Makanan yang Sering Dipandang Buruk, Faktanya Kaya Nutrisi

Dani L. · 3 min baca · 2 hari lalu · 21 dibaca
Bisik.id
Makanan yang Sering Dipandang Buruk, Faktanya Kaya Nutrisi

Gambar atau konten salah?

Sering kali, orang menilai makanan tertentu tidak sehat hanya karena kandungan lemak, karbohidrat, atau kolesterolnya. Namun, penilaian semacam itu belum tentu akurat. Seiring ilmu gizi berkembang, banyak makanan yang dulu dihindari kini terbukti memiliki manfaat kesehatan. Kuncinya terletak pada porsi dan cara konsumsinya, karena semua makanan tersebut tetap mengandung nutrisi penting.

Berikut enam makanan yang sering dianggap buruk, namun sebenarnya kaya nutrisi dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh, menurut para ahli gizi.

1. Makanan Beku

Makanan beku tidak hanya terbatas pada pizza atau es krim. Banyak buah dan sayuran dibekukan saat masih matang sempurna, sehingga kandungan gizinya tetap terjaga. Proses pembekuan cepat membantu mempertahankan vitamin dan mineral yang ada di dalamnya. Meski praktis dan bernutrisi, tidak semua produk beku memiliki kualitas yang sama.

Menurut Jennifer Patzkowsky, seorang ahli gizi, “pilih produk rendah natrium dan hindari sayuran beku yang dilengkapi saus tinggi garam.” Dengan memperhatikan label, Anda dapat menikmati sayuran beku tanpa menambah asupan garam berlebih.

2. Karbohidrat

Kentang, oat, dan sayuran berpati sering dihindari karena dianggap tinggi karbohidrat. Padahal, karbohidrat merupakan sumber energi penting yang dibutuhkan tubuh setiap hari. “Organ tubuh, terutama otak, ginjal, dan otot, membutuhkan karbohidrat agar dapat berfungsi dengan baik,” ujar Mackenzie Dewsnap, seorang ahli gizi.

Selain energi utama, makanan kaya karbohidrat juga mengandung serat. Serat menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, tubuh mendapat pasokan energi yang stabil tanpa lonjakan gula darah.

3. Gluten

Gluten sering dianggap buruk bagi kesehatan, sehingga banyak orang memilih produk berlabel gluten‑free. Padahal, gluten hanyalah protein alami yang terdapat pada gandum, barley, dan rye. Protein ini memberi tekstur dan elastisitas pada adonan roti maupun pasta.

Produk gandum utuh yang mengandung gluten biasanya kaya serat dan lebih minim proses pengolahan. “Hanya penderita penyakit celiac, alergi gandum, atau intoleransi gluten yang terdampak negatif oleh gluten,” ujar Rachel Caine, MS, RD, LDN, ahli gizi terdaftar. Bagi orang sehat, roti dan pasta gandum utuh tetap bisa menjadi pilihan bergizi.

4. Telur

Telur juga sering dianggap kurang sehat karena mengandung lemak dan kolesterol. Namun, pandangan tersebut kini telah berubah seiring perkembangan penelitian gizi. “Telur memang mengandung lemak, tetapi tidak pada tingkat yang mengkhawatirkan. Sebagian lemaknya juga termasuk lemak baik,” ujar ahli gizi Alexandra Lewis, RD, LDN.

Lewis menambahkan bahwa kolesterol dalam makanan tidak berkaitan langsung dengan kadar kolesterol darah. Selain itu, telur kaya protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh. Dengan konsumsi moderat, telur dapat menjadi sumber nutrisi lengkap.

5. Kopi

Kandungan kafein pada kopi sering dipandang sebelah mata. Padahal, konsumsi kopi dalam jumlah wajar justru dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan. “Kopi mengandung beberapa vitamin B penting dan dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah,” ujar Juliana Dewsnap, RD, LDN, CPT.

Manfaat kopi dapat berkurang jika ditambah bahan tertentu. Sirup manis, mentega, atau minyak berkalori tinggi dapat meningkatkan asupan gula dan lemak berlebih, sehingga efek positifnya berkurang. Menikmati kopi hitam atau dengan sedikit susu rendah lemak dapat memaksimalkan manfaatnya.

6. Produk Susu

Produk susu sering dihindari karena dianggap tinggi lemak. Padahal, susu dan olahannya mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Produk susu umumnya kaya vitamin D, magnesium, kalium, dan protein. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga kesehatan tulang, otot, hingga fungsi tubuh secara keseluruhan.

“Bahkan orang dengan intoleransi laktosa masih dapat menikmati beberapa produk susu fermentasi atau yang telah melalui proses pematangan,” ujar ahli gizi Rachel Caine. “Lebih lanjut, Rachel menyebutkan konsumsi susu dalam jumlah wajar juga dikaitkan dengan pengelolaan berat badan dan kesehatan jantung.” Dengan memilih produk rendah lemak atau fermentasi, Anda tetap mendapatkan manfaat tanpa menambah lemak berlebih.

Kesimpulannya, banyak makanan yang sering dianggap tidak sehat sebenarnya mengandung nutrisi penting dan dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Kuncinya adalah memilih produk berkualitas, memperhatikan porsi, dan mengonsumsi dengan cara yang tepat. Dengan pendekatan ini, pola makan seimbang dapat dicapai tanpa harus menghilangkan makanan favorit.

Makanan BekuKarbohidrat KompleksGlutenTelurKopiSusuNutrisiPorsi

Komentar

Memuat komentar...