Liburan Sekolah, Stasiun Tugu Diserbu Ribuan Penumpang

Wati N. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Liburan Sekolah, Stasiun Tugu Diserbu Ribuan Penumpang

Gambar atau konten salah?

Liburan sekolah benar-benar mengubah wajah Stasiun Yogyakarta, yang lebih dikenal sebagai Stasiun Tugu. Tempat itu berubah menjadi lautan manusia. Pintu kedatangan penumpang KRL pada siang hari dipenuhi orang. Sebagian besar adalah ibu-ibu yang menggandeng anak-anak mereka.

Sekitar pukul 11.00 WIB, begitu pintu KRL terbuka, orang-orang langsung membanjiri area stasiun. Pintu keluar dan kedatangan KRL di Stasiun Tugu langsung penuh sesak. Antrean panjang mengular di mana-mana.

Salah satu penumpang adalah Nana, seorang ibu muda dari Sragen. Ia datang bersama anaknya dan rombongan teman-teman yang juga membawa anak. Mereka berencana liburan singkat di Jogja hari itu.

"Iya naik kereta aja. Nanti sambil keliling-keliling, terus balik lagi gitu. Itu sama teman-teman. Ya, pengin naik kereta aja. Pengin naik KRL terus ke Jogja, main Jogja sebentar nanti balik lagi gitu, pulang," kata Nana saat ditemui di Stasiun Tugu Jogja.

Ini pengalaman pertama Nana naik KRL. "Baru pertama ini (naik KRL). Nyaman, tempatnya nyaman, keretanya nyaman. Ya tadi banyak yang berdiri juga. Cuma kebetulan saya kan dari Palur. Palur itu masih kosong, banyak yang kosong jadi dapat tempat duduk," tambahnya.

Bukan hanya ibu-ibu. Beberapa bapak-bapak juga menyempatkan waktu mengajak anak-anak mereka liburan naik kereta ke Jogja. Barkah Andi, warga Solo, membawa dua anaknya jalan-jalan ke Jogja.

"Mau liburan sama anak-anak ya kan dari Solo kan dekat pakai KRL aja sih. Kalau mau pakai kendaraan pribadi agak capek juga. Tapi ternyata penuh sekali," jelas Barkah.

"Ya lebih praktis aja sih jarak tempuhnya daripada pakai kendaraan pribadi. Lebih ekonomis juga dari sisi biayanya. Nanti sore apa malam baru balik," imbuhnya.

Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, mengungkapkan data penumpang selama masa libur sekolah. Dari 20 Juni sampai 30 Juni, tercatat 359 ribu penumpang menggunakan KRL rute Solo-Jogja. Angka ini naik sekitar 30 persen dibanding hari biasa.

Tiga stasiun dengan jumlah penumpang terbanyak adalah Stasiun Tugu, Lempuyangan, dan Palur. "Jogja ini pernah mencapai sekitar 10 ribu penumpang meskipun rata-ratanya hanya sekitar 7 ribu, tapi kepadatan di Jogja cukup banyak," kata Purnomo.

Purnomo juga menjelaskan persiapan KAI Commuter hingga 5 Juli. "Nah saat ini kita sedang mempersiapkan untuk sampai dengan tanggal 5 Juli. Jadi kita operasikan sebanyak 34 commuter line kita yang ke arah Palur, serta yang ke Kutoharjo tetap ya mohon maaf ini masih tetap 10 perjalanan karena kita terkendala dengan armada yang ada," ujarnya.

Kenaikan jumlah penumpang ini menunjukkan bahwa KRL Solo-Jogja menjadi pilihan utama bagi keluarga yang ingin liburan praktis dan ekonomis. Banyak orang memilih kereta daripada kendaraan pribadi karena lebih hemat biaya dan tenaga. Meski begitu, kepadatan di stasiun-stasiun utama seperti Tugu, Lempuyangan, dan Palur masih menjadi tantangan. KAI Commuter berusaha mengelola lonjakan ini dengan menambah jumlah perjalanan, meski terkendala ketersediaan armada.

liburan sekolahStasiun TuguKRL Solo-Jogjakenaikan penumpangliburan keluargatransportasi ekonomiskepadatan stasiun

Komentar

Memuat komentar...