Kunjungan Wisatawan Korea ke China Meningkat 36,9% Tahun 2025

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Kunjungan Wisatawan Korea ke China Meningkat 36,9% Tahun 2025

Gambar atau konten salah?

Gelombang wisatawan asal Korea Selatan yang berkunjung ke China terus meningkat. Hal ini disebabkan kemudahan akses perjalanan dan perbaikan hubungan kedua negara. Tren ini terlihat dari banyaknya konten kreator Korea Selatan yang memilih kota-kota di China sebagai tujuan utama.

Setelah China memperpanjang kebijakan bebas visa sepihak bagi warga Korea Selatan, kunjungan wisatawan melonjak. Kebijakan yang mulai berlaku pada 2024 dan diperpanjang pada November lalu memberi izin tinggal hingga 30 hari untuk keperluan wisata, bisnis, maupun keluarga. Kebijakan ini mempermudah perjalanan jangka pendek.

Data resmi menunjukkan sekitar 3,16 juta wisatawan Korea Selatan berkunjung ke China sepanjang 2025, meningkat 36,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari saja, jumlah kunjungan mencapai lebih dari 300.000 orang, naik 48% secara tahunan.

Beberapa kota menjadi tujuan favorit: Shanghai, Shenzhen, Chengdu, dan Zhangjiajie. Destinasi tersebut menawarkan beragam daya tarik, mulai dari pusat belanja, suasana kosmopolitan, hingga wisata budaya dan alam. Kota-kota ini menjadi latar bagi para wisatawan untuk mengeksplorasi kebudayaan lokal dan teknologi modern.

Seiring lonjakan kunjungan, banyak wisatawan Korea Selatan juga memproduksi konten perjalanan. Mereka mendokumentasikan pengalaman kuliner, interaksi dengan warga lokal, hingga perkembangan infrastruktur di berbagai kota. YouTuber Heechulism, yang memiliki 1,2 juta pelanggan, mengaku terkesan dengan kehidupan sehari-hari di Shenzhen.

“Wow, Shenzhen punya McDonald's!” ujarnya dalam salah satu video. Ia juga mencoba taksi listrik tanpa pengemudi dan menilai perkembangan teknologi di kota tersebut sangat pesat, termasuk penggunaan armada kendaraan listrik dari merek lokal.

Pengalaman serupa dibagikan YouTuber NakANG saat mengunjungi Chengdu. Ia mendokumentasikan wisata kuliner dan mengapresiasi fasilitas umum berteknologi tinggi, termasuk sistem informasi di toilet. Selain itu, sejumlah wisatawan menyoroti kemudahan sistem pembayaran digital di China, meski sebagian sempat mengalami kendala pada awal penggunaan.

Para kreator memuji kebersihan kota, efisiensi kereta cepat, serta harga makanan yang dinilai relatif terjangkau. Vlogger Park Dae‑il, yang telah tinggal di China selama tujuh tahun, menilai tren peningkatan kunjungan itu sangat terasa. “Vlogger Korea Selatan berbondong-bondong ke China setelah kebijakan bebas visa,” katanya.

Menurut Park Dae‑il, tingginya minat tersebut juga dipicu respons positif audiens terhadap konten tentang China. “Ada juga yang memang tertarik dengan budaya dan peluang bisnis, bahkan datang untuk melihat kemungkinan kerja sama atau usaha,” lanjut Park Dae‑il.

Peningkatan jumlah wisatawan ini terjadi di tengah membaiknya hubungan diplomatik China dan Korea Selatan dalam dua tahun terakhir. Kunjungan kenegaraan Presiden Korea Selatan ke Beijing pada awal Januari turut memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan budaya.

Di sisi lain, China memang tengah memperluas kebijakan bebas visa sejak 2023 untuk menarik kembali wisatawan asing setelah pandemi. Otoritas imigrasi mencatat sepanjang 2025 terdapat 30,08 juta kunjungan bebas visa, atau hampir tiga perempat dari total kedatangan wisatawan asing, meningkat lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perubahan kebijakan visa dan hubungan diplomatik yang lebih hangat menciptakan peluang bagi para kreator dan pelaku bisnis. Mereka dapat memanfaatkan minat yang terus tumbuh untuk menjajaki pasar baru, sekaligus memperkenalkan budaya Korea Selatan ke publik China. Sementara itu, China memanfaatkan inflow wisatawan ini untuk memperkuat citra sebagai destinasi global yang modern dan ramah.

Kebijakan bebas visawisatawan Korea SelatanChinakonten kreatorhubungan diplomatikShenzhenChengdu

Komentar

Memuat komentar...