B50: Bahan Bakar Campuran Sawit‑Solar Diumumkan 1 Juli
Gambar atau konten salah?
B50 akan resmi tersedia pada 01 Juli 2026. Bahan bakar ini merupakan campuran 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, BBM baru sudah melewati uji coba. Ia berkata, “B50 sesuai dengan jadwal akan diimplementasikan pada 1 Juli 2026. Mungkin satu minggu lagi saya akan melakukan rapat dengan tim uji coba. Sekarang kan kita masih terus melakukan uji coba,”
Ia menambahkan, “Sebagai informasi tambahan, B50 merupakan bahan bakar dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati (BBN) dari minyak sawit dan 50 persen bahan bakar fosil jenis Solar.”
Pengujian teknis dilakukan di laboratorium sejak awal tahun lalu. “Rangkaian pengujian teknis bahan bakar dikerjakan di laboratorium sejak awal tahun lalu,” ujarnya.
Hasil uji coba menunjukkan perkembangan positif. “80-90% hasil uji coba, alhamdulillah baik. Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 itu lebih baik di B50,” kata Bahlil. Ia juga menegaskan, “Dari sisi kadar air, kualitas B50 disebut lebih baik dibandingkan biodiesel B40 yang saat ini masih digunakan.”
Namun, keputusan akhir akan diumumkan setelah rapat evaluasi final. “Namun, hasil akhirnya akan kami sampaikan setelah rapat evaluasi final,” jelasnya.
Uji coba di kondisi nyata dimulai pada 09 Desember 2025 dan mencakup berbagai sektor: otomotif, pertambangan, alat pertanian, perkapalan, genset, dan perkeretaapian. Program B50 merupakan hasil pengembangan panjang pemerintah selama lebih dari 15 tahun.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menegaskan, “Ini semua dipakai, semua sektor dipakai. Jadi, ini kita bersama-sama pantau karena memang ini adalah satu kegiatan yang tidak ada contohnya,”
Dengan campuran nabati setinggi ini, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan bahan bakar dengan komposisi tersebut. Keberhasilan B50 menandai langkah penting dalam diversifikasi energi nasional, sekaligus menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil murni. Seiring peluncuran, pemerintah menyiapkan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kualitas dan dampak lingkungan tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dishub DKI Tangkap 258 Parkir, 24 Kendaraan Dipindahkan
Ferrari Ungkap Rahasia Uji Mobil Listrik Luce EV 2024
Mobil China Raih 8,92% Pasar Malaysia 2025, Turun Harga
Polda Metro Jaya Dispensasi Perpanjangan SIM Mati 17/06
Toyota Hati-Hati Listrik, Fokus Hybrid & Hidrogen
Kepadatan Lalu Lintas Meningkat: 170 Juta Kendaraan 2025
Berita Terbaru
Harga Saham GOTO Stagnan di Rp50 Meski Buyback Rp3,5T
Rismon Sianipar Rilis Buku Forensik Digital Jokowi
Tantangan Visual: Hitung Bentuk Gambar, Uji Ketelitian Anda
Krapow: Restoran Thailand Baru Jadi Favorit Karyawan Jakarta
Austria Kalahkan Yordania 1-0, Awali Grup di Stadion SF
Video Jukir Medan Tanpa Rompi, Dishub Klarifikasi Penanganan
Messi Mencetak Hat-Trick, Argentina Kalahkan Aljazair 3-0
Monyet Ribu‑Ribu Turun ke Jurang Frinanda, Warga Khawatir
