Kredit Bank Mandiri Tembus Rp1.592 Triliun

Ani R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kredit Bank Mandiri Tembus Rp1.592 Triliun

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Hingga pertengahan tahun 2026, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1.592 triliun. Angka ini naik 19,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyebut pertumbuhan ini lebih tinggi dari rata-rata industri perbankan nasional. "Hingga kuartal II tahun 2026, total kredit Bank Mandiri tumbuh 19,9% secara tahunan, hampir dua kali lipat dibandingkan tingkat pertumbuhan industri," katanya dalam paparan kinerja secara daring pada Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Riduan, pertumbuhan kredit ini difokuskan untuk mendorong aktivitas ekonomi di sektor riil. Prioritas utama adalah sektor produktif dan padat karya. Salah satu indikatornya adalah kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bank Mandiri yang tumbuh 5,48% secara tahunan. "Dengan kata lain, pertumbuhan UMKM Bank Mandiri sekitar 9 kali lebih cepat dari pertumbuhan di industri," ujarnya.

Selain pertumbuhan kredit, Bank Mandiri juga mencatatkan pengelolaan kualitas aset yang baik. Rasio kredit bermasalah atau NPL (non-performing loan) Bank Mandiri hanya 0,15% secara tahunan. Angka ini jauh di bawah rata-rata industri. "Dengan kinerja dan fundamental yang solid, kami optimistis ke depannya Bank Mandiri dapat memberikan kontribusi yang positif, sehat, dan signifikan dalam memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong ekonomi nasional," jelas Riduan.

Penyaluran kredit Bank Mandiri difokuskan pada tiga ekosistem utama. Pertama, ekosistem pemerintahan dan BUMN. Pada segmen ini, kredit tumbuh 41,60% secara tahunan. Riduan menjelaskan, pemberian kredit pada ekosistem ini berdampak langsung terhadap pembangunan nasional dan peningkatan kualitas pelayanan publik. "Berbagai proyek strategis, energi, ketahanan pangan, swasembada pangan, kami dukung sepenuhnya, termasuk program pembiayaan produktif kepada masyarakat seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR)," katanya.

Kedua, ekosistem bisnis penopang ekonomi. Pada segmen ini, Bank Mandiri menumbuhkan kredit sebesar 17,7% secara tahunan. Bank Mandiri menjadi mitra perusahaan-perusahaan besar di Indonesia untuk memperkuat daya saing, investasi, dan penciptaan lapangan kerja secara nasional.

Ketiga, ekosistem UMKM kerakyatan. Fokusnya adalah mendorong aktivitas ekonomi ritel, khususnya di sektor UMKM. "Sebagai contoh, kredit usaha mikro ataupun KUM bagi Bank Mandiri tumbuh kuat sebesar 15,7% secara tahunan dalam melayani ekosistem ini," imbuh Riduan.

Secara keseluruhan, pertumbuhan kredit Bank Mandiri yang hampir dua kali lipat dari rata-rata industri menunjukkan posisi bank ini yang cukup dominan. Namun, angka NPL yang sangat rendah — hanya 0,15% — justru menjadi catatan yang lebih menarik. Ini menunjukkan bahwa ekspansi kredit yang agresif tidak serta-merta diikuti oleh peningkatan risiko kredit macet. Fokus pada tiga ekosistem — pemerintahan, bisnis besar, dan UMKM — juga menunjukkan strategi diversifikasi yang tidak bergantung pada satu sektor saja.

kredit Bank Mandiripertumbuhan kreditUMKMNPLekosistem

Komentar

Memuat komentar...