Mahasiswa Jember Protes BBM, Tuntut Penurunan Harga di DPRD
Gambar atau konten salah?
Ratusan mahasiswa di Jember turun ke jalan untuk menuntut penurunan harga BBM. Mereka menamakan diri sebagai Aliansi Cipayung Plus Jember dan mengunjuk rasa di depan gedung DPRD Jember.
Sebelum memulai orasi, para mahasiswa melakukan long march dari double way kampus Universitas Jember (Unej) pukul 14:36 WIB. Sesampainya di bundaran, mereka langsung mengangkat suara.
" Kami tidak akan berhenti bersuara sampai tuntutan ini dipenuhi. Jangan pernah berpikir represi akan membungkam kami. Negara harus hadir untuk rakyat, bukan untuk kekuasaan," kata salah satu mahasiswa yang berorasi, Romsil, Senin (15/6/2026). Dia juga menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia sedang mengalami krisis. Nilai rupiah turun serta harga BBM naik." Maka akan berdampak terhadap naiknya harga barang-barang pokok, yang tentunya akan merugikan masyarakat," ujarnya. Romsil menambahkan, di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang krisis, pembangunan program-program pemerintah tetap dilakukan dan menguras APBN." Harusnya APBN itu dialokasikan guna mensubsidi kebutuhan masyarakat," paparnya. Romsil menegaskan, tingginya harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) merupakan bukti kegagalan kebijakan fiskal pemerintah." Maka dari itu, kami mendesak pemerintah menurunkan harga BBM dan bahan pokok secara signifikan," tandasnya.
Protes ini berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026. Para pelaku mengangkat mobil komando berisi sound system, dan mahasiswa bergantian mengisi mikrofon.
Romsil menegaskan bahwa ekonomi Indonesia sedang krisis, nilai rupiah turun, dan harga BBM naik. Ia menilai bahwa kenaikan harga barang pokok akan merugikan masyarakat.
Ia juga menilai bahwa program pemerintah tetap berjalan dan menguras APBN, sementara dana seharusnya digunakan untuk mensubsidi kebutuhan rakyat.
Dalam pidatonya, Romsil menegaskan bahwa tingginya harga kebutuhan pokok dan BBM merupakan bukti kegagalan kebijakan fiskal pemerintah. Ia mendesak penurunan harga BBM dan bahan pokok secara signifikan.
Protes ini menggambarkan ketegangan antara mahasiswa dan kebijakan fiskal pemerintah. Mereka menuntut penurunan harga BBM dan penggunaan APBN untuk subsidi rakyat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tren Minum Susu Putih 1 Muharram: Tradisi & Makna
Ratusan Pendaki Gunung Lawu Daftar Untuk Suro 1 290
Jawa Timur Ajukan 750 CPNS, 1.315 PPPK 2026 ke Kemenpan RB
Gresik Siapkan Pilkades 2026 dengan E‑Voting Digital
Doa Awal 1 Muharram: Cara Membaca & Makna Penuh Lengkap
Puasa 1 Muharram 1448: Mulai Tahun Baru Islam Penting
Berita Terbaru
Zomato: Tidak Ada Promo Biryani 370 Rupee, Klarifikasi
Caleta-Car: Kroasia Siap Hadapi Inggris di AT&T Stadium
Danantara: 122 Investor Asing Yakinkan Pasar, Naik 4,12%
ESDM Usulkan Rp 815,56 Miliar Kompor Listrik, Kurangi Impor LPG
Suzuki Grand Vitara: Fitur Kenyamanan di Perjalanan Panjang
Jakarta Bebas Ganjil Genap Selasa 16 Juni 2026 1 Muharram
Neuer Usia 40 Tampil, Raih Tiga Rekor di Piala Dunia 2026
FIFA Perkenalkan Teknologi Offside AI di Piala Dunia 2026