Pemerintah Lelang 8 Blok Migas Tahap II 2026
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia kembali membuka kesempatan bagi perusahaan untuk mengelola wilayah minyak dan gas bumi. Kali ini, delapan wilayah kerja (WK) migas ditawarkan dalam lelang tahap II tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mendorong eksplorasi dan menemukan cadangan baru. Tujuannya jelas: menjaga produksi tetap berjalan dan memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengumumkan lelang ini. Penawaran dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan potensi migas nasional. "Penambahan cadangan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi Minyak dan Gas Bumi serta memenuhi kebutuhan energi nasional di masa mendatang," tulis Kementerian ESDM dalam keterangan resmi pada Jumat, 18 September 2026.
Pemerintah terus memperbaiki kebijakan pengelolaan hulu migas. Tujuannya menciptakan iklim investasi yang kompetitif. Juga memberi kepastian bagi kontraktor. Beberapa kebijakan sudah disiapkan. Antara lain peningkatan porsi bagi hasil untuk kontraktor, FTP sebesar 10%, nilai minimum Signature Bonus berdasarkan risiko, dan fleksibilitas memilih skema kontrak Cost Recovery atau Gross Split.
Ada juga insentif lain. Pemerintah memberikan 100% harga DMO (Domestic Market Obligation). Kontraktor dibebaskan dari kewajiban relinquishment dalam tiga tahun pertama masa komitmen. Kemudahan akses data juga diberikan melalui keanggotaan Migas Data Repository. Fasilitas perpajakan sesuai ketentuan tersedia. Kontraktor bahkan bisa mengajukan insentif jika ada kendala keekonomian dalam pengembangan wilayah kerja.
"Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk menciptakan iklim investasi hulu Minyak dan Gas Bumi yang semakin kompetitif, sekaligus memberikan ruang bagi Kontraktor untuk mengoptimalkan pengembangan Wilayah Kerja yang dikelola," jelas pernyataan Kementerian ESDM.
Berikut delapan wilayah kerja migas yang dilelang:
- Jago - Luas 8.487,61 km². Kontrak Cost Recovery. Komitmen: G&G dan akuisisi serta pemrosesan Seismik 3D seluas 500 km². Bonus: US$ 200.000. Mekanisme: Penawaran Langsung.
- Mahesa - Luas 9.145,66 km². Kontrak Cost Recovery. Komitmen: G&G dan akuisisi serta pemrosesan Seismik 2D sepanjang 1.000 km. Bonus: US$ 200.000. Mekanisme: Penawaran Langsung.
- Rafflesia - Luas 9.027,74 km². Kontrak Cost Recovery. Komitmen sama dengan Mahesa, Seismik 2D 1.000 km. Bonus: US$ 200.000. Penawaran Langsung.
- Belibis - Luas 4.860,47 km². Kontrak Cost Recovery. Komitmen: G&G dan pengeboran 1 sumur eksplorasi. Bonus: US$ 200.000. Penawaran Langsung.
- Talu - Luas 4.678,26 km². Kontrak Cost Recovery atau Gross Split. Komitmen: G&G dan akuisisi Seismik 3D seluas 500 km². Bonus: US$ 200.000. Penawaran Langsung.
- Manta - Luas 8.498,81 km². Kontrak Cost Recovery. Komitmen: G&G dan Seismik 2D sepanjang 1.000 km. Bonus: US$ 200.000. Penawaran Langsung.
- Palu - Luas 7.912,78 km². Kontrak Cost Recovery. Komitmen: G&G dan Seismik 2D sepanjang 300 km. Bonus: US$ 200.000. Penawaran Langsung.
- Leti Selatan - Luas paling besar, 11.226,09 km². Kontrak Cost Recovery atau Gross Split. Komitmen: G&G dan Seismik 3D seluas 250 km² atau 2D sepanjang 1.000 km. Bonus: US$ 200.000. Mekanisme: Reguler, satu-satunya yang berbeda dari tujuh lainnya.
Bagi badan usaha atau bentuk usaha tetap yang tertarik, proses lelang sudah dijadwalkan. Untuk tujuh wilayah dengan mekanisme penawaran langsung—Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, dan Palu—jadwalnya sebagai berikut:
- Akses Bid Document: 17 September 2026 sampai 31 Oktober 2026
- Batas akhir pemasukan Dokumen Partisipasi: 2 November 2026
Sementara untuk Wilayah Kerja Leti Selatan yang menggunakan mekanisme reguler, jadwalnya berbeda:
- Akses Bid Document: 17 September 2026 sampai 14 Januari 2027
- Batas akhir pemasukan Dokumen Partisipasi: 14 Januari 2027
Badan usaha yang berminat bisa registrasi dan mengakses Bid Document melalui laman lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi sesuai jadwal. Informasi lebih lanjut bisa diakses di https://esdm.go.id/wkmigas/.
Lelang tahap II tahun 2026 ini menunjukkan pemerintah masih mengandalkan sektor hulu migas sebagai salah satu pilar energi nasional. Dari delapan wilayah yang ditawarkan, sebagian besar menggunakan skema Cost Recovery dengan bonus tetap US$ 200.000. Hanya Talu dan Leti Selatan yang memberi opsi Gross Split. Wilayah Leti Selatan juga menjadi satu-satunya yang menggunakan mekanisme lelang reguler, berbeda dengan tujuh lainnya yang pakai penawaran langsung. Ini berarti prosesnya lebih panjang dan mungkin lebih ketat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara
PLN Ditugaskan Kelola Panas Bumi Gunung Ungaran 55 MW
AS Sanksi BitBank, Bursa Kripto Pendanaan IRGC
Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Petani Kebanjiran Untung
Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Warteg Kelimpungan
Berita Terbaru
Pemerintah Lelang 8 Blok Migas Tahap II 2026
Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara
PLN Ditugaskan Kelola Panas Bumi Gunung Ungaran 55 MW
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin Sentuh US$ 76.400
BOJ Diprediksi Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Tertinggi Sejak 1995
