Mahasiswa Jember Protes BBM, Tuntut Penurunan Harga di DPRD

Bima J. · 2 min baca · 1 jam lalu · 4 dibaca
Bisik.id
Mahasiswa Jember Protes BBM, Tuntut Penurunan Harga di DPRD

Gambar atau konten salah?

Ratusan mahasiswa di Jember turun ke jalan untuk menuntut penurunan harga BBM. Mereka menamakan diri sebagai Aliansi Cipayung Plus Jember dan mengunjuk rasa di depan gedung DPRD Jember.

Sebelum memulai orasi, para mahasiswa melakukan long march dari double way kampus Universitas Jember (Unej) pukul 14:36 WIB. Sesampainya di bundaran, mereka langsung mengangkat suara.

" Kami tidak akan berhenti bersuara sampai tuntutan ini dipenuhi. Jangan pernah berpikir represi akan membungkam kami. Negara harus hadir untuk rakyat, bukan untuk kekuasaan," kata salah satu mahasiswa yang berorasi, Romsil, Senin (15/6/2026). Dia juga menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia sedang mengalami krisis. Nilai rupiah turun serta harga BBM naik." Maka akan berdampak terhadap naiknya harga barang-barang pokok, yang tentunya akan merugikan masyarakat," ujarnya. Romsil menambahkan, di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang krisis, pembangunan program-program pemerintah tetap dilakukan dan menguras APBN." Harusnya APBN itu dialokasikan guna mensubsidi kebutuhan masyarakat," paparnya. Romsil menegaskan, tingginya harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) merupakan bukti kegagalan kebijakan fiskal pemerintah." Maka dari itu, kami mendesak pemerintah menurunkan harga BBM dan bahan pokok secara signifikan," tandasnya.

Protes ini berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026. Para pelaku mengangkat mobil komando berisi sound system, dan mahasiswa bergantian mengisi mikrofon.

Romsil menegaskan bahwa ekonomi Indonesia sedang krisis, nilai rupiah turun, dan harga BBM naik. Ia menilai bahwa kenaikan harga barang pokok akan merugikan masyarakat.

Ia juga menilai bahwa program pemerintah tetap berjalan dan menguras APBN, sementara dana seharusnya digunakan untuk mensubsidi kebutuhan rakyat.

Dalam pidatonya, Romsil menegaskan bahwa tingginya harga kebutuhan pokok dan BBM merupakan bukti kegagalan kebijakan fiskal pemerintah. Ia mendesak penurunan harga BBM dan bahan pokok secara signifikan.

Protes ini menggambarkan ketegangan antara mahasiswa dan kebijakan fiskal pemerintah. Mereka menuntut penurunan harga BBM dan penggunaan APBN untuk subsidi rakyat.

Mahasiswa JemberBBMAPBNKrisis EkonomiPenurunan HargaKebijakan FiskalSubsidiRupiah Turun

Komentar

Memuat komentar...