Kota Mesir Kuno Tenggelam Ditemukan di Dasar Laut

Wahyu T. · 3 min baca · 4 bulan lalu · 162 dibaca
Bisik.id
Kota Mesir Kuno Tenggelam Ditemukan di Dasar Laut

Gambar atau konten salah?

Reruntuhan sebuah kota kuno Mesir yang tenggelam di Laut Mediterania ditemukan. Kota ini dikenal sebagai Heracleion, sering disamakan dengan versi nyata dari Atlantis. Lokasi kota ini berada sekitar 15 kilometer di sebelah barat Teluk Aboukir, Mesir.

Bagi penduduk Mesir kuno, kota ini bernama Thonis. Sementara orang Yunani mengenalnya sebagai Heracleion. Kota legendaris ini sempat hilang dari sejarah selama berabad-abad. Baru pada awal abad ke-21, kota ini ditemukan kembali oleh tim arkeolog, menjadikannya salah satu penemuan bawah laut paling signifikan di dunia.

Para sejarawan memperkirakan Kota Heracleion sudah berdiri sejak abad ke-8 SM. Ini berarti kota ini lebih tua dari Kota Alexandria. Pada masa keemasannya, Heracleion berfungsi sebagai pusat perdagangan penting. Kota ini merupakan pelabuhan utama dan gerbang masuk bagi kapal-kapal asing yang berlayar antara Yunani dan Mesir.

Mengapa kota ini hilang dan berakhir di dasar laut? Heracleion kini sepenuhnya berada di bawah permukaan Laut Mediterania, di area 10 hingga 15 kilometer barat Teluk Aboukir. Menurut catatan, peradaban kota ini sangat maju pada masanya. Namun, kejayaan itu sirna pada abad ke-8 Masehi.

Para ahli menduga keruntuhan Heracleion terjadi secara bertahap. Penyebabnya adalah serangkaian bencana alam. Faktor-faktor seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan kenaikan permukaan laut berkontribusi pada tenggelamnya kota tersebut. Proses ini memakan waktu hingga akhirnya kota Thonis benar-benar tenggelam pada abad ke-8 Masehi.

Setelah tenggelam, ingatan tentang kota ini hampir lenyap. Informasi mengenainya hanya tersisa dalam teks kuno yang sulit dibuktikan kebenarannya. Titik baliknya terjadi pada tahun 2000. Arkeolog bawah laut Prancis, Franck Goddio dari Institute Europeen d'Archeologie Sous-Marine (IEASM), berhasil menemukan kembali reruntuhan kota ini.

Penemuan ini menegaskan peran vital Heracleion. Sejak berdiri sekitar abad ke-8 SM, kota ini menjadi pelabuhan pertama yang disinggahi kapal dagang dari Yunani dan wilayah Mediterania lainnya sebelum masuk ke delta Sungai Nil. Posisi ini menjadikannya pintu gerbang perdagangan utama Mesir kuno.

Selain fungsi komersial, Heracleion juga memegang peran penting dalam kehidupan rohani Mesir kuno. Di sana berdiri kuil megah untuk dewa Amun. Kuil ini menjadi pusat berbagai upacara yang terkait dengan kelangsungan dinasti dan kekuasaan kerajaan.

Temuan arkeologi yang diangkat dari dasar laut menunjukkan kemegahan kota ini. Arkeolog menemukan kuil-kuil besar, patung-patung kolosal, prasasti, elemen arsitektur, perhiasan, dan koin. Semua ini menjadi bukti peradaban yang terawetkan oleh waktu.

Analisis material arkeologi menunjukkan puncak kejayaan Heracleion terjadi antara abad ke-6 hingga ke-4 SM. Bukti ini didukung oleh penemuan koin dan keramik dari periode tersebut. Selain itu, ditemukan pula 700 jangkar kuno dan 125 bangkai kapal yang diperkirakan berasal dari abad ke-6 hingga ke-2 SM.

Pemetaan yang dilakukan Goddio menunjukkan Heracleion dikelilingi oleh kuil dan jaringan kanal. Di dalam lanskap kota terdapat area pemukiman dan tempat suci. Patung-patung perunggu juga berhasil ditemukan. Di bagian utara Kuil Herakles, terdapat kanal besar yang membentang dari timur ke barat, menghubungkan cekungan pelabuhan dengan danau di sebelah barat.

Goddio mencatat bahwa penemuan sejauh ini baru mencakup sekitar 5 persen dari keseluruhan peradaban yang masih tersembunyi di bawah laut. Heracleion hanyalah satu dari banyak peradaban tenggelam; mungkin masih banyak kota lain yang belum terungkap di dasar lautan.

Penemuan Kota Heracleion di dasar Laut Mediterania mengungkap jejak pusat perdagangan dan pelabuhan utama Mesir kuno yang sempat terlupakan. Kota yang lebih tua dari Alexandria ini tenggelam akibat bencana alam pada abad ke-8 Masehi, sebelum akhirnya ditemukan kembali pada tahun 2000 oleh Franck Goddio. Temuan berupa kuil, patung, dan artefak perdagangan menunjukkan kejayaan kota ini pada milenium pertama SM.

Kota HeracleionMesir KunoArkeologi Bawah LautLaut MediteraniaPusat PerdaganganPelabuhan KunoThonisFranck Goddio

Komentar

Memuat komentar...