Living Lab Ventures Luncurkan Innolab untuk Perusahaan Global

Sigit W. · 3 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Living Lab Ventures Luncurkan Innolab untuk Perusahaan Global

Gambar atau konten salah?

Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan bahwa realisasi investasi di Indonesia pada paruh pertama tahun 2026 mencapai angka Rp1.010,6 triliun. Angka ini naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menandakan bahwa aktivitas investasi terus berjalan dan membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan dari luar negeri untuk melihat potensi pasar Indonesia.

Melihat peluang ini, Living Lab Ventures (LLV), yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land dan berfokus pada investasi di berbagai sektor di Asia Tenggara, meluncurkan sebuah program bernama Innovation Lab (Innolab). Program ini dirancang untuk memberikan akses pasar dan peluang komersialisasi bagi perusahaan global yang ingin masuk ke Indonesia. Innolab juga membantu perusahaan-perusahaan tersebut dalam membangun kemitraan strategis, memahami apa yang diinginkan oleh konsumen lokal, dan menguji apakah peluang bisnis yang mereka lihat benar-benar ada, semua itu untuk mendukung pertumbuhan dan investasi jangka panjang.

"Indonesia memiliki potensi besar sebagai pintu masuk bagi perusahaan global yang ingin mengembangkan bisnisnya di Asia Tenggara. Melalui Innolab, kami memanfaatkan ekosistem Sinar Mas Land, salah satunya BSD City, sebagai living lab bagi perusahaan untuk memahami karakteristik pasar Indonesia, mengidentifikasi kebutuhan konsumen, serta menguji relevansi teknologi dan model bisnis yang dikembangkan," kata Mulyawan Gani, CEO of Strategic Healthcare Investment & Ventures, Sinar Mas Land, dalam pernyataan resminya pada Selasa, 03 November 2026.

"Perusahaan juga dapat membangun koneksi dengan calon mitra dan pemangku kepentingan yang tepat untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi dan memvalidasi potensi bisnis sebelum melakukan implementasi dalam skala yang lebih luas. Dengan pendekatan ini, kami berharap LLV Innolab dapat membantu perusahaan global membangun pijakan bisnis yang kuat dan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang di Indonesia," tambahnya.

Innolab pertama kali diperkenalkan oleh Bayu Seto, Partner at Living Lab Ventures, dalam acara Kumpul Connect for Change Summit 2026. Acara ini berlangsung pada 20 Oktober 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan. Forum tersebut menjadi tempat untuk memperkuat kemitraan dan memperluas peluang kerja sama antara startup dalam negeri dengan ekosistem global.

"Kami bangga meluncurkan Innolab untuk membantu perusahaan global bergerak dari sekadar menjajaki pasar Indonesia menjadi membangun peluang bisnis yang nyata dan berkelanjutan. Bagi LLV, Innolab tidak hanya memfasilitasi akses pasar (market entry), tetapi juga mendorong kolaborasi pengembangan teknologi (co-innovation) di sektor strategis, yaitu energi terbarukan, kesehatan digital, semikonduktor generasi terbaru, logistik berkelanjutan, solusi lingkungan, dan sektor-sektor lain. Innolab turut menghadirkan alur program terstruktur mulai dari tahap penemuan (discovery), validasi ide (use case validation), hingga akselerasi eksperimen (POC acceleration)," ungkap Bayu.

Peluncuran Innolab juga dimeriahkan dengan diskusi panel yang bertajuk "Accelerating Real-World Innovation". Diskusi ini menghadirkan beberapa pembicara, yaitu Patrick Lay (Founder & Director of Retragreen), Priscilla Tjin (Senior International Representative MDEC), dan Grace Anastasia (VP of Global Partnership & Go-To-Market at Living Lab Ventures).

Ada empat topik utama yang dibahas dalam diskusi panel tersebut. Pertama, strategi untuk membawa teknologi dan inovasi agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Kedua, langkah-langkah untuk memasuki pasar sambil menguji apakah produk sudah cocok dengan kebutuhan pelanggan. Topik ketiga membahas pentingnya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pasar. Topik keempat mengulas tentang perkembangan teknologi dan peluang untuk memperluas bisnis di Asia Tenggara.

Pembahasan-pembahasan itu sejalan dengan pendekatan yang digunakan LLV Innolab, yaitu Real Co-Innovation Delivery. Pendekatan ini bertumpu pada tiga pilar: area uji lapangan, dukungan dari para ahli, dan proses inovasi yang kolaboratif dan fleksibel. Dalam praktiknya, ini mencakup mencocokkan startup dengan pemilik kekayaan intelektual (IP), melakukan business matching yang terstruktur, dan evaluasi teknis berdasarkan tahapan tertentu. Proses ini juga mencakup validasi pasar melalui uji coba dan riset pengguna.

Innolab juga menyediakan pendampingan dari para ahli global dan lokal, serta akses ke teknologi terbaru. Melalui ekosistem perkotaan modern seperti BSD City, perusahaan dan startup punya kesempatan untuk menguji produk dan mengembangkan teknologi di lingkungan kota yang dinamis. Mereka bisa menyempurnakan solusi berdasarkan kebutuhan nyata sebelum melangkah ke tahap komersialisasi.

Melalui Innolab, LLV mendorong kerja sama antara startup dan korporasi untuk menghasilkan solusi inovatif bagi industri dan masyarakat. Tujuannya adalah menghubungkan inovasi dari seluruh dunia dengan peluang bisnis yang ada di Indonesia.

Secara keseluruhan, inisiatif Innolab ini adalah upaya untuk menjembatani perusahaan asing dengan realitas pasar Indonesia. Dengan menyediakan tempat uji coba dan pendampingan, program ini berusaha mengurangi risiko bagi perusahaan yang ingin berekspansi, sekaligus memanfaatkan pertumbuhan investasi yang sedang terjadi di Indonesia.

investasiInnolabLiving Lab Venturespasar Indonesiakomersialisasikemitraan strategis

Komentar

Memuat komentar...