Monyet Ribu‑Ribu Turun ke Jurang Frinanda, Warga Khawatir
Gambar atau konten salah?
Di kawasan Perumahan Frinanda Bhayangkara, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, muncul fenomena tak biasa: ratusan monyet liar turun ke jurang di dekat permukiman.
Warga merekam kejadian tersebut lewat kamera mereka. Video menampilkan kontras antara vegetasi hijau yang subur dan tumpukan sampah plastik yang menumpuk di jurang. Suara riuh kawanan primata terdengar jelas, sementara koloni monyet bergerak lincah di antara pohon pisang dan semak belukar. Beberapa monyet dewasa, termasuk induk yang menggendong anaknya, meloncat dari satu ranting ke ranting lain sebelum turun ke lereng jurang untuk mengais sampah demi mencari sisa makanan.
“Saya kaget banget pas lihat ke arah jurang, ternyata banyak sekali monyet di sana. Jumlahnya bukan cuma satu atau dua, tapi sampai ratusan,” kata Febriyanti, seorang warga setempat, pada Rabu, 17 Juni 2026. Ia menambahkan, “Mereka seperti kelaparan dan langsung mengais‑ngais tumpukan sampah buat cari sisa makanan warga.” Febriyanti mengungkapkan keprihatinannya tentang keselamatan warga jika kawanan monyet semakin berani merangsek masuk ke area perumahan. “Harapannya ada penanganan dari pihak terkait, takutnya nanti malah makin berani masuk ke pemukiman warga dan merusak,” ia berharap.
Di lokasi, kawanan monyet liar terlihat bergelantungan di pepohonan. Sesekali mereka turun ke arah tumpukan sampah rumah tangga di jurang. Fenomena ini diduga dipicu oleh menipisnya pasokan makanan di habitat asli mereka. Hermawan, warga Kiaralawang yang mengetahui kondisi geografis wilayah sekitar, menduga migrasi monyet bermula dari kawasan perbukitan yang tidak jauh dari perumahan.
“Kalau melihat dari jalurnya, saya menduga monyet‑monyet itu berasal dari kawasan cagar alam Cisarakan,” ujar Hermawan. Ia menambahkan, “Mungkin di atas sana sumber makanan mereka sudah berkurang atau terganggu, makanya mereka turun sampai ke jurang perumahan Frinanda ini karena mencium bau makanan dari tumpukan sampah.”
Keberadaan kawanan monyet dalam jumlah besar ini menimbulkan kekhawatiran warga. Mereka takut bahwa monyet yang sudah tidak lagi takut mendekati aktivitas manusia dapat menimbulkan kerusakan pada pemukiman. Situasi ini menandakan perubahan pola perilaku hewan akibat perubahan lingkungan, khususnya penurunan sumber makanan di habitat alami.
Secara keseluruhan, kejadian ini menyoroti dampak sampah dan degradasi habitat terhadap kehidupan satwa liar di daerah perkotaan. Upaya pengelolaan sampah dan pelestarian habitat menjadi kunci untuk mencegah konflik antara manusia dan monyet di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Warga Gotong‑Royong Bawa Rina ke Ambulans di Jalan Berbatu
Israel Ubah Pengelola Masjid Ibrahimi, Palestina Kecam
5 Barang Harus Dihindari di Teras Rumah untuk Keamanan
Rumah 2 Lawrence Terrace di Troedy Dijual lewat Lelang Online
Gagal Ginjal Meningkat di Usia Muda: Pola Hidup Berperan
Golongan Darah O Tertinggi Usia, Studi Kasus Global Riset
Berita Terbaru
Warga Gotong‑Royong Bawa Rina ke Ambulans di Jalan Berbatu
Android 17 Resmi Rilis, Bawa Fitur Bubbles & Gemini
JPPI Tegaskan Transparansi Dana Revitalisasi Sekolah
Tim Pengadaan Batu Bara Medium Bersama PLN Indonesia
Besi Guardrail Jembatan Besole Hilang, Pencurian Diduga
5 Potongan Steak Tidak Cocok Dimakan Rare, Medium Disarankan
Dishub DKI Tangkap 258 Parkir, 24 Kendaraan Dipindahkan
Ferrari Ungkap Rahasia Uji Mobil Listrik Luce EV 2024
GOTO Siapkan Buyback Saham Rp 3,5 Triliun 2026 untuk Investor