Bekas RSUD Soreang Disulap Jadi SMPN 5
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kabupaten Bandung berencana menghidupkan kembali bangunan bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang. Gedung yang sudah lama tidak difungsikan itu akan diubah menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Soreang.
Bangunan eks RSUD Soreang ini terletak di depan Alun-alun Utara Soreang. Kondisinya saat ini cukup memprihatinkan. Di bagian depan, sebagian ruangan masih dipakai untuk Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kabupaten Bandung. Sementara area belakang gedung benar-benar kosong dan tidak terpakai. Cat di beberapa bagian sudah mengelupas. Plafon juga terlihat bolong. Tanaman liar tumbuh di sana-sini.
Pelayanan rumah sakit sudah dipindahkan beberapa tahun lalu ke gedung baru RSUD Otista Soreang di Jalan Gading Tutuka. Kini, bangunan tua itu akan kembali berfungsi sebagai tempat belajar.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung bersama pihak Kecamatan Soreang sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Kepala Disdik Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, mengatakan bahwa dari sisi konstruksi, bangunan bekas rumah sakit ini bisa menjadi alternatif yang sangat representatif.
"Setelah kami melakukan survei langsung ke lapangan, ternyata dari sisi konstruksi, bangunan eks Rumah Sakit (RS) Soreang bisa menjadi alternatif yang sangat representatif," ujar Asep.
Menurut Asep, struktur bangunan masih sangat aman dan layak. Pemerintah daerah tinggal melakukan perapian dan penataan untuk menyesuaikan kebutuhan pembelajaran. Beberapa pekerjaan yang diperlukan antara lain perbaikan sekat ruangan, plafon, dan pengerjaan lantai.
SMPN 5 Soreang sendiri sudah berjalan selama tiga tahun. Namun, aktivitas belajar mengajar masih menumpang di SD Cibiru. Tahun ini, sekolah itu sudah meluluskan angkatan pertamanya. Siswa kelas 2 dan kelas 3 yang saat ini masih belajar di SD Cibiru nantinya akan dipindahkan ke gedung baru ini begitu fasilitasnya siap.
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan strategis. Asep menyebutkan bahwa penggunaan gedung eks RSUD ini merupakan arahan langsung dari Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Dari sisi lokasi, gedung ini dinilai sangat ideal untuk menampung lulusan di wilayah Soreang.
Menariknya, bangunan ini secara historis dulunya adalah bekas Sekolah Dasar (SD) Soreang. Jadi, gedung ini akan dikembalikan fungsinya seperti semula sebagai fasilitas pendidikan.
"Jadi, gedung ini akan dikembalikan fungsinya seperti semula, yaitu sebagai fasilitas pendidikan untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas SMP Negeri 5 Soreang," kata Asep.
Lokasi gedung ini juga strategis dan terintegrasi. Berdekatan dengan Kantor Kecamatan, Polsek, Masjid Agung, dan Alun-Alun Soreang. Asep berharap sekolah ini bisa menjadi ikon baru di wilayah tersebut.
Pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan BKAD, BKPSDM, dan Disperdagin. Surat permohonan resmi untuk pemanfaatan gedung eks RSUD Soreang bagi kebutuhan SMPN 5 Soreang juga sudah dibuat.
Gedung eks RSUD Soreang memiliki tiga lantai. Fasilitasnya cukup baik, dilengkapi lift di bagian depan, ruang terbuka di bagian tengah, serta ketersediaan sumber air dan listrik yang memadai. Asep menyebut ini sebagai pilihan taktis bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan aset yang ada.
"Daripada harus melakukan pengadaan lahan baru dan pembangunan fisik dari nol yang membutuhkan anggaran besar dan waktu yang panjang di tengah penyesuaian strategi APBD saat ini," bebernya.
Pemkab Bandung berencana melibatkan tim konsultan teknis untuk menguji ulang kelayakan struktur bangunan. Mereka juga akan menyusun perencanaan perbaikan secara detail, termasuk membenahi jaringan instalasi listrik. Semua ini dilakukan agar penggunaan gedung bisa direncanakan dengan matang.
Salah satu kelebihan bangunan bekas rumah sakit ini adalah ketersediaan unit kamar mandi di setiap ruangan. Menurut Asep, hal ini membuat rasio kebutuhan toilet bagi siswa akan sangat terpenuhi dan sesuai dengan standar kesehatan. Tinggal diatur teknis penyekatan ruangannya saja.
