Menteri Pertanian Jamin Stok Pangan Aman

Agus P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri Pertanian Jamin Stok Pangan Aman

Gambar atau konten salah?

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan jaminan bahwa persediaan pangan nasional tetap aman meskipun Indonesia menghadapi fenomena iklim ekstrem El Nino Godzilla. Ia menegaskan bahwa dari segi produksi maupun pasokan, beras sebagai bahan pangan utama masyarakat tidak akan mengalami kelangkaan.

Amran mengakui bahwa sejumlah daerah pertanian memang mengalami kekeringan akibat cuaca ekstrem. Namun, pemerintah sejak lama sudah menerapkan program pompanisasi dan pengelolaan irigasi yang baik. Tujuannya jelas: menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian di seluruh Indonesia.

Menurut Amran, Indonesia bukan pertama kali menghadapi El Nino. Negara ini sudah punya pengalaman panjang. Sektor pertanian Indonesia, katanya, sudah terbukti mampu mengantisipasi siklus iklim ekstrem semacam ini.

"Dulu El Nino kita juga di 2023, 2024 terjadi. Kemudian 2016 itu paling keras. Nah kita sudah dengan pengalaman tiga kali selama kami di kabinet, kami sudah sedangkan dulu kurang persiapan kita bisa aman apalagi sekarang," ujar Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 28 Juli 2026.

Saat ditanya mengenai kemungkinan gagal panen, Amran tidak menampik hal itu bisa terjadi. Namun, ia yakin dampaknya tidak akan besar terhadap produksi secara nasional.

"Mungkin ada kecil-kecil (gagal panen), tapi itu tidak akan berpengaruh pada stok nasional," jelas Amran.

Dari sisi pasokan, Amran memaparkan data kesiapan panen. Sawah-sawah yang sudah menjalani siklus tanam mampu menghasilkan 10 hingga 11 juta ton beras. Sementara itu, pasokan dari hotel, restoran, dan kafe — atau yang biasa disebut horeka — mencapai 12 juta ton.

Untuk cadangan beras pemerintah (CBP) yang disimpan di gudang Bulog, jumlahnya mencapai 5 juta ton. Amran yakin stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama 10 bulan ke depan.

"Nah, kemudian di Bulog ada 5 juta ton. Ya masih bisa 10 bulan. Kalau kita hitung 10 bulan ke depan, sekarang Agustus, September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret. Ini overlap. Maret itu panen puncak jadi aman," papar Amran.

"Sekarang persiapan kita stok pangan kita aman," pungkasnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, kombinasi antara produksi panen yang berjalan, pasokan dari sektor horeka, dan cadangan pemerintah di Bulog menjadi tiga pilar utama yang menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan panen puncak yang diperkirakan terjadi pada Maret tahun depan, pasokan beras diperkirakan akan terus bertambah sebelum stok saat ini habis. Pemerintah mengandalkan pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya — termasuk pada 2016 yang disebut sebagai periode paling berat — sebagai modal untuk melewati siklus iklim kali ini.

persediaan panganEl Nino Godzillaberaskekeringanpompanisasiirigasicadangan beras

Komentar

Memuat komentar...