Makanan Berusia Ribuan Tahun Ditemukan Masih Utuh
Gambar atau konten salah?
Para ilmuwan baru saja mengungkap sederet temuan makanan kuno yang kondisinya masih sangat baik, meskipun sudah terkubur selama ratusan hingga ribuan tahun. Temuan-temuan ini membuka jendela ke masa lalu, memperlihatkan bagaimana nenek moyang kita menyimpan dan mengawetkan makanan.
Di Lembah Acarí, Peru, para arkeolog menemukan dua kentang beku kering, atau yang dikenal sebagai chuño, di situs Tambo Viejo. Kentang ini diperkirakan berusia sekitar 500 tahun, berasal dari masa Kekaisaran Inca. Hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of Field Archaeology ini menunjukkan bahwa masyarakat Inca sudah sangat mahir dalam teknik pengawetan pangan. Lidio Valdez, pemimpin penggalian, mengatakan satu-satunya perbedaan antara kentang purba ini dengan chuño modern adalah ukurannya yang lebih kecil karena penyusutan. Valdez juga menjelaskan bahwa chuño kemungkinan didistribusikan menggunakan karavan llama dan disimpan dalam wadah keramik yang ditanam di bawah tanah. Cara ini membuat makanan tersebut tahan lama dan tidak mudah busuk.
Penemuan lain yang tak kalah mencengangkan adalah roti berusia 5.000 tahun di Provinsi Eskisehir, Turki. Roti ini ditemukan pada pertengahan 2025 dan diperkirakan berasal dari sekitar 3.300 SM, atau Zaman Perunggu. Kondisinya masih utuh. Menurut Murat Terkteki, kepala tim penggalian, roti tersebut awet karena sempat terbakar dan kemudian terkubur di bawah pintu masuk sebuah rumah kuno. Analisis menunjukkan roti itu terbuat dari gandum Emmer kasar yang dicampur dengan lentil. Temuan ini menginspirasi beberapa pembuat roti di Turki untuk mencoba merekonstruksi resep kuno tersebut. Mereka menggunakan gandum Kavilca, bulgur, dan lentil untuk menghasilkan roti bergaya kuno yang rendah gluten.
Di China, para arkeolog menemukan 40 dumpling berusia sekitar 2.000 tahun di Provinsi Henan pada tahun 2023. Temuan ini diyakini sebagai dumpling tertua yang pernah ditemukan dalam penelitian arkeologi. Dumpling-dumpling tersebut berada di dalam kotak kayu di ruang makam yang terendam air tanah, sehingga kondisinya tetap terjaga. Dari 40 dumpling, 39 di antaranya berisi nasi mentah, sementara satu lainnya berisi millet. Semua dumpling dibungkus dengan daun oak manis dan memiliki diameter sekitar 10-15 cm. Para arkeolog juga menemukan ranting yang diduga digunakan untuk mengikat dumpling. Penemuan ini memperkuat bukti bahwa dumpling sudah dikenal sejak masa Dinasti Han, sekitar 200 SM.
Sebelumnya, di situs arkeologi Lajia, Provinsi Qinghai, China, para arkeolog menemukan semangkuk mie berusia sekitar 4.000 tahun. Temuan ini menjadi bukti fisik tertua keberadaan mie. Untaian mie yang ditemukan memiliki panjang lebih dari 50 cm dan bentuknya mirip dengan mie tarik tangan modern. Hasil analisis menunjukkan mie kuno ini dibuat dari biji millet, bukan dari gandum seperti kebanyakan mie saat ini. Penemuan ini membuktikan bahwa orang-orang di China sudah menguasai teknik pembuatan mie sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum catatan tertulis pada masa Dinasti Han.
Di Irlandia, para arkeolog menemukan gumpalan mentega kuno dari sebuah kawasan rawa. Mentega ini diperkirakan berusia sekitar 5.000 tahun. Penemuan ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Irlandia kuno yang menyimpan mentega dengan cara menguburnya di dalam lumpur menggunakan wadah kayu. Metode ini dipercaya dapat memperpanjang masa simpan makanan. Setelah ribuan tahun terkubur, warna mentega berubah akibat proses alami di dalam rawa. Salah satu gumpalan mentega yang ditemukan memiliki berat sekitar 36 kilogram, sementara temuan lainnya bahkan mencapai 45 kilogram. Seorang chef terkenal, Kevin Thornton, pernah mencicipi mentega kuno tersebut dan menggambarkan rasanya sudah tengik.
Semua temuan ini, dari kentang beku di Peru hingga mentega di Irlandia, menunjukkan bahwa teknik pengawetan makanan bukanlah penemuan modern. Masyarakat kuno di berbagai belahan dunia telah mengembangkan metode penyimpanan yang efektif, memungkinkan makanan bertahan dalam waktu yang sangat lama. Temuan-temuan ini tidak hanya memberikan informasi tentang apa yang dimakan nenek moyang kita, tetapi juga bagaimana mereka mengelola dan menyimpan persediaan makanan mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Makanan Berusia Ribuan Tahun Ditemukan Masih Utuh
Spanyol vs Belgia: Rekor Sempurna Diuji di Piala Dunia 2026
Trio Gebrak: Sahabat Seperjuangan di Pelatnas PBSI
Tiga Tewas dalam Tabrakan Truk di Tulang Bawang
Bekas RSUD Soreang Disulap Jadi SMPN 5
Ed Sheeran Hibur Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Limbah Pusat Data Meta Tercemar Bakteri Mematikan
Prabowo: Ada Oknum Menyusup di Program MBG