Malaysia Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Rp21.000 Per Liter

Teguh A. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Malaysia Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Rp21.000 Per Liter

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Malaysia resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis bensin eceran yang tidak mendapat subsidi. Keputusan ini disampaikan oleh Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) pada Rabu, 16 September 2026.

Harga bensin RON 97 dan RON 95 akan naik sebesar 35 sen per liter. Kenaikan ini berlaku untuk periode 17 hingga 23 September 2026. Setelah kenaikan, harga bensin RON 97 menjadi RM 4,85 per liter. Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp 4.350, angkanya sekitar Rp 21.097 per liter.

Sementara itu, bensin RON 95 tanpa subsidi naik menjadi RM 4,37 per liter. Nilai itu setara dengan sekitar Rp 19.064 per liter. Untuk solar tanpa subsidi, harganya naik menjadi RM 5,27 per liter atau sekitar Rp 22.930 per liter.

MOF menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi ini dipicu oleh tingginya harga bahan bakar global. Penyebab utamanya adalah meningkatnya ketegangan di Asia Barat. Konflik di kawasan itu sudah memasuki hari ke-200.

“Iran telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS terhadap lima kapal tanker Iran. Serangan juga meluas ke Yaman dan infrastruktur energi Arab Saudi. Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz turun ke level satu digit setelah lonjakan serangan tersebut,” tulis MOF dalam pernyataan yang dikutip pada Jumat, 18 September 2026.

“Situasi memburuk setelah serangan pesawat tak berawak memaksa penghentian sementara operasi di sepanjang Jalur Pipa Timur-Barat Arab Saudi. Jalur ini merupakan salah satu rute utama yang menghindari Selat Hormuz,” tambah pernyataan tersebut.

MOF mengatakan perkembangan ini mendorong harga minyak mentah Brent kembali naik di atas US$ 100 per barel. Bahkan, harganya mencapai hampir US$ 110 per barel selama periode perhitungan Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM).

Di sisi lain, MOF menilai gangguan terhadap kapasitas penyulingan di Rusia ikut berperan. Kendala pasokan minyak mentah terus membatasi produksi minyak bumi olahan. Akibatnya, margin penyulingan tetap tinggi dan memberikan tekanan ke atas pada harga minyak bumi global.

Menurut MOF, meningkatnya ketegangan di Asia Barat dan konflik Rusia-Ukraina bisa menyebabkan volatilitas berkepanjangan pada harga minyak global. Meski begitu, Pemerintah Madani berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat dan bisnis dari dampak ketidakpastian global.

Kebijakan perlindungan itu dijalankan melalui program subsidi BUDI Madani. Program ini diperuntukkan bagi konsumen yang memenuhi syarat. Lewat BUDI95, penerima manfaat tetap bisa membeli RON 95 seharga RM 1,99 per liter. Pemerintah menanggung subsidi sebesar RM 2,38 per liter. Angka itu setara dengan 54% dari harga tanpa subsidi yang mencapai RM 4,37.

Sementara itu, penerima BUDI Diesel membayar RM 2,10 per liter. Pemerintah memberikan subsidi RM 3,17 per liter atau sekitar 60% dari harga tanpa subsidi sebesar RM 5,27.

Mulai 1 September 2026, pemerintah juga menaikkan batas subsidi bulanan BUDI95 dan BUDI Diesel menjadi 300 liter. Khusus pemilik truk pikap dan jip diesel yang memenuhi syarat, pemerintah memberikan tambahan kuota 100 liter. Dengan begitu, total kuota mereka menjadi 400 liter per bulan.

“Pemerintah Madani akan terus mengambil pendekatan yang bijaksana untuk melindungi rakyat dari fluktuasi harga sekaligus memastikan pasokan bahan bakar nasional tetap mencukupi dan aman,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi di Malaysia ini terjadi di tengah gejolak harga minyak global yang dipicu konflik di Asia Barat dan Rusia-Ukraina. Pemerintah Malaysia memilih untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi sambil memperluas program subsidi bagi kelompok yang memenuhi syarat. Langkah ini menunjukkan upaya menyeimbangkan antara tekanan pasar global dan perlindungan daya beli masyarakat.

Kenaikan BBM MalaysiaHarga BBM nonsubsidiKonflik Asia BaratSubsidi BUDI MadaniHarga minyak globalSelat HormuzRON 97 dan RON 95

Komentar

Memuat komentar...