Mitrapak Terapkan Standar Global Manufaktur Ramah ESG

Tika M. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Mitrapak Terapkan Standar Global Manufaktur Ramah ESG

Gambar atau konten salah?

Prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) makin menjadi fokus di dunia manufaktur. Banyak pemilik merek kini mulai menaruh perhatian besar pada tata kelola perusahaan, praktik ketenagakerjaan yang bertanggung jawab, hingga kepatuhan terhadap standar internasional.

Momentum ini sejalan dengan prospek cerah industri personal care di Indonesia. Menurut proyeksi Statista, pendapatan pasar Beauty & Personal Care Tanah Air diperkirakan mencapai sekitar US$10,55 miliar pada 2026. Angka itu diprediksi tumbuh rata-rata 5,52% per tahun hingga 2031. Segmen Personal Care jadi kontributor terbesar dengan nilai pasar sekitar US$4,43 miliar. Ini menunjukkan besarnya peluang sekaligus meningkatnya kebutuhan terhadap mitra manufaktur yang mampu memenuhi standar kualitas dan tata kelola internasional.

Di sektor ini, responsible manufacturing tidak lagi hanya dipandang sebagai nilai tambah, melainkan perlahan menjadi bagian dari standar bisnis. Perubahan ini didorong oleh ekspektasi konsumen, regulator, dan perusahaan global yang makin tinggi terhadap rantai pasok yang transparan dan berkelanjutan.

Salah satu contoh penerapan prinsip tersebut terlihat pada PT Mitrapak Eramandiri. Perusahaan yang bergerak di bidang contract manufacturing untuk produk personal care, baby care, dan home care atau PKRT ini memiliki pabrik di Jawa Barat dan Jawa Timur. Mitrapak menerapkan standar SMETA (Sedex Members Ethical Trade Audit), yaitu audit sosial global yang dikembangkan oleh SEDEX (Supplier Ethical Data Exchange). SEDEX sendiri merupakan platform global yang membantu perusahaan mengelola data keberlanjutan dan praktik etis rantai pasok.

Bagi Mitrapak, penerapan standar itu bukan sekadar formalitas untuk memenuhi persyaratan audit. Lebih dari itu, ini menjadi bagian komitmen perusahaan dalam membangun praktik manufaktur yang bertanggung jawab.

"Saat ini pemilik merek tidak lagi hanya menilai kualitas produk, tetapi juga bagaimana proses produksinya dijalankan. Audit SEDEX-SMETA membantu kami memastikan bahwa aspek ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja, etika bisnis, serta tata kelola operasional dijalankan sesuai praktik yang diakui secara internasional. Menurut kami, inilah fondasi penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang dengan pelanggan," ujar Elizabeth, Direktur utama PT Mitrapak Eramandiri, dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Elizabeth menambahkan, penerapan standar pengadaan yang bertanggung jawab ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus meningkatkan daya saing sebagai mitra manufaktur. Targetnya, Mitrapak bisa memenuhi ekspektasi pasar domestik dan global. Di tengah semakin kompleksnya rantai pasok global, perusahaan yang mampu menunjukkan komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dinilai memiliki posisi lebih kompetitif dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pemilik merek, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain aspek responsible sourcing, tata kelola operasional Mitrapak juga diperkuat melalui penerapan sistem manajemen mutu. Perusahaan ini sudah mengantongi sertifikasi ISO 22716:2007, yang merupakan pedoman Good Manufacturing Practices (GMP) khusus industri kosmetik. Standar ini mengatur proses produksi secara menyeluruh — mulai dari pengendalian bahan baku, kebersihan fasilitas, dokumentasi, hingga sistem penelusuran (traceability). Semua demi menjaga konsistensi mutu dan keamanan produk.

Mitrapak juga menerapkan ISO 9001:2015, standar internasional untuk sistem manajemen mutu. Fokusnya pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan, efektivitas proses bisnis, dan pengelolaan risiko operasional. Penerapan standar ini menjadi salah satu fondasi dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik (good governance) — yang merupakan salah satu pilar utama ESG.

Komitmen terhadap kualitas produksi juga diperkuat lewat sertifikasi Good Manufacturing Practices (GMP) dari BPOM RI. Sertifikasi ini menjadi acuan dalam memastikan proses produksi kosmetik berjalan sesuai ketentuan regulator. Sementara itu, Sertifikasi Grade A untuk Sistem Jaminan Produk Halal melengkapi upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar sekaligus memberikan kepastian kepada konsumen terhadap proses produksi yang dijalankan.

"PT Mitrapak Eramandiri telah mempertahankan sertifikasi BRCGS (British Retail Consortium Global Standards) untuk kategori Consumer Products (Household) sejak 2016 sebagai bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan praktik manufaktur yang memenuhi ekspektasi pasar domestik maupun internasional. Bagi calon pemilik merek, sertifikasi BRCGS memberikan keyakinan bahwa setiap proses produksi terdokumentasi dan dilakukan dengan standar kualitas yang mampu menjaga kepercayaan konsumen," ujar Firman, Direktur Operasional PT Mitrapak Eramandiri Surabaya.

Ke depan, ESG diperkirakan akan semakin menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan manufaktur. Ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap mitra produksi yang tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menerapkan praktik operasional yang bertanggung jawab dan sesuai standar internasional.

Langkah Mitrapak menunjukkan bahwa penerapan berbagai standar seperti SEDEX-SMETA serta sistem manajemen mutu berbasis ISO bukan hanya untuk memenuhi persyaratan sertifikasi. Semua itu juga menjadi bagian dari penguatan daya saing industri manufaktur personal care Indonesia di tengah tuntutan pasar global yang terus berkembang. Dengan kata lain, tata kelola yang baik dan praktik bertanggung jawab kini bukan sekadar opsi — melainkan kebutuhan untuk bisa bertahan dan bersaing.

ESGmanufakturpersonal careSEDEX-SMETAsertifikasi ISOtata kelolaresponsible manufacturing

Komentar

Memuat komentar...