Bisnis Kuliner Artis Banyak yang Tutup

Fajar H. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Bisnis Kuliner Artis Banyak yang Tutup

Gambar atau konten salah?

Bisnis makanan memang terlihat menggiurkan. Tapi kenyataannya, tidak semua yang memulai bisa bertahan. Beberapa artis dan selebgram Indonesia pernah membuka usaha kuliner, namun akhirnya harus menutup gerai mereka.

Tasya Farasya, seorang selebgram dan beauty influencer terkenal, memulai bisnis kopi bernama Golden Black Coffee di Kemang, Jakarta Selatan. Beberapa tahun kemudian, ia memperluas usahanya dengan membuka restoran Golden Black Gourmet. Tempat ini mengusung konsep modern classical yang mewah dan elegan. Sayangnya, restoran tersebut tutup sebelum genap berusia satu tahun.

Rachel Vennya juga pernah merambah bisnis kuliner. Ia memiliki Sate Taichan Goreng yang sempat viral. Ada juga Rumah Sedep yang menyajikan menu tradisional. Namun, Rumah Sedep sudah tutup pada tahun 2020. Ngikan, menu yang sempat populer pada 2019, juga dilaporkan tutup. Padahal, dulu untuk mencicipinya orang harus mengantre hingga 2,5 jam.

Jesselyn Lauwreen, pemenang MasterChef Indonesia Season 8, membuka restoran pertamanya pada 2024. Restoran itu bernama Sanuk Thai Noodle. Tempat ini sukses menarik perhatian banyak pecinta kuliner. Tapi setelah lebih dari satu tahun, Jesselyn mengumumkan bahwa restoran tersebut tutup pada 30 September 2025. Saat ini ia fokus pada bisnis lain seperti Amore Liora Restaurant & Café, J's Sandwiches, dan J's Takeouts.

Fadil Jaidi, seorang selebgram, juga pernah memiliki beberapa bisnis kuliner. Ia menggunakan nama 'Pak Muh' untuk beberapa usahanya. Pak Muh adalah ayah Fadil yang populer karena interaksi hangat dengan anaknya. Waroeng Pak Muh yang menjual bakso kini tutup permanen. Traffic Bun, yang menawarkan burger dan hot dog, juga tutup. Saat pertama dibuka, Traffic Bun sempat membuat orang antre berjam-jam.

Ussy Sulistiawaty, istri Andika Pratama, sering membagikan momen memasak di media sosial. Ia membuka warung makan bernama Nasi Bejeg Wijaya di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan. Menu andalannya adalah nasi bejeg—nasi dengan sambal pedas yang nagih, disajikan dengan ayam goreng serundeng gurih. Sambalnya benar-benar pedas. Namun, Ussy mengumumkan akan menutup gerai tersebut. Ia mengaku berat hati karena usaha itu dibangun dengan penuh cinta.

Dari beberapa kasus di atas, terlihat bahwa popularitas tidak selalu menjamin kesuksesan bisnis kuliner. Antrean panjang di awal pembukaan pun tidak bisa menjadi jaminan usaha akan bertahan lama. Faktor konsistensi, lokasi, dan manajemen tampaknya memegang peranan penting.

bisnis kulinerartisselebgramusaha tutuprestoranmakananpopuler

Komentar

Memuat komentar...