Minuman Pixel Peach Hadir di Jepang, Hanya 6 Prefektur
Gambar atau konten salah?
Di Jepang, sebuah minuman baru telah diluncurkan dengan cara yang berbeda dari biasanya. Kakukaku Kajitsu Pixel Peach hadir pada 24 Maret 2026, menampilkan konsep buah yang dipotong menyerupai pixel game retro.
Produk ini merupakan hasil kolaborasi antara tiga perusahaan: 7‑Eleven Japan, Kyodo Milk Industry, dan Kayac Inc. Kayac Inc., yang dikenal sebagai pengembang konten hiburan, bertanggung jawab atas desain visual minuman. Ilustrasi persik bergaya piksel dan tulisan “pixel” serta “peach” dalam huruf blok menonjol di bagian depan kemasan.
Konsep pixel tidak hanya terlihat pada kemasan. Setiap botol berisi potongan kecil buah persik yang menyerupai piksel. Ukuran dan proporsi potongan dipilih secara cermat agar tercipta keseimbangan antara cairan dan pulp saat diminum. Hasilnya, minuman terasa padat dan menyerupai pengalaman meminum persik asli.
Kyodo Milk Industry menambahkan inovasi pada wadah minuman. Desain kemasan menggunakan wadah khusus yang telah dipatenkan. Lubang tuang ditempatkan sedemikian rupa sehingga sudut kemiringan optimal tercapai. Dengan cara ini, potongan buah tidak menempel di bagian bawah botol, memungkinkan konsumen menikmati semua isi secara merata.
Minuman ini belum tersedia secara nasional. Saat ini, Kakukaku Kajitsu Pixel Peach hanya dijual di enam prefektur: Chiba, Saitama, Hiroshima, Tottori, Shimane, dan Yamaguchi. Setiap kemasan berisi 250 gram minuman dan dijual dengan harga 228 yen, setara dengan sekitar Rp 24 ribu.
Target pasar utama adalah generasi muda yang akrab dengan budaya digital. Desain retro dan konsep pixel dirancang untuk menarik perhatian konsumen yang menyukai estetika game klasik. Selain itu, keunikan potongan buah memberikan nilai tambah bagi mereka yang mencari pengalaman minum yang berbeda.
Produk ini dilansir melalui SoraNews24 pada 26 Maret 2026. Dengan kombinasi kolaborasi perusahaan, desain inovatif, dan konsep yang menarik, Kakukaku Kajitsu Pixel Peach menambah variasi minuman di pasar Jepang.
Secara keseluruhan, minuman ini menonjol karena pendekatan visual dan tekstur yang unik. Penempatan potongan buah dalam bentuk pixel dan desain kemasan yang terpaten menambah daya tarik bagi konsumen muda. Ketersediaan terbatas di enam prefektur menambah eksklusivitas produk ini, sementara harga yang kompetitif membuatnya tetap terjangkau bagi pasar luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
Berita Terbaru
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Perpres No.27 2026 Turunkan Komisi Ojek Online Jadi 8%
Riquelme Tantang Perez: Janji Haaland & Beban Anggota
UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
