Matcha Bantu Kurangi Bersin Tanpa Sembuh Alergi di Hewan

Yanto K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Matcha Bantu Kurangi Bersin Tanpa Sembuh Alergi di Hewan

Gambar atau konten salah?

Setiap kali hidung tersumbat dan bersin tak terhenti, banyak orang mencari cara cepat meredakan gejala. Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 20 April 2026 di jurnal NPJ Science of Food menunjukkan bahwa minuman hijau tradisional, matcha, dapat menurunkan frekuensi bersin pada hewan percobaan.

Penelitian tersebut menggunakan tikus yang diberi ekstrak matcha. Hasilnya, tikus yang menerima ekstrak tersebut bersin jauh lebih sedikit dibandingkan kelompok kontrol yang tidak mendapat ekstrak. Yang menarik, peneliti menemukan bahwa penurunan bersin tidak terjadi melalui jalur alergi konvensional seperti imunoglobulin E (IgE), sel mast, atau sel T.

Alih‑alih, matcha tampaknya menekan aktivitas di batang otak yang terlibat dalam refleks bersin. Temuan ini menunjukkan adanya jalur neurologis yang berbeda dalam meredakan gejala alergi. Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa konsumsi matcha tidak dapat menyembuhkan alergi.

Osamu Kaminuma, salah satu penulis studi, menjelaskan, “matcha kemungkinan hanya meringankan gejala saja, terutama dalam mengurangi bersin. Kami tidak mengklaim matcha memberikan efek pengobatan yang signifikan terhadap alergi, tetapi minuman ini bisa membantu meredakan gejala seperti bersin.”

Para ahli juga menyoroti mekanisme potensial di balik efek tersebut. Kandungan katekin dalam matcha diyakini dapat menurunkan gejala seperti bersin, hidung gatal, dan mata berair. Salah satu jenis katekin, epigallocatechin gallate (EGCG), berperan menekan pelepasan histamin yang biasanya memicu reaksi alergi.

Keri Gans, RDN dan pembawa podcast The Keri Report, menambahkan, “Namun, penelitian ini masih dilakukan pada hewan, sehingga diperlukan studi lanjutan pada manusia sebelum menarik kesimpulan yang pasti.”

Para ahli juga mengingatkan bahwa konsumsi matcha tidak boleh berlebihan. Menurut mereka, sekitar dua hingga tiga cangkir per hari masih dianggap aman. Namun, terlalu banyak dapat menimbulkan efek samping, seperti gangguan tidur atau pencernaan, karena kandungan kafeinnya yang cukup tinggi.

Selain itu, matcha memiliki manfaat lain. Kandungan L‑theanine membantu relaksasi tanpa menyebabkan kantuk, sementara antioksidan dalam matcha mendukung kesehatan tubuh dan sistem imun. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Produk susu, seperti pada matcha latte, dapat memengaruhi penyerapan katekin. Teh juga dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tinggi zat besi, serta berpotensi berinteraksi dengan obat tertentu seperti antihistamin atau obat jantung.

Secara keseluruhan, minum matcha saat alergi muncul dapat membantu mengurangi gejala bersin, namun tidak boleh dijadikan pengobatan utama untuk menyembuhkan alergi. Penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan untuk memverifikasi temuan ini.

Dengan demikian, bagi yang ingin mencoba matcha sebagai pelengkap, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah moderat dan tetap memantau reaksi tubuh, terutama jika sedang menggunakan obat-obatan alergi.

matchabersinalergiEGCGkatekinjalur neurologisimunoglobulin E

Komentar

Memuat komentar...