Kyra Talita Sakhi, Jemaah Haji Termuda 13 Tahun Magelang

Sinta R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Kyra Talita Sakhi, Jemaah Haji Termuda 13 Tahun Magelang

Gambar atau konten salah?

Kyra Talita Sakhi, seorang gadis berusia 13 tahun, akan menjadi jemaah haji termuda yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Ia menggantikan ayahnya, almarhum Eko Setyawan, yang meninggal pada masa pandemi COVID‑19 di tahun 2021.

Kyra adalah puteri pertama dari pasangan Eko Setyawan dan Dian Rahmawati (38). Mereka tinggal di Dusun Kaponan, Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Pada tahun ini, Kyra akan melakukan haji bersamanya ibunya, Dian.

Awalnya, Dian mendaftar haji bersama suaminya pada tahun 2012. Pada saat itu, mereka diperkirakan akan berangkat pada tahun 2026. “Kalau saya kan sudah estimasi (berangkat) haji tahun 2026. Seharusnya kan sama ayahnya, tapi ayahnya meninggal pas COVID tahun 2021,” ujar Dian ketika ditemui pada 21 April 2026 di rumahnya.

Dian menjelaskan bahwa pada saat itu, Kyra masih mondok di Mlangi (Ponpes Assalafiyyah Jogja). “Waktu itu posisi anak saya (Kyra) masih mondok di Mlangi. Qodarullah, anak saya tidak kerasan mondoknya,” sambung Dian.

Setelah itu, Dian mengganti nama suaminya di daftar haji menjadi nama Kyra. “Biar nanti kalau dipanggil (berhaji) tahun‑tahun berikutnya itu sudah keluar nama pengganti anak saya. Alhamdulillah dipanggil Kemenag untuk melakukan biometrik bahwa anak saya dapat ikut haji tahun ini, karena umurnya sudah sesuai peraturan yaitu 13 tahun,” kata Dian, yang berprofesi sebagai guru SDN Girirejo 3 Kecamatan Ngablak.

Ketika menerima kabar proses biometrik, Kyra sangat senang. “Kalau sekalian berangkat bareng ya alhamdulillah seneng banget, sampai kakung utinya juga pada nangis (terharu),” ujarnya. Dian menambahkan, “Misalnya (Kyra) ditunda, maksimal cuma 5 tahun katanya. Itu kan berarti estimasi dia SMA. Nah itu nanti kan berangkat sendiri, kan kasihan juga.”

Kyra lahir pada 20 November 2012. Pada saat berangkat haji nanti, ia sudah berusia 13 tahun lebih 5 bulan. Ia bersama ibunya dan dua kerabatnya tergabung dalam kloter 18 dan akan berangkat pada 13 Mei 2026. Mereka akan terbang ke Tanah Suci melalui YIA.

Dian mengingat kembali masa ketika suaminya meninggal, berusia sekitar 38 tahun. “(Anak saya mondok) Tidak kerasan, lalu pulang. Di sana cuma 3 bulan,” katanya.

Kyra mengaku sudah mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. “Persiapan mental. Iya, ya bacaan (doa‑doa). Iya, sudah (ikut manasik). Sekitar tujuh atau delapan kali (manasik di KBIHU Armina),” ujarnya. Ia juga sudah menyiapkan fisiknya dengan rutin berolahraga lari dan jalan cepat.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magelang, Taufik Husen Ansori, jumlah jemaah haji dari Kabupaten Magelang adalah 1.423 orang, terdiri dari 561 laki‑laki dan 772 perempuan. Ia menjelaskan bahwa jamaah dibagi dalam lima kloter: 16, 17, 18, 80, dan 81. Tahun ini, wilayah Kedu berangkat pertama kali dari Embarkasi Yogyakarta melalui YIA.

Untuk jamaah Magelang, ada dua embarkasi: Embarkasi Solo dan Embarkasi Yogyakarta. “Yang Embarkasi Solo itu kloter 80 dan 81,” tambah Taufik. Ia juga menyoroti bahwa jamaah haji tertua dari Kabupaten Magelang bernama Suyono (92) dari Paingan, Grabag, sementara termuda adalah Kyra Talita Sakhi.

Dengan menggantikan ayahnya, Kyra menandai langkah penting bagi keluarga dan komunitasnya. Perjalanan haji ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol keberlanjutan tradisi keagamaan di tengah generasi muda. Kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang ia lakukan menunjukkan komitmen yang kuat, sementara dukungan keluarga dan lembaga keagamaan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan ibadah besar ini.

Kyra Talita Sakhihaji termudaMagelangCOVID‑19YIAbiometrikKemenag

Komentar

Memuat komentar...