Kunjungan Komisaris Pertamina ke Kupang Pastikan Pasokan Energi Stabil

Bambang W. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kunjungan Komisaris Pertamina ke Kupang Pastikan Pasokan Energi Stabil

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina (Persero) mengirimkan Komisaris Utama Mochamad Iriawan untuk meninjau fasilitas operasional di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 12 Juni 2024. Kunjungan ini bertujuan memastikan pasokan energi tetap andal dan distribusi BBM berjalan lancar di wilayah tersebut.

Agenda kunjungan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang mencakup beberapa titik strategis. Mulai dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Aviation Fuel Terminal (AFT) El Tari, hingga Integrated Terminal (IT) Tenau, pusat distribusi energi di NTT dan sekitarnya.

Di SPBU Timor Raya Oesapa, Iriawan memeriksa kesiapan fasilitas pelayanan sekaligus berdialog dengan masyarakat. Ia mendengar langsung masukan terkait ketersediaan dan pelayanan BBM, memastikan SPBU dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Selanjutnya, Iriawan mengunjungi AFT El Tari untuk memeriksa keandalan pasokan avtur. Avtur merupakan bahan bakar penerbangan yang mendukung aktivitas transportasi udara di NTT. Kunjungan ini menegaskan pentingnya pasokan avtur bagi konektivitas wilayah.

Peninjauan berakhir dengan Management Walkthrough (MWT) di Integrated Terminal Tenau. Terminal ini beroperasi sejak 1968 dan memegang peran sentral dalam penerimaan, penyimpanan, dan distribusi energi. Iriawan memeriksa pusat kendali operasi, tangki timbun, dan fasilitas dermaga bongkar muat BBM serta LPG.

Dalam pernyataannya, Iriawan menekankan pentingnya menjaga ketahanan energi melalui pasokan dan distribusi yang andal. Ia menegaskan bahwa setiap potensi gangguan distribusi harus diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak pada ketersediaan energi di masyarakat.

Kelancaran pasokan menjadi faktor utama dalam menjaga pelayanan energi kepada masyarakat. Karena itu, seluruh rantai distribusi harus berjalan optimal agar tidak terjadi gangguan di tingkat lembaga penyalur,” ujar Iriawan dalam keterangan tertulis, 14 Juni 2026.

Selain aspek pasokan, Iriawan juga menekankan pentingnya penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam kegiatan operasional. Ia meminta seluruh pekerja mematuhi Corporate Life Saving Rules (CLSR) dan membangun budaya saling mengingatkan terhadap potensi tindakan maupun kondisi tidak aman di lingkungan kerja.

Keselamatan harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Seluruh pekerja harus berani mengingatkan apabila menemukan tindakan atau kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko,” jelas Iriawan.

Di tempat terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menjelaskan bahwa Integrated Terminal Tenau memiliki peran strategis sebagai simpul utama distribusi energi di kawasan Nusa Tenggara Timur, termasuk wilayah kepulauan dan perbatasan negara.

Integrated Terminal Tenau merupakan salah satu infrastruktur energi strategis Pertamina yang tidak hanya memastikan pasokan energi bagi masyarakat di berbagai wilayah NTT, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, konektivitas antarpulau, sektor perikanan, pariwisata, hingga kawasan perbatasan negara. Keandalan operasional terminal ini menjadi bagian penting dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional dan menghadirkan akses energi yang merata hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal),” ujar Baron.

Baron menambahkan bahwa Integrated Terminal Tenau merupakan salah satu fuel terminal utama di Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus). Terminal ini menopang distribusi energi ke Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, serta mendukung kebutuhan energi di Timor Leste.

Operasional terminal didukung oleh kapasitas penyimpanan BBM mencapai 33,5 ribu kiloliter serta dua tangki LPG spherical dengan kapasitas masing-masing 500 metrik ton. Terminal ini melayani penyaluran BBM ke 29 SPBU reguler, 16 penyalur BBM Satu Harga, 16 Pertashop, dan satu SPBU Nelayan.

Dengan jaringan distribusi yang luas, IT Tenau menjadi tulang punggung energi bagi masyarakat NTT, mendukung sektor perikanan, pariwisata, dan kegiatan ekonomi lainnya. Kunjungan Iriawan menegaskan komitmen Pertamina untuk memastikan pasokan energi tetap stabil, aman, dan berkelanjutan di wilayah yang terpencil.

PertaminaIntegrated Terminal Tenaupasokan energiSPBUAFT El TariNusa Tenggara Timurketahanan energiHSSE

Komentar

Memuat komentar...