Layangan Sukhoi Malang Terbang Global, Tantang Ruang
Gambar atau konten salah?
Di Malang, ketika suara tawa anak di lapangan mulai digantikan oleh gema layar ponsel, sebuah sepotong bambu dan kertas tipis dari sudut kota ini justru berhasil meluncur ke belahan dunia lain. Layangan Sukhoi, kerajinan asli Malang, menunjukkan bahwa permainan tradisional tidak pernah benar-benar mati. Kini, ia terbang tinggi menembus pasar internasional, menjangkau para pencinta layangan di Malaysia hingga Prancis.
Lucky Maulana, pemilik lini usaha Ahoed DC Malang, menjadi saksi sekaligus aktor di balik moncernya reputasi layangan lokal ini. “Malang ini dari dulu terkenal dengan layangan Sukhoi. Sampai sekarang masih dikenal ke mancanegara. Kami pernah kirim ke Prancis dan Malaysia,” ujarnya dengan nada bangga pada Rabu, 17 Juni 2026.
Skala ekspor layangan buatan Lucky tidak bisa dipandang sebelah mata. Sekali pasokan terbang menuju Prancis, jumlah pesanan bisa mencapai 3 ribu hingga 5 ribu unit layangan. Menariknya, produk yang diminati pasar Eropa ini justru merupakan layangan standar yang sangat ramah kantong, dengan harga berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per unit. Kualitas rautan bambu yang seimbang dan presisi khas Malang disinyalir menjadi alasan mengapa produk lokal ini begitu digdaya di luar negeri, mengungguli sentra kerajinan dari daerah lain.
Ketangguhan bisnis ini bukanlah hasil instan. Usaha yang dijalani Lucky merupakan warisan turun‑temurun keluarganya yang telah dirintis sejak tahun 1960. Mampu bertahan lebih dari enam dekade adalah bukti adaptasi yang luar biasa. Kini, lewat bantuan digitalisasi dan pasar daring, layangan Sukhoi Malang tidak hanya merajai langit lokal, tetapi juga berputar kencang di segmen turnamen profesional luar pulau dengan nilai transaksi yang fantastis.
“Kalau untuk kelas turnamen, pembeli justru lebih banyak dari luar Jawa. Pernah ada pemesanan online sampai Rp 30 juta sampai Rp 50 juta,” ungkap Lucky. Meski demikian, Lucky mengakui bahwa bisnis ini mengandalkan romansa cuaca. Saat ini kondisi pasar memang cenderung melandai dibanding tahun lalu. Namun, optimisme menjelang pertengahan tahun tetap membubung tinggi. Juni menjadi gerbang pembuka musim layangan, di mana embusan angin mulai stabil dan libur sekolah tiba.
Pada momen‑momen seperti inilah, turnamen layangan akan menjamur hampir setiap pekan, menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif yang masif di Malang. Eksistensi hobi ini di Malang pun sejatinya disokong oleh akar rumput yang sangat solid. Mulai dari wilayah urban seperti Sawojajar dan Gadang, hingga kawasan hijau di Malang Selatan, ribuan pencinta layangan siap memadati langit setiap kali kompetisi digelar.
Sayangnya, kegembiraan ini perlahan dibayangi oleh kecemasan akan masa depan. Masifnya pembangunan perumahan dan alih fungsi lahan membuat ruang bagi layangan untuk mengudara semakin terjepit. Menutup perbincangan, Lucky menyuarakan kegelisahan sekaligus harapan besar para pegiat budaya ini agar tradisi yang telah mengharumkan nama Malang di panggung dunia tidak lantas punah di tanah kelahirannya sendiri akibat ego pembangunan.
“Harapannya ada lahan khusus untuk bermain layangan, terutama bagi anak-anak. Sekarang lahan semakin berkurang karena pembangunan terus berjalan,” pungkasnya.
Layangan Sukhoi, yang telah berkelana dari Malang ke Prancis dan Malaysia, tetap menjadi simbol kreativitas dan ketahanan budaya. Keberhasilan ekspor dan partisipasi dalam turnamen internasional menunjukkan bahwa produk tradisional dapat bersaing di pasar global, asalkan didukung oleh kualitas, inovasi, dan pemahaman akan kebutuhan pasar. Namun, kelestarian ruang bermain bagi generasi muda tetap menjadi tantangan utama yang perlu diatasi bersama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bupati Sidoarjo Dorong Anggota Koperasi Desa Merah Putih
SPMB Jawa Timur 2026 Dibuka, Pendaftaran 17‑18 Juni
Polisi Siapkan 75 Personel untuk Demo Mahasiswa di Surabaya
Munas & Konbes NU 20–22 Juni 2026 di Al Falah Ploso
Munas & Konbes NU di Ploso 20-22 Juni 2026: Muktamar
Persebaya Surabaya Rekrut 5 Pemain Lokal untuk Super League
Berita Terbaru
B50: Bahan Bakar Campuran Sawit‑Solar Diumumkan 1 Juli
Harga Saham GOTO Stagnan di Rp50 Meski Buyback Rp3,5T
Rismon Sianipar Rilis Buku Forensik Digital Jokowi
Tantangan Visual: Hitung Bentuk Gambar, Uji Ketelitian Anda
Krapow: Restoran Thailand Baru Jadi Favorit Karyawan Jakarta
Austria Kalahkan Yordania 1-0, Awali Grup di Stadion SF
Video Jukir Medan Tanpa Rompi, Dishub Klarifikasi Penanganan
Messi Mencetak Hat-Trick, Argentina Kalahkan Aljazair 3-0