Kopi Picu Gula Darah? Ini Kata Ahli Gizi

Mira T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kopi Picu Gula Darah? Ini Kata Ahli Gizi

Gambar atau konten salah?

Kopi adalah teman setia bagi banyak orang saat memulai hari. Rasanya yang khas dan efek segarnya membuat minuman ini sulit ditinggalkan. Tapi, ada kekhawatiran yang beredar: apakah kopi bisa mengganggu gula darah? Terutama bagi mereka yang memiliki diabetes atau resistensi insulin.

Jawabannya tidak sederhana. Efek kopi pada gula darah ternyata berbeda-beda pada setiap orang. Candace Pumper, seorang ahli gizi dari The Ohio State University Wexner Medical Center, menjelaskan bahwa respons tubuh sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dosis kafein, kondisi biologis seseorang, serta cara dan waktu minum kopi, semuanya berperan. Ada yang merasakan lonjakan gula darah setelah minum kopi, ada juga yang tidak merasakan perubahan berarti.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh? Kafein, zat utama dalam kopi, bekerja dengan merangsang pelepasan hormon stres seperti adrenalin. Hormon ini, menurut Pumper, dapat mengganggu kerja insulin. Insulin adalah hormon yang bertugas mengatur gula darah. Ketika kinerjanya terganggu, gula darah bisa melonjak. Efek ini lebih terasa pada orang dengan resistensi insulin atau diabetes tipe 2. Selain itu, hati juga ikut bereaksi dengan melepaskan cadangan glukosa ke dalam aliran darah. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dalam waktu singkat.

Waktu minum kopi juga penting. Minum kopi saat perut kosong tidak disarankan. Alasannya, kafein akan diserap lebih cepat oleh tubuh. Penyerapan yang cepat ini, kata Pumper, bisa memicu lonjakan gula darah yang lebih nyata. Solusinya sederhana: minumlah kopi setelah makan atau bersama camilan. Makanan di perut akan memperlambat penyerapan kafein, sehingga lonjakan gula darah bisa diminimalkan.

Cara menyajikan kopi juga tidak kalah penting. Hindari menambahkan gula, sirup, atau krimer manis. Jika ingin menambahkan pemanis, pilihlah pemanis alternatif seperti stevia, monk fruit, atau allulose. Bagi yang sensitif terhadap kafein, kopi half-caf atau decaf bisa menjadi pilihan. Teh hijau atau teh hitam juga merupakan alternatif lain yang patut dicoba.

Meskipun kopi bisa menyebabkan lonjakan gula darah sesaat, bukan berarti kopi adalah minuman yang buruk. Andrew Odegaard, profesor madya dan pakar gizi serta diabetes tipe 2 di UC Irvine Joe C. Wen School of Population & Public Health, menyebutkan bahwa penelitian jangka panjang justru menemukan hal menarik. Konsumsi kopi yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Manfaat ini diduga berasal dari kandungan antioksidan dan senyawa antiradang dalam kopi. Senyawa-senyawa ini, dalam jangka panjang, dapat membantu menyeimbangkan efek kafein.

Jadi, kopi bukanlah musuh. Kuncinya adalah memahami tubuh sendiri dan mengatur cara konsumsinya. Mulai dari memperhatikan waktu minum, memilih jenis kopi, hingga mengurangi tambahan gula. Dengan begitu, kenikmatan secangkir kopi tetap bisa dirasakan tanpa kekhawatiran berlebihan.

kopigula darahkafeindiabetesinsulinresistensi insulinkonsumsi kopi

Komentar

Memuat komentar...