Renungan Sabtu: Anggur Baru Butuh Kantong Baru

Fandi R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Renungan Sabtu: Anggur Baru Butuh Kantong Baru

Gambar atau konten salah?

Sabtu, 4 Juli 2026, umat Katolik diajak merenungkan Sabda Tuhan yang menekankan pembaruan hidup. Bacaan hari ini mengingatkan bahwa Allah selalu memberi harapan baru bagi siapa pun yang percaya.

Sebelum masuk ke renungan, ada tiga bacaan yang menjadi dasar permenungan hari ini.

Bacaan Pertama: Amos 9:11-15

"Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.

"Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.

Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.

Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.

Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9.11-12.13-14

Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.

Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.

Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.

Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Bacaan Injil: Matius 9:14-17

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"

Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Renungan: Energi Baru, Sambut Semua yang Baru

Yesus bicara soal kantong kulit dan anggur. Anggur baru tidak bisa ditaruh di kantong lama. Kantong kulit yang sudah tua akan koyak, anggur tumpah, semuanya rusak. Perumpamaan ini sederhana tapi tajam.

Menjadi pengikut Kristus butuh tiga hal: iman, pengharapan, dan kasih. Tapi ketiganya tidak cukup hanya diucapkan. Harus ada tindakan. Konsisten. Disiplin.

Yesus tidak meminta perubahan setengah-setengah. Revolusi fisik dan batin. Membuang kebiasaan lama. Mengikuti tuntunan baru. Ini bukan soal puasa atau tidak puasa. Ini soal kesiapan hati.

Ada kisah tentang Veronica. Pengusaha muda. Akhir pekan ia habiskan di kafe bersama teman-teman sesama pengusaha. Rokok, alkohol, pergaulan hedonis. Pulang larut malam, kadang dini hari. Itu gaya hidupnya untuk melepas stres.

Semua berubah saat ia bertemu sahabat SD-nya yang sudah menjadi biarawati. Sahabat itu mengajaknya berkunjung ke biara. Veronica merasakan sesuatu yang berbeda. Kenyamanan yang tidak pernah ia dapat dari gaya hidup lamanya.

Kenyamanan dalam kesederhanaan. Kata 'cukup' terasa begitu bermakna. Ia tinggal di biara selama tiga hari dua malam. Kontemplasi. Ia sadar ada jalan yang lebih hakiki. Jalan yang menjanjikan kedamaian dalam kesederhanaan.

Veronica melakukan revolusi. Fisik dan batin. Ia mengikuti jalan Yesus yang sederhana. Tapi di tengah kehidupan modern yang naik-turun seperti roller coaster, jalan itu justru memberi nilai mendalam.

Ia merasakan energi baru. Siap menyambut gaya hidup baru. Membuang yang lama. Tapi energi baru butuh hati dan pikiran yang baru juga.

Kita perlu meminta 'kantong baru' dari Tuhan. Hati yang lembut, lentur, rendah hati. Siap dibentuk. Baru setelah itu Tuhan bisa mencurahkan anggur baru-Nya. Hidup kita menjadi berkat bagi sesama.

Doa Penutup

Tuhan Yang Maha Pengasih, terima kasih atas kesempatan yang telah Engkau berikan kepada kami untuk berubah ke arah yang lebih baik. Mampukan kami untuk terus mengikuti jalan-Mu. Amin.

Renungan ini ditulis oleh Verena Istudiyanti Priatmi. Intinya sederhana: perubahan tidak bisa setengah-setengah. Anggur baru butuh kantong baru. Hati lama tidak bisa menampung hal baru dari Tuhan. Kadang kita bertahan pada kebiasaan karena nyaman. Tapi kenyamanan bukan jaminan kebenaran. Veronica butuh pertemuan dengan sahabat lama untuk menyadari ada jalan lain. Kita mungkin juga butuh 'pertemuan' semacam itu. Sesuatu yang menghentikan kita, membuat kita berpikir ulang. Dan ketika itu terjadi, jangan menolak. Mungkin itu undangan untuk menjadi baru.

pembaruan hidupangur barukantong kulitrevolusi batinkesederhanaanenergi baruhati baru

Komentar

Memuat komentar...