Low Tuck Kwong Tetap Kuasai Bayan Resources
Gambar atau konten salah?
Jakarta – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memastikan posisi Low Tuck Kwong sebagai pemegang saham utama dan pengendali perseroan tidak berubah. Penegasan ini muncul setelah PT Jhonlin Baratama, milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, resmi mengakuisisi 30% saham BYAN pada 16 September 2026.
Setelah transaksi tersebut, Low Tuck Kwong masih memegang 20,853% saham, atau sekitar 6.951.170.541 lembar. Sementara itu, Elaine Low, anaknya, menguasai 3.799.584.529 lembar saham BYAN, yang setara dengan 11,399%.
Direktur BYAN, Alexander Ery Wibowo, dalam keterbukaan informasi yang dirilis Selasa, 29 September 2026, menegaskan bahwa Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali perseroan. Ia juga menyampaikan bahwa belum ada rencana perubahan susunan pengurus setelah transaksi dengan Haji Isam.
Alexander menambahkan, perseroan juga belum menerima permintaan untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait hal tersebut. "Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris," jelasnya.
Sebelumnya, Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama. Perjanjian itu diteken pada 16 September 2026 dan mencakup pengalihan 10.000.000.500 lembar saham biasa BYAN. Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero, mengungkapkan hal ini dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 17 September 2026.
Transaksi ini menandai pergeseran signifikan dalam struktur kepemilikan salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Meski begitu, kendali operasional tetap berada di tangan Low Tuck Kwong. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai langkah Haji Isam setelah kepemilikan sahamnya resmi tercatat.
Dengan kepemilikan yang tersebar, posisi Low Tuck Kwong sebagai pengendali utama masih kuat. Ini memberikan kepastian bagi investor dan pasar mengenai arah strategis perusahaan ke depan. Perubahan besar dalam komposisi pemegang saham memang kerap memicu spekulasi, tetapi pernyataan resmi ini meredam kekhawatiran akan pergantian manajemen dalam waktu dekat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Dibuka Merah, Terjun ke Level 6.083
BEI Berlakukan Short Selling 5 Saham Mulai 1 Oktober
Dolar AS Tembus Rp 18.000 di Awal Perdagangan Selasa
BEI Hapus Batas Minimum Harga Saham, 26 Saham Rp 50 Kena ARB
Saham Tambang Kompak Melemah Usai Aturan Baru Terbit
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, BI Beberkan Penyebabnya
