Anomali Coffee Buka Magang Remaja Jadi Barista
Gambar atau konten salah?
Anomali Coffee memanfaatkan masa liburan sekolah dengan menawarkan program yang bermanfaat. Anak-anak sekolah bisa merasakan langsung bagaimana menjadi kasir hingga barista selama liburan.
Liburan menjelang tahun ajaran baru selalu menjadi momen yang dinanti-nanti. Waktu istirahat dari rutinitas belajar di sekolah terasa begitu istimewa. Tapi, liburan tidak harus dihabiskan hanya dengan bersantai di rumah.
Lewat program bernama Next Origin, Anomali Coffee menghadirkan kegiatan yang lebih produktif untuk mengisi waktu luang para pelajar. Program ini bernama Youth Internship dan terbuka untuk remaja usia 13 hingga 17 tahun. Mereka bisa mengikutinya di beberapa cabang Anomali Coffee yang sudah ditentukan, seperti di Cipete, Menteng, Margonda, Makassar, Pontianak, dan beberapa gerai lainnya.
Setiap batch, peserta yang sudah mendaftar akan menjalani masa magang selama tiga hari. Setiap harinya, mereka akan melakukan roleplay atau bertukar peran. Ada yang menjadi kasir, barista, hingga pelayan yang mencatat dan mengantarkan pesanan pelanggan.
Yang menarik, anak-anak ini langsung berhadapan dengan pelanggan sungguhan yang datang ke kafe. Tentu saja, ada barista profesional yang sudah dilatih khusus untuk mendampingi mereka selama proses ini.
Tim detikFood sempat mengunjungi Anomali Coffee Cipete pada 09 Juli 2024 untuk merasakan pengalaman dilayani oleh para remaja ini. Saat duduk, Mika, salah satu peserta, langsung mendatangi dan mencatat pesanan minuman serta makanan yang diinginkan.
Seperti pelayan di kafe pada umumnya, pengunjung juga bisa bertanya tentang menu andalan atau rekomendasi yang tersedia. Menu yang sudah dicatat kemudian diinput oleh remaja lain yang bertugas di bagian kasir.
Para barista cilik ini mendapatkan banyak materi selama masa magang. Mulai dari membuat latte art, meracik produk non-kopi, menyajikan manual brew, hingga praktik keramahtamahan saat menghadapi pelanggan.
Mika, salah satu peserta, mengaku senang bisa berperan sebagai pelayan dan barista. "Pertama aku dikasih tahu Mama, terus aku dikasih saran. Aku juga kan pulang sekolah suka main ke kafe, jadi penasaran dan pengen ikut di sini," jelas Mika, siswa dari SMA Muhammadiyah 3.
Anak-anak yang bergabung dalam program ini akan dinilai selama masa magang berlangsung. Mereka yang mendapatkan poin tertinggi akan diberi penghargaan berupa 'Sigma Award' sebagai peserta terbaik. Namun, tidak ada tekanan yang diberikan. Program ini memastikan anak-anak menjalani kegiatan produktif dengan tenang dan menikmatinya.
Rumi, siswi Sekolah Harapan Bangsa, mengaku senang bisa belajar membuat latte art. "Jadi, baru kali ini aku belajar bikin latte art dan matcha sendiri. Menurutku, bagian paling menyenangkan itu bikin latte art," ujarnya.
Di akhir masa magang selama tiga hari, para barista cilik ini akan ditantang menjalankan bar tanpa bantuan barista profesional. Kerja sama dan semua kemampuan yang telah diajarkan seolah menjadi ujian akhir sebelum mereka resmi mendapatkan sertifikat dari Anomali Coffee.
Program magang singkat ini memberikan pengalaman langsung di dunia kerja, khususnya di industri kafe. Anak-anak tidak hanya belajar keterampilan teknis seperti meracik kopi, tetapi juga soft skill seperti komunikasi dengan pelanggan dan kerja tim. Ini menjadi alternatif kegiatan liburan yang jauh dari sekadar bermain gawai atau bermalas-malasan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
