Gubernur Sumsel Sosialisasi Health Tourism di Yogya

Ningsih R. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Gubernur Sumsel Sosialisasi Health Tourism di Yogya

Gambar atau konten salah?

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, sedang gencar memperkenalkan program bernama Sumsel Health Tourism ke masyarakat yang berada di luar provinsi. Program ini dirancang untuk dua tujuan utama: meningkatkan mutu layanan kesehatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumsel.

Pada Jumat, 03 Juli 2026, Deru melakukan sosialisasi di Yogyakarta. Acara ini menyasar Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumsel Yogyakarta dan warga Sumsel yang tinggal di sana. "Saya serius menyosialisasikan program ini di berbagai daerah yang banyak dihuni masyarakat Sumsel. Saya ingin seluruh masyarakat Sumsel, termasuk mahasiswa yang sedang menimba ilmu di luar daerah, mengetahui dan memahami arah pembangunan yang sedang kita lakukan," ujarnya.

Yogyakarta dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai kota pendidikan. Ribuan mahasiswa asal Sumsel berkumpul di sana. Deru melihat mereka sebagai aset penting. "Yogyakarta adalah kota pendidikan. Di sini banyak putra-putri terbaik Sumsel yang sedang belajar dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Saya ingin kalian mengetahui bahwa Sumsel saat ini sedang bergerak dan terus berbenah, termasuk dalam mewujudkan cita-cita sebagai Provinsi Health Tourism," katanya.

Menurut Deru, mahasiswa bukan sekadar pelajar. Mereka adalah agen perubahan dan calon pemimpin. Ia juga mengingatkan bahwa kekayaan alam Sumsel harus dikelola oleh generasi yang kompeten. "Banyak yang mengatakan Sumsel kaya. Kaya SDA, kaya potensi, dan kaya budaya. Namun, apabila kekayaan itu tidak dikelola dengan benar dan tidak dibekali ilmu pengetahuan, pada akhirnya akan dikelola orang lain. Karena itu, kalianlah yang harus mempersiapkan diri menjadi pengelola kekayaan daerah sendiri," ungkapnya.

Gubernur mengajak mahasiswa untuk tetap peduli pada daerah asal, meskipun sedang berada di perantauan. "Tanamkan rasa memiliki yang tinggi terhadap Sumsel. Jangan pernah merasa asing dengan daerah sendiri. Jika saat ini kalian sedang belajar atau bahkan nantinya mengabdi di tempat lain, paling tidak sumbangkan pemikiran, ide, dan kontribusi untuk membangun Sumsel. Kita harus bangga menjadi orang Sumsel," ujarnya.

Deru juga meminta mahasiswa menjadi duta pembangunan. Mereka diminta memperkenalkan potensi Sumsel, terutama di bidang kesehatan. Pemerintah Provinsi Sumsel, katanya, terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Targetnya, rumah sakit di Sumsel bisa bersaing dengan daerah lain dan bahkan luar negeri. "Program Health Tourism ini bukan sekadar slogan. Kita ingin membangun kepercayaan masyarakat bahwa pelayanan kesehatan di Sumsel mampu memberikan pelayanan terbaik. Kita ingin masyarakat tidak lagi berpikir harus pergi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menambahkan bahwa berbagai upaya sedang dilakukan. Mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, akses fasilitas kesehatan, pengadaan alat kesehatan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. "Selain itu, pemerintah terus meningkatkan kualitas rumah sakit dan menghadirkan layanan unggulan, termasuk Medical Check Up (MCU), agar masyarakat Sumsel memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa harus berobat ke luar negeri," imbuhnya.

Program Sumsel Health Tourism pada dasarnya adalah upaya pemerintah daerah untuk menjadikan sektor kesehatan sebagai daya tarik. Bukan hanya untuk warga lokal, tapi juga untuk orang dari luar daerah. Dengan begitu, kunjungan pasien dari luar Sumsel diharapkan bisa menggerakkan ekonomi lokal. Mahasiswa, dalam hal ini, diposisikan sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat Sumsel yang tersebar di berbagai kota.

Gubernur Sumatera SelatanSumsel Health Tourismlayanan kesehatanekonomiYogyakartamahasiswasosialisasi

Komentar

Memuat komentar...