Cecina vs Biltong: Duel Kuliner di Piala Dunia 2026
Gambar atau konten salah?
Pada 11 Juni 2026, Piala Dunia 2026 menampilkan dua pertarungan yang tak terduga. Selain laga pembuka Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan, kedua negara juga bersaing lewat kuliner. Kedua bangsa memiliki hidangan daging kering yang mirip namun memiliki ciri khas tersendiri.
Hidangan pertama adalah Cecina, makanan tradisional Meksiko. Cecina dibuat dari irisan daging yang sangat tipis, lalu diawetkan dengan proses penggaraman dan penjemuran. Sejak lama, cecina dikenal sebagai bekal perjalanan karena tahan lama tanpa rusak. Di Morelos, daerah yang terkenal dengan cecina, daging biasanya diasinkan, kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama dua hingga tiga hari sebelum dipanggang di atas bara arang. Hasilnya menghasilkan rasa asin ringan dan aroma khas daging yang diawetkan.
Cecina terbagi menjadi dua jenis utama: daging sapi dan daging babi. Kedua varian ini berkembang berkat kreativitas masyarakat Meksiko yang terus mengembangkan resep tradisional. Proses penggaraman dan penjemuran memberikan tekstur yang renyah namun tetap lembut di dalam.
Hidangan kedua, Biltong, berasal dari Afrika Selatan. Biltong lebih sering dikonsumsi sebagai camilan atau pelengkap. Daging dipotong tipis dan diberi campuran rempah, termasuk garam batu, ketumbar bubuk, allspice, lada hitam dan cuka. Penggunaan cuka menjadi ciri khas utama biltong, berfungsi sebagai pengawet alami dan melunakkan serat daging. Proses ini menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan kenyal, bahkan terasa mirip steak.
- Garam batu
- Ketumbar bubuk
- Allspice
- Lada hitam
- Cuka
Biltong tidak terbatas pada daging sapi atau babi. Masyarakat Afrika Selatan juga membuatnya dari berbagai bahan lain, seperti ikan, burung unta, daging kudu, dan antelop. Karena proses pengawetan yang efektif, biltong dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu memasak tambahan.
- Ikan
- Burung unta
- Daging kudu
- Antelop
Perbandingan antara Cecina dan Biltong menonjolkan perbedaan rasa dan tekstur. Cecina memiliki rasa asin ringan dan aroma panggang, sedangkan biltong menawarkan rasa rempah yang lebih kompleks dan tekstur kenyal. Cecina biasanya dipanggang sebelum disajikan, sementara biltong sering dinikmati langsung.
Keberadaan kedua hidangan ini pada saat pertandingan pembuka Grup A menambah nuansa budaya yang kaya. Penonton dapat merasakan sensasi kuliner yang berbeda sambil menyaksikan aksi di lapangan. Duel kuliner ini menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 tidak hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang warisan budaya yang dapat dinikmati bersama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
