Moral Karyawan Anjlok, Meta Siapkan Camilan Tambahan

Dian P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Moral Karyawan Anjlok, Meta Siapkan Camilan Tambahan

Gambar atau konten salah?

Suasana di kantor Meta sedang tidak baik-baik saja. Moral kerja para karyawan disebut-sebut sudah berada di titik yang sangat rendah. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan teknologi raksasa itu punya satu ide: memperbanyak camilan untuk staf.

Andrew "Boz" Bosworth, yang menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) di Meta, secara terbuka mengakui situasi ini dalam sebuah pertemuan internal. Menurutnya, meskipun pernah ada masa-masa yang lebih buruk, kondisi saat ini kemungkinan besar masuk dalam kategori paling parah. "Saya rasa skandal Cambridge Analytica mungkin adalah yang terburuk," kata Bosworth.

Skandal Cambridge Analytica sendiri menjadi sorotan besar pada tahun 2016. Saat itu terungkap bahwa perusahaan tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 50 juta data pengguna Facebook tanpa izin. Data itu kemudian dipakai untuk menargetkan pemilih dalam kampanye politik. Bosworth menyebut kejadian itu sebagai titik terendah moral yang pernah dialami Meta.

Tapi sekarang, penyebab merosotnya semangat kerja berbeda. Meta baru saja melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 8.000 orang pekerja bulan lalu. Bukan cuma itu, setidaknya 6.500 karyawan lainnya dipindahkan secara sepihak ke divisi baru bernama Applied AI. Mereka dipaksa mengerjakan proyek-proyek yang berhubungan dengan model kecerdasan buatan.

Para karyawan yang dipindahkan mengeluh. Mereka menyebut tugas baru itu melelahkan, rendahan, dan bahkan menghancurkan jiwa. Sebagian besar dari mereka tidak senang dengan perubahan mendadak ini. Meta juga mendapat kritik tambahan setelah mengumumkan akan melacak ketukan keyboard dan gerakan mouse karyawan di Amerika Serikat. Semua itu dilakukan untuk melatih sistem AI mereka.

Bosworth mengakui bahwa ketidakpuasan sudah meluas di kalangan karyawan. Dalam sebuah unggahan internal yang dilihat oleh WIRED, ia menulis bahwa perusahaan telah merusak kepercayaan yang dimiliki staf. "Kami telah merusak kepercayaan yang Anda miliki bahwa keahlian dan kontribusi spesifik Anda akan dihargai, bahwa Anda akan tumbuh dan memajukan karier Anda, dan bahwa ini akan menjadi tempat di mana Anda benar-benar dapat memberikan dampak," tulis Bosworth.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan struktur manajemen yang tiba-tiba membuat banyak tim berada dalam posisi sulit. "Kami merombak struktur manajemen yang memberikan Anda stabilitas, sementara perubahan strategi yang cepat, termasuk siklus rekrutmen yang naik-turun secara drastis, membuat seluruh tim berada dalam posisi yang sulit," imbuhnya.

Untuk memperbaiki keadaan, Bosworth berjanji akan membatasi jumlah bawahan langsung bagi setiap manajer. Maksimal hanya 20 orang. Selain itu, perusahaan akan memberikan dukungan yang lebih personal kepada setiap karyawan. Bosworth juga meyakinkan bahwa Meta tidak berniat menggantikan semua pekerja dengan AI. Tapi, kata dia, karyawan tetap perlu belajar cara menggunakan teknologi itu.

"Kami jelas melakukan pekerjaan sangat buruk dalam menjelaskan visi tersebut, memberikan gambaran yang jelas kepada orang-orang tentang bagaimana kami akan mendukung mereka dan karier mereka dalam masa transisi ini, serta memberikan gambaran bagaimana hal itu akan berubah seiring berjalannya waktu," tulis Bosworth.

Bosworth juga mencoba membangkitkan semangat dengan cara lain. Ia menjanjikan area camilan yang lebih baik, anggaran perjalanan yang dinaikkan, dan investasi untuk acara-acara sosial di kantor. Tapi, melihat kondisi moral yang sudah sangat rendah, pesta pizza di kantor mungkin tidak akan cukup untuk menyelesaikan semuanya.

Semua ini menunjukkan bahwa Meta sedang menghadapi tantangan besar di dalam perusahaan. Perombakan besar-besaran, PHK massal, dan pemindahan paksa karyawan ke divisi baru telah menciptakan ketidakpercayaan yang mendalam. Meskipun ada janji perbaikan, jalan untuk memulihkan kepercayaan para staf masih panjang.

PHK massalmoral kerja rendahkecerdasan buatancamilanrestrukturisasiketidakpercayaan

Komentar

Memuat komentar...