Dari Miskin Hingga Naik Maserati: Kisah Sukses Pria China di Bisnis Foie Gras
Gambar atau konten salah?
Seorang pria berusia 50 tahun dari Anhui, China timur, dulunya hanya bisa makan sekali sehari karena hidup dalam kemiskinan. Kini, ia menikmati hidup makmur berkat bisnis foie gras—hati angsa yang digemukkan—dan bahkan mampu membeli mobil Maserati. Kisahnya menunjukkan perubahan drastis dalam beberapa dekade terakhir.
Li Fengshan, yang memimpin perusahaan bernama Changhao Biotechnology, kini mengendarai SUV Maserati putih. Mobil mewah itu ia beli dari keuntungan usaha peternakan angsanya, seperti dilaporkan pada 20 Juli 2024. Dulu, ia tak pernah membayangkan bisa hidup seperti ini.
Bisnis foie gras Li berkembang pesat. Permintaan di China melonjak, dan produksi perusahaannya terus meningkat. Tahun lalu, Changhao Biotechnology menghasilkan sekitar 300 ton foie gras. Tahun ini, Li menargetkan produksi mencapai 500 ton. Angka itu jauh lebih besar dibandingkan produsen foie gras rata-rata di Prancis, yang biasanya hanya menghasilkan sekitar 10 ton per tahun.
Popularitas foie gras di China memang naik drastis dalam sepuluh tahun terakhir. Dulu, makanan ini identik dengan hidangan mewah ala Barat. Sekarang, foie gras hadir dalam berbagai kreasi yang lebih dekat dengan selera masyarakat lokal. Contohnya, foie gras bisa ditemukan dalam nasi goreng, hotpot, hingga dessert berbentuk ceri dan mawar yang disajikan dengan saus blueberry serta red wine.
Harga foie gras yang relatif terjangkau juga membuat konsumsinya semakin luas. Di restoran China, sepotong foie gras dibanderol sekitar Rp 68.000 hingga Rp 160.000. Lonjakan konsumsi ini mendorong produksi nasional. Sejumlah analis industri memperkirakan produksi foie gras China mencapai sekitar 14.000 ton pada 2025. Angka itu naik tajam dibandingkan sekitar 2.000 ton satu dekade lalu.
Dengan pertumbuhan tersebut, China diperkirakan segera menyalip Prancis sebagai produsen foie gras terbesar dunia. Li optimistis produk buatannya suatu hari akan mendunia. "Produk foie gras kami pada akhirnya akan hadir di banyak meja makan di luar negeri. Itu tidak bisa dihindari," ujarnya.
Meski ekspor masih menghadapi berbagai kendala regulasi, beberapa perusahaan China mulai menembus pasar internasional. Changhao Biotechnology, misalnya, telah mengirim 6.000 kaleng foie gras ke Dubai tahun lalu. Kesuksesan Li juga ditopang dukungan pemerintah. Ia mengungkapkan subsidi yang diterima dapat menanggung lebih dari 50% biaya infrastruktur dan vaksin peternakan.
Namun menurut Li, faktor terpenting tetap kerja keras. Pada 10 hari terakhir masa pemeliharaan angsa, para pekerja harus memberi makan secara paksa hingga enam kali sehari. Proses ini berlangsung hampir tanpa henti selama 24 jam. "Orang Eropa sudah tidak mampu lagi memelihara angsa dalam jumlah besar karena pekerjaan ini sangat berat," kata Li.
Di peternakannya, bobot hati angsa bisa mencapai lebih dari 1 kilogram per ekor. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan standar foie gras di Prancis. Kini, Li bahkan tengah berdiskusi dengan perusahaan robotik untuk mengembangkan teknologi pemberian pakan otomatis.
Di tengah kontroversi soal kesejahteraan hewan yang terus mengiringi industri foie gras, para produsen China tetap percaya diri. Mereka menilai permintaan global terus bertumbuh dan peluang ekspor masih sangat besar.
Kisah Li Fengshan menunjukkan bagaimana kerja keras dan dukungan pemerintah bisa mengubah hidup seseorang. Dari hanya bisa makan sekali sehari, ia kini menjadi pengusaha sukses yang produknya mulai dikenal di pasar internasional. Meski kontroversi masih ada, industri foie gras China terus berkembang dan siap bersaing dengan Prancis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tiga Kuliner Favorit Jokowi, Makanan Haram yang Perlu Diwaspadai
Enam Raksasa Es Krim Jepang Diduga Kartel Harga
Zanzabil, Kopi Jahe Betawi Abad 18 yang Masih Bertahan di Jakarta
Wanita Lansia Kecewa Beli Durian Murah di Promo Sheng Siong, Dagingnya Seperti Bubur Busuk
Zazil Bakery: Kisah Tarmuji, dari Tukang Pangkas Rambut ke Pusat Oleh-Oleh
7 Warung Pecel Lele di Jakarta untuk Tanggal Tua
Berita Terbaru
Dari Miskin Hingga Naik Maserati: Kisah Sukses Pria China di Bisnis Foie Gras
Cara Pasti Deteksi Diblokir WhatsApp, Tanpa Kirim Pesan
LRT Jabodebek Gangguan, Penumpang Dialihkan ke Kereta Lain
Ledakan di Pabrik LNG Qatar, 54 Luka, 18 Hilang
Menkeu: Indonesia Disorot Soal Defisit di Bawah 3%, Padahal Negara Lain Lebih Besar
Danantara Gelar Forum Strategis, Dorong Sinergi Pemerintah-Swasta