Luhut & Prabowo Fokus IFC Bali, Target Ratusan Miliar Dolar
Gambar atau konten salah?
Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, bertemu dengan Prabowo Subianto pada 09 Juni 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut difokuskan pada rencana pengembangan family office di IFC Bali.
Dalam diskusi, Luhut menegaskan bahwa inisiatif ini dapat menarik ratusan miliar dolar AS ke Indonesia. Ia menjelaskan bahwa family office akan menjadi pusat bagi investasi keluarga kaya, yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai hub keuangan regional.
“Tadi juga Presiden memberikan arahan lagi mengenai IFC, family office, yang nanti akan ada pertemuan sekitar bulan Juli di Bali dan kita berharap itu ada potensi kira-kira berapa ratus miliar dolar yang kemungkinan akan masuk ke Indonesia,” ujarnya.
Luhut menekankan pentingnya menciptakan sentimen positif bagi investor global. “Ini potensi harus kita jaga dengan berita bagus dari Indonesia,” tutur Luhut, menyoroti peran media dalam mempromosikan peluang investasi.
Selanjutnya, Luhut mengumumkan akan ada pertemuan lanjutan pada Juli, meski belum disebutkan siapa saja yang akan hadir. Rencana ini menandai langkah konkret Indonesia untuk menarik modal asing melalui struktur family office di IFC Bali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
Pemadaman Listrik Jawa: Bahlil Menegaskan Gangguan Teknis
Harga Pertamax Naik, Purbaya: Beberapa Konsumen Pindah
Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Hingga 16.250/ Liter
BPK: Lima ASN Ditangkap KPK Terkait Suap Pemerintah Daerah
Berita Terbaru
Mi Instan: Beban Sodium dan Risiko Metabolik pada Konsumen
Bupati Empat Lawang Tegaskan Anti KKN, Panggil Warga Awasi
Temuan Kepingan Emas di Candi Losari, Fokus Eksplorasi Baru
Piala Dunia 2026 Meksiko: Brazil Siap Hadapi Grup C
Semifinal AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia 0-0
XLSmart: Jembatan Integrasi Tujuh Pilar Digital Indonesia
Inna Sri Sugiati Buka Usaha Asinan Fermentasi, BRI Mendukung
Pertamax Naik Rp 16.250: Menteri Jelaskan Penyesuaian Pasar
