Malioboro Sepi Sabtu Pagi, Jumlah Pengunjung Turun 60%
Gambar atau konten salah?
Malioboro di Yogyakarta tetap tenang pada pagi hari Sabtu, 21 Maret 2026. Suasana berbeda dari biasanya, ketika kawasan ini biasanya dipadati pengunjung Lebaran.
Cuaca cerah memberi kesan gerah, tetapi jalan tetap sepi. Pedagang kios belum mengisi tempatnya, dan ruang parkir masih kosong. Kuda delman masih terdengar di sepanjang trotoar, menambah nuansa tenang.
“Ini hanya 40 persen dari tingkat kunjungan tahun‑tahun sebelumnya,” kata Sugeng, juru parkir. Ia biasanya mengawasi ratusan motor, namun pada hari itu hanya sekitar 15 motor yang berada di area tersebut. Sugeng berharap lalu lintas akan meningkat di sore hari, seperti biasanya setelah Ashar.
Joko Lelono, ketua RW 4 Pecinan Ketandan dan anggota Linmas, menambahkan bahwa kendaraan luar kota sangat sedikit. Ia mengamati bahwa pasar Beringharjo, yang biasanya ramai seminggu menjelang Lebaran, juga terlihat sepi pada hari ini.
Kelangkaan pengunjung ini menciptakan kesempatan bagi wisatawan yang ingin berfoto dengan pakaian tradisional di bawah sinar matahari cerah. Tanpa keramaian, setiap sudut Malioboro tampak lebih menarik sebagai spot foto.
Ringkasan: Pada pagi Sabtu, 21 Maret 2026, Malioboro di Yogyakarta tetap sepi, berbeda dari kebiasaan ramai saat Lebaran. Suasana tenang, cuaca cerah, dan sedikit kendaraan membuat kawasan ini cocok untuk berfoto. Pihak parkir dan warga menantikan peningkatan kunjungan di sore hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
