IHSG Dibuka Merah, Terjun ke Level 6.083

Bayu K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 18 dibaca
Bisik.id
IHSG Dibuka Merah, Terjun ke Level 6.083

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Pasar modal Indonesia memulai perdagangan hari ini dengan nada negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung dibuka di zona merah dan bertengger di kisaran level 6.000-an. Data dari RTI pada Selasa (29 September 2026) mencatat, indeks berada di angka 6.083, atau turun 64,29 poin (1,05%) dari posisi pembukaan di level 6.118.

Sepanjang sesi pagi, pergerakan IHSG berada di rentang yang cukup sempit, dengan level terendah menyentuh 6.070 dan tertinggi di angka 6.126. Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,54 miliar. Jumlah saham yang diperdagangkan pun terbilang besar, yakni 5,24 miliar lembar saham yang berpindah tangan dalam 181.755 kali transaksi.

Dari total transaksi tersebut, mayoritas saham justru berada dalam tekanan. Sebanyak 475 saham tercatat melemah, sementara 118 saham lainnya menguat, dan 137 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen jual masih mendominasi pasar.

Pelemahan hari ini bukan hanya fenomena harian. Secara mingguan, IHSG sudah terkoreksi 3,15%. Lebih parah lagi, secara bulanan indeks ambles hingga 7,89%. Ini menjadi sinyal bahwa tekanan jual sudah berlangsung cukup lama.

Namun, ada sedikit kabar positif. Dalam rentang tiga bulan terakhir, IHSG masih mencatatkan penguatan sebesar 3,11%. Sayangnya, jika melihat enam bulan ke belakang, kinerja indeks justru jeblok hingga minus 18,30%. Artinya, tren jangka pendek memang masih suram, meskipun sempat ada perbaikan dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi pasar yang fluktuatif ini tentu menjadi perhatian bagi para investor. Dengan mayoritas saham yang melemah, pelaku pasar tampaknya masih menunggu kejelasan arah kebijakan ekonomi dan faktor eksternal lainnya. Tekanan jual yang dominan ini bisa berlanjut jika tidak ada sentimen positif baru yang mampu mengangkat kepercayaan pasar.

IHSGpasar modalsaham melemahtekanan jualindeks sahamkoreksi pasarinvestor

Komentar

Memuat komentar...