Menteri Keuangan: APBN Aman Meski Harga Minyak Naik Tajam
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap aman, meskipun terjadi kenaikan harga minyak mentah dunia. Kenaikan ini dipicu oleh konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang semakin memanas. Purbaya menyampaikan hal ini setelah menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Prabowo menanyakan tentang situasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) saat ini. Purbaya menjawab bahwa anggaran dalam keadaan aman, dan tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. “Saya bilang aman dengan beberapa action,” ujarnya.
Purbaya juga menyatakan bahwa pemerintah akan segera mengumumkan langkah-langkah untuk menjaga agar APBN tetap aman. Ia memastikan bahwa pihaknya telah melakukan perhitungan dan persiapan yang baik. Salah satu hal yang ditekankan adalah komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran tidak melampaui batas yang ditetapkan sebesar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Ia menambahkan bahwa penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk memperlebar defisit belum diperlukan. “Aman tuh saya enggak akan nembus 3% dari PDB ya, defisit,” tegas Purbaya.
Mengenai asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang ditetapkan sebesar US$ 70 per barel dalam APBN, Purbaya mengakui ada potensi peningkatan beban jika harga pasar tetap di atas US$ 100 per barel. Jika pemerintah tidak melakukan penyesuaian, defisit bisa meningkat hingga 3,6%. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi, termasuk penghematan belanja dan optimalisasi pendapatan.
“Even dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN. Dan kita akan melakukan langkah-langkah, entah penghematan, entah ini, peningkatan pendapatan, supaya APBN kita aman,” jelas Purbaya. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan memaksimalkan windfall profit untuk mengatasi situasi ini.
Dengan demikian, Purbaya yakin bahwa tidak akan ada masalah terkait dengan defisit anggaran di masa mendatang.
Secara keseluruhan, situasi fiskal Indonesia berada dalam kondisi yang terjaga dengan langkah-langkah strategis pemerintah untuk mengatasi tantangan yang ada. Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jaminan bahwa defisit anggaran tetap dalam batas yang aman dan pemerintah siap untuk mengambil tindakan yang diperlukan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
