Metode Air Es Panggang Ubi: Tekstur Lembut, Pengupasan Mudah
Gambar atau konten salah?
Metode panggang ubi jalar yang sedang menjadi perbincangan di Korea Selatan dikenal karena klaim menghasilkan tekstur lembut dan creamy. Cara ini sederhana, hanya memanfaatkan air rendaman es.
Metode ini dipopulerkan oleh kreator James Park. Ia menamai proses ini sebagai cara meniru tekstur goguma, yaitu ubi panggang yang biasa dijual di minimarket Korea.
Langkah pertama: potong sedikit ujung-ujung ubi. Kemudian panggang pada suhu 190 °C (375 °F) selama 20 menit. Setelah itu, rendam ubi dalam air es selama dua menit. Akhiri dengan panggangan ulang pada suhu 218 °C (425 °F) selama 25 menit.
Ubi yang dipilih biasanya berbulu ungu dengan daging putih, dikenal sebagai ubi Korea atau Jepang. Varian ini memiliki tekstur padat, rasa tidak terlalu manis, dan lebih mirip kacang.
Dalam uji coba, perbedaan antara metode ini dan cara memanggang biasa tidak terlalu mencolok. Tekstur ubi yang direndam air es memang sedikit lebih lembut, namun perbedaannya sangat tipis dan tidak menonjol.
Uji coba juga mencakup ubi garnet berwarna oranye. Hasilnya tetap menunjukkan bahwa perbedaan antara metode viral dan konvensional hampir tidak terlihat secara signifikan. Tanpa penanda khusus, perbedaan tersebut sulit dikenali.
Meski begitu, metode ini memiliki satu keunggulan jelas: ubi yang dimasak dengan teknik ini lebih mudah dikupas setelah matang. Kulit dapat dilepas dengan cepat tanpa alat tambahan.
Dari sisi ilmiah, proses pemanasan, pendinginan, lalu pemanasan kembali dapat memengaruhi struktur pati dalam ubi. Perubahan ini dapat memberikan tekstur sedikit lebih lembut. Namun, efeknya tidak terlalu besar dan bukan menjadi faktor utama.
Tekstur creamy yang dihasilkan lebih dipengaruhi oleh jenis ubi, terutama ubi Korea atau Jepang yang memiliki kandungan pati lebih tinggi.
Secara keseluruhan, metode ini tidak menghasilkan perubahan drastis pada tekstur, namun pakar tetap menganggap ada sedikit perbedaan dan kemudahan dalam pengupasan. 09 Maret 2024
Metode ini menambah variasi cara memasak ubi jalar. Bagi yang mencari tekstur lembut sekaligus proses pengupasan mudah, teknik ini bisa menjadi alternatif sederhana. Namun, bagi yang mengutamakan perbedaan rasa yang signifikan, metode tradisional tetap cukup memuaskan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
