Luhut Minta Semua Pihak Bantu Pendataan Bansos

Mira T. · 2 min baca · 2 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Luhut Minta Semua Pihak Bantu Pendataan Bansos

Gambar atau konten salah?

Luhut Binsar Pandjaitan, yang menjabat sebagai Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, meminta keterlibatan semua pihak dalam pendataan penerima bantuan sosial atau bansos. Menurutnya, proses ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Masyarakat sipil juga harus ikut serta.

Pendataan ini bertujuan untuk mengumpulkan data warga penerima bansos yang lebih akurat. Saat ini, pemerintah sedang melakukan pemadanan data lintas kementerian dan lembaga. Data yang akurat menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.

Luhut menyampaikan hal ini saat ditemui di kantor Kementerian Sosial di Jakarta Pusat, pada 30 September 2026. Ia menjelaskan bahwa TNI, Polri, Kementerian Agama, dan penyuluh pertanian semuanya dilibatkan. "Ini menurut saya satu gerakan nasional yang diarahkan Presiden yang menurut saya sangat baik sekali," ucapnya.

Untuk menjangkau warga di daerah terpencil, pemerintah akan memanfaatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, TNI/Polri, dan aparatur desa. Mereka akan menjadi agen pengumpul data di lapangan. Luhut menegaskan, "TNI, Polri, Babinsa, Babinkamtibmas, ASN, pegawai di gunung-gunung sana, di gunung-gunung, di kampung-kampung itu yang sulit dicapai mungkin oleh orang yang punya HP, itu TNI-Polri itu turun."

Bukan hanya aparat negara. Luhut juga mendorong masyarakat sipil untuk menjadi relawan pendataan. "Anda juga bisa jadi agen. Jadi bukan saya saja yang jadi agen," ucapnya. Semua orang bisa berpartisipasi.

Saat ini, data penerima bansos yang sudah terkumpul baru sekitar 5,5 juta hingga 6 juta orang. Targetnya hingga akhir tahun 2026, jumlah itu harus mencapai 48 hingga 50 juta orang. Angka yang masih jauh dari target.

Luhut punya perhitungan. Jika ada 500 ribu agen yang bekerja, dan masing-masing mendata dua orang per hari, maka dalam satu bulan bisa terkumpul data 30 juta orang. "Ya sekarang baru 6 juta kali ya. Tapi makanya kita bikin ramai-ramai ini supaya angka ini bisa cepat, dan kita yakin bisa. Karena kalau per hari, kalau kita punya nanti 500 ribu agen. Ya tiap agen ambil 2 orang saja, 1 juta kan. Jadi 1 juta kalau ya 30 hari, 30 juta," pungkasnya.

Dengan melibatkan banyak pihak, pemerintah berharap proses pendataan bisa berjalan lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. Data yang baik akan memastikan bansos sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan. Target 50 juta penerima bukanlah angka yang kecil, tetapi dengan kerja sama semua elemen, hal itu diyakini bisa tercapai.

pendataan bansosLuhut Pandjaitanbantuan sosialakurasi dataagen pendataankolaborasi pemerintahtarget penerima

Komentar

Memuat komentar...