Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
Gambar atau konten salah?
Seorang wisatawan asal Indonesia berusia 19 tahun mengaku diminta membayar denda sebesar Rp385.000 saat membawa bakso di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia. Kisahnya menjadi viral setelah ia mengaku tidak mendapatkan bukti pembayaran resmi atas denda tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat pemuda tersebut melakukan perjalanan solo pertamanya ke Malaysia. Ia menceritakan pengalamannya melalui akun Threads @brayenngabriel, yang langsung menarik perhatian warganet.
Sebelum berangkat dari Indonesia, kopernya telah melewati pemeriksaan di bandara tanpa masalah. Makanan berupa bakso yang dibawanya sebagai bekal pun lolos pemeriksaan. Namun, begitu tiba di Malaysia, ia dihentikan di area Bea Cukai. Seorang petugas perempuan menanyakan isi kopernya.
Setelah mengetahui ada bakso di dalam koper, petugas meminta pria itu menepi. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan terhadap kotak berisi makanan tersebut. Petugas kemudian mengatakan bahwa bakso tidak diizinkan masuk ke Malaysia dan harus disita.
Pria itu mengaku bingung. Ibunya, katanya, beberapa kali membawa makanan serupa dari Indonesia ke Malaysia tanpa pernah mengalami masalah. Petugas menjelaskan bahwa kemungkinan pemeriksaan sebelumnya tidak dilakukan secara menyeluruh.
Dalam unggahannya, ia mengaku diberi dua pilihan: membayar denda sekitar Rp385.000 atau membiarkan baksonya disita. Karena mengira dirinya melanggar aturan, ia memilih membayar. Ia menegaskan pembayaran itu dilakukan karena menganggapnya sebagai denda resmi, bukan suap.
"Saya membayar karena takut dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi petugas yang memiliki wewenang. Ini pertama kalinya saya bepergian sendirian. Kalau ada anggota keluarga yang lebih tua, mungkin mereka akan berbicara," tulisnya.
Setelah kembali ke rumah, pria itu mulai mempertanyakan pembayaran yang telah dilakukan. Ia baru menyadari bahwa uang tersebut ditransfer melalui kode QR yang diduga terhubung ke rekening pribadi, bukan kanal pembayaran resmi. Selain itu, ia juga tidak menerima tanda bukti atau kuitansi resmi atas pembayaran tersebut.
Merasa ada kejanggalan, wisatawan itu melaporkan dugaan tersebut melalui portal pengaduan Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) atau Komisi Antikorupsi Malaysia. Ia bahkan mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan laporannya telah diterima oleh pihak berwenang.
"Saya membuat laporan karena tidak ingin terus merasa bersalah atas kejadian ini. Jika memang saya benar-benar melakukan pelanggaran, saya pasti akan mengikuti prosedur yang semestinya," ujarnya.
Tak lama setelah kisahnya viral, pria tersebut mengaku dihubungi oleh sebuah akun yang diduga milik petugas perempuan tersebut. Akun itu meminta agar unggahan di Threads dihapus dan menawarkan untuk mengembalikan uang sekitar Rp385.000 yang telah dibayarkan. Petugas tersebut juga disebut meminta maaf dan berharap persoalan itu tidak semakin meluas.
Dalam pembaruan unggahannya, wisatawan tersebut mengatakan uang itu telah ditransfer kembali kepadanya meski ia mengaku tidak pernah memberikan nomor rekening maupun kode QR. Meski begitu, ia menyatakan belum menggunakan uang tersebut dan memilih menunggu proses yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Kejadian ini menyoroti pentingnya memahami aturan bea cukai di negara tujuan wisata. Meski beberapa makanan mungkin lolos pemeriksaan di bandara asal, setiap negara memiliki regulasi berbeda terkait produk makanan yang boleh dibawa masuk. Kasus ini juga menunjukkan bahwa wisatawan perlu waspada terhadap prosedur pembayaran yang tidak resmi, terutama saat bepergian ke luar negeri untuk pertama kalinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
Turis Australia Siram Pasangan China di Pulau Padar Viral
Casillas Sebut Inggris Pengecut Usai Kalah 1-2 dari Argentina
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