Untuk fasilitas upacara dan olahraga, para siswa nantinya bisa memanfaatkan area Alun-Alun Soreang yang berada dekat dengan lokasi sekolah.
Pemanfaatan gedung ini juga menjadi bagian dari upaya menata estetika kawasan Alun-Alun Soreang. Selama ini, area di depan eks RSUD Soreang yang berbatasan langsung dengan alun-alun terkesan cukup kumuh. Pagar depannya dipenuhi bangunan liar dan papan informasi yang tidak tertata.
"Dengan hadirnya sekolah ini, kawasan yang tadinya gelap akan menjadi hidup dan memperkuat kelengkapan fasilitas publik di pusat Soreang bersama dengan Kantor Kecamatan, Masjid Agung, dan Polsek. Dari segi aksesibilitas dan keamanan lalu lintas, pergerakan siswa juga akan lebih mudah terkonsolidasi karena jalurnya searah," ungkap Asep.
Ke depannya, sekolah ini ditargetkan bisa dikembangkan menjadi 11 rombongan belajar. Saat ini, SMPN 5 Soreang baru memiliki tiga rombongan belajar. Pemerintah daerah juga tetap memperhitungkan keberadaan sekolah swasta di sekitarnya agar mereka tetap mendapatkan ruang untuk menerima murid.
"Terlebih, rasio perbandingan antara lulusan SD dan daya tampung sekolah menengah pertama di Kecamatan Soreang ini masih cukup terbuka," ucap Asep.
Asep berharap proses penataan dan perapian eks RSUD ini bisa dilakukan pada APBD Perubahan. Target optimisnya, pada awal tahun 2027 sudah mulai ada aktivitas di sana. Jika berjalan sesuai rencana, pada tahun ajaran 2027-2028 operasional sekolah sudah bisa berjalan optimal.
Saat ini, nominal perbaikan dan perapian masih dalam proses perhitungan oleh tim konsultan. Beberapa fasilitas di lokasi memang mengalami kerusakan. Namun, Asep menegaskan bahwa secara keseluruhan bagian plafon, lantai, dan koridor di beberapa ruangan masih terpelihara dengan baik.
"Meskipun ada beberapa bagian plafon yang sudah lapuk atau bocor karena sempat lama tidak digunakan, secara keseluruhan bagian plafon, lantai, dan koridor di beberapa ruangan masih terpelihara dengan baik," kata Asep.
Asep menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dan bisa mendaftarkan anak didiknya ke sekolah tersebut jika telah berfungsi. Beberapa area yang dikhawatirkan pun akan diperbaiki dengan bangunan yang lebih baik. Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai keberadaan bekas ruang jenazah di rumah sakit tersebut, area itu nantinya diproyeksikan untuk dialihfungsikan sebagai rumah dinas Kepala Dinas Pendidikan, sehingga tidak akan mengganggu area belajar siswa.
Bangunan eks RSUD Soreang yang semula merupakan SD, kemudian berubah menjadi rumah sakit, kini akan kembali ke fungsi awalnya sebagai tempat pendidikan. Pemerintah daerah memilih memanfaatkan aset yang sudah ada daripada membangun dari nol, sebuah langkah yang dinilai lebih efisien di tengah keterbatasan anggaran. Meski masih perlu perbaikan, struktur bangunan dinilai masih kokoh dan lokasinya yang terintegrasi dengan fasilitas publik lain menjadi nilai tambah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Koma di Jeddah, Suami Ojol Minta Bantuan Gubernur
2.663 ASN Jabar Terindikasi Judi Online, Sanksi Menanti
Anggaran Miliaran RSUD Palabuhanratu Disorot, Stok Obat Kosong
Batu Bara Berbahaya di Laut, Bupati Minta Pengangkatan Diutamakan
Perpustakaan Gasibu Dibongkar, Layanan Baca Pindah Sementara
Komdigi Bantah Elon Musk Danai Makan Bergizi Gratis
Berita Terbaru
Bekas RSUD Soreang Disulap Jadi SMPN 5
Ed Sheeran Hibur Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Limbah Pusat Data Meta Tercemar Bakteri Mematikan
Prabowo: Ada Oknum Menyusup di Program MBG
KAI Pastikan Perjalanan Kereta di Tanggul Lapindo Normal
Spanyol Tanpa Kebobolan Hadapi Belgia di Perempatfinal Piala Dunia
Prabowo: MBG Dilanjutkan, Maling Diburu Lewat TikTok
