Mesir Naikkan Tarif Listrik 16% Rumah Tangga, 20% Bisnis
Gambar atau konten salah?
Mesir akan menaikkan tarif listrik bagi konsumen rumah tangga dan bisnis dengan konsumsi tinggi mulai 5 April 2026. Keputusan ini diambil di tengah krisis energi global yang semakin parah akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Kementerian Listrik dan Energi Terbarukan Mesir mengumumkan bahwa tarif listrik untuk rumah tangga akan naik rata-rata 16% dan bagi pengguna bisnis di semua kategori akan meningkat sekitar 20%. Namun, tarif listrik bagi rumah tangga dengan konsumsi hingga 2.000 kWh per bulan tidak akan berubah.
“Rumah tangga dengan konsumsi lebih rendah akan dilindungi dari kenaikan tersebut. Kenaikan dibatasi pada segmen dengan konsumsi tinggi dan pengguna komersial dalam upaya untuk mempertahankan pasokan listrik di seluruh sektor perumahan, komersial, dan industri,” kata kementerian pada 5 April 2026.
Langkah ini merupakan bagian terbaru dari kebijakan pemerintah Mesir untuk menekan penggunaan energi dan menahan tekanan fiskal yang meningkat. Biaya impor yang lebih tinggi telah membebani keuangan negara terpadat di Arab itu.
Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, menyatakan bahwa impor energi Mesir telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak dimulainya konflik antara AS dan Israel melawan Iran. Kondisi tersebut memaksa pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), menaikkan tarif transportasi umum, dan memperlambat beberapa proyek negara guna mengurangi tekanan pada keuangan publik.
Mesir mulai menerapkan langkah-langkah tanggap terhadap dampak perang pada Maret 2026. Salah satu tindakan adalah menerapkan jam tutup lebih awal untuk tempat-tempat komersial karena kenaikan harga minyak global.
Negara ini sudah bergulat dengan beban utang yang berat. Pembayaran bunga utang menghabiskan sekitar setengah dari pengeluaran pemerintah pada tahun fiskal 2026, sementara inflasi tetap berada di angka dua digit setelah mencapai puncaknya pada 38% September 2023.
Dengan kebijakan ini, Mesir berharap dapat menstabilkan pasokan listrik sambil mengelola tekanan fiskal yang semakin menekan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Wamen Imipas Ditahan
KAI-INKA Merger Selesai Tahun Ini, Menjadi Holding Subholding
Trump Menandatangani Perintah Pemutusan Pegawai Tinggi
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Berita Terbaru
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Pasangan Adnan-Indah Kalah 18‑21, China Laju ke 16 Besar
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
