Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry

Eko P. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry

Gambar atau konten salah?

Argentina dan Inggris bertemu di semifinal Piala Dunia 2026. Tapi persaingan mereka tidak cuma di lapangan hijau. Di atas meja makan, dua negara ini punya makanan pastry ikonik yang sering dibanding-bandingkan: empanadas dari Argentina dan Cornish pasty dari Inggris.

Sekilas, keduanya mirip. Sama-sama adonan pastry yang dilipat setengah lingkaran. Isinya daging atau sayuran. Tapi kalau ditelisik lebih dalam, sejarah, bentuk, dan cara penyajiannya sangat berbeda.

Asal usulnya berbeda jauh. Empanadas berasal dari Spanyol. Namanya diambil dari kata "empanar", yang artinya membungkus makanan dengan adonan. Pada abad ke-16, bangsa Spanyol membawa resep ini ke Amerika Selatan, termasuk Argentina. Sementara Cornish pasty lahir di Cornwall, Inggris bagian barat daya. Makanan ini populer pada abad ke-18 hingga ke-19. Para penambang timah membawanya sebagai bekal. Bentuknya yang kokoh membuat pastry ini mudah dibawa ke dalam tambang dan mengenyangkan pekerja selama berjam-jam.

Isiannya pun tidak sama. Empanadas terkenal fleksibel. Hampir setiap daerah di Argentina punya resep sendiri. Isian yang paling umum adalah daging sapi cincang berbumbu, bawang bombai, telur rebus, dan zaitun. Tapi di daerah lain, isiannya bisa ayam, tuna, keju, bayam, jagung, seafood, bahkan varian manis seperti dulce de leche atau cokelat. Sebaliknya, Cornish pasty tradisional punya isian yang lebih baku. Isinya potongan daging sapi, kentang, bawang bombai, dan swede atau rutabaga. Semua bahan dimasukkan dalam keadaan mentah, lalu dipanggang hingga matang bersamaan.

Bentuk lipatannya juga berbeda. Empanadas punya tepian yang dipilin, disebut repulgue. Mirip pastel di Indonesia. Di beberapa daerah Argentina, bentuk pilinan itu bahkan menunjukkan jenis isian di dalamnya. Cornish pasty memiliki lipatan tebal di salah satu sisi. Lipatan ini bukan sekadar hiasan. Dulu, lipatan itu berfungsi sebagai pegangan bagi para penambang yang tangannya kotor akibat debu dan logam. Setelah selesai makan, bagian lipatan itu biasanya dibuang agar makanan tetap higienis.

Tekstur pastry-nya pun tidak sama. Kulit empanadas umumnya lebih tipis dan ringan. Ada yang dipanggang hingga renyah, ada pula yang digoreng hingga keemasan. Cornish pasty dibuat dengan adonan yang lebih tebal dan kuat. Tujuannya agar pastry tidak mudah pecah saat dibawa bepergian atau disimpan dalam tas bekal. Karena itu, Cornish pasty lebih mengenyangkan daripada empanadas.

Cara menikmatinya juga berbeda. Di Argentina, empanadas bisa dimakan kapan saja. Makanan ini sering dijual di toko roti, restoran, hingga pedagang kaki lima. Ukurannya yang relatif kecil membuat empanadas cocok dijadikan camilan, menu pesta, atau makanan praktis saat bepergian. Cornish pasty lebih sering disajikan sebagai makanan utama. Satu buah Cornish pasty umumnya berukuran besar dengan isian melimpah. Cukup untuk satu kali makan. Cornish pasty tradisional juga mendapat status Protected Geographical Indication (PGI) dari Inggris dan Uni Eropa. Artinya, hanya pastry yang dibuat di Cornwall dengan resep tertentu yang berhak menggunakan nama "Cornish pasty".

Dari lima perbedaan ini, terlihat bahwa empanadas dan Cornish pasty adalah dua makanan yang lahir dari kebutuhan dan budaya yang berbeda. Empanadas lebih fleksibel dan bisa dinikmati kapan saja. Cornish pasty dirancang sebagai bekal yang praktis dan mengenyangkan. Keduanya sama-sama lezat, tapi punya cerita yang berbeda.

empanadasCornish pastyArgentinaInggrispastryperbedaanmakanan tradisional

Komentar

Memuat komentar...