir kopi atau teh hangat dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat harian.
Ringkasan:
Penelitian menunjukkan konsumsi rutin 2-3 cangkir kopi atau 1-2 cangkir teh sehari dapat menurunkan risiko demensia sekitar 18%. Manfaat ini terlihat bahkan pada individu dengan risiko genetik Alzheimer (gen APOE4). Kafein diduga menjadi komponen utama yang memberikan perlindungan otak, berbeda dengan sumber kafein lain. Meskipun demikian, studi ini bersifat observasional, dan menjaga kesehatan kognitif tetap memerlukan kombinasi gaya hidup sehat menyeluruh, termasuk olahraga dan pola makan seimbang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lalat Parasit Baru Menyerang Sapi di Texas, Dampak Ekonomi
Frisian Flag Indonesia Dorong Keluarga Minum Susu Sehari
Kejahatan Donor Sperma Ilegal Robert Albon Tertangkap
Singapura Jadi Blue Zone, Harapan Hidup 84 Tahun di Singapura
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Tendon Achilles Menjadi Penanda Kolesterol Tinggi Kesehatan
Berita Terbaru
Pilot Digitalisasi Bantuan Sosial Gianyar Pakai Parlinsos
Afni‑Syamsurizal: Tahun Pertama Menurunkan Utang Siak
Medan Gelar Gemes 27‑30 Juni 2026 Rp 2,5 Miliar APBD 2026
Pengumuman Hasil Seleksi SPMB Sumsel 2026/2027: Tanggal 6 Juni
Bulan Muharram: Larangan dan Amalan yang Harus Diikuti
Persela Lamongan Rekrut Statistik Sukses, Siap Liga 2 2026
Indonesia 3-0 Timor Leste, Poin Lengkap Grup A AFF U-19 2026
I Wayan Sutama: Dari Peternak Jadi Pengusaha Bengkel Mobil
