MPLS 2026: Asesmen Baru Siswa, Durasi 90 Menit
Gambar atau konten salah?
Hanya dalam waktu sekitar satu minggu lagi, para siswa baru di seluruh Indonesia akan memulai masa pengenalan lingkungan sekolah, yang dikenal dengan MPLS Ramah 2026. Kegiatan ini akan mencakup serangkaian asesmen, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Pelaksanaan asesmen ini dijadwalkan berlangsung saat sosialisasi MPLS, atau pada hari kedua dan ketiga, tergantung pada jenjang pendidikan dan jenis asesmen yang diikuti.
Asesmen MPLS Ramah 2026 dirancang untuk menggali informasi tentang kondisi sosial-emosional siswa, kebiasaan belajar, kemampuan membaca dan berhitung, bakat dan minat, serta tingkat kebugaran jasmani. Tujuannya sederhana: membantu guru dan sekolah menyusun program pembelajaran yang lebih sesuai, inklusif, dan mendukung perkembangan anak sejak hari pertama mereka masuk sekolah. Dengan data ini, sekolah dan orang tua bisa memahami titik awal, potensi, serta kebutuhan pendampingan setiap murid baru. Dukungan di sekolah dan di rumah pun bisa diberikan dengan lebih tepat sasaran.
Hasil dari asesmen ini akan menjadi acuan bagi sekolah dan guru untuk memberikan layanan pendidikan yang aman, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing murid. Data yang terkumpul bersifat rahasia dan hanya digunakan sebagai dasar pendampingan serta perencanaan belajar. Perlu ditekankan, asesmen ini tidak dimaksudkan untuk menentukan peringkat, melabeli anak, atau menjadi dasar kenaikan kelas dan kelulusan. Fokusnya murni pada pemahaman awal terhadap kondisi siswa.
Dr. Kosasih Ali Abu Bakar, S.Kom., M.Si., dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menjelaskan rincian asesmen ini dalam sosialisasi pelaksanaan MPLS Ramah di Provinsi DKI Jakarta 2026. Penjelasan tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Official BPMP Provinsi DKI Jakarta. Berikut adalah rangkaian asesmen untuk setiap jenjang pendidikan:
Untuk jenjang PAUD:
- Identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar, diisi oleh orang tua.
- Asesmen kebugaran.
- Deteksi dini Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), juga diisi oleh orang tua.
Untuk jenjang SD:
- Identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar, diisi oleh orang tua.
- Identifikasi bakat dan minat, diisi oleh orang tua.
- Asesmen kebugaran.
- Deteksi dini Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), diisi oleh orang tua.
Untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK:
- Identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar.
- Identifikasi bakat dan minat.
- Asesmen literasi membaca dan numerasi.
- Asesmen kebugaran.
- Deteksi dini Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Untuk siswa SLB, asesmen kebugaran hanya dilakukan jika mereka tidak memiliki akses ke ULD, poskes, psikolog, atau SLB. Dalam asesmen ini, siswa SLB akan mengikuti identifikasi massa tubuh bersama guru.
Ada beberapa perbedaan signifikan antara asesmen MPLS tahun 2026 dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2026, durasi asesmen menjadi 90 menit dan mencakup tiga tes pada hari ketiga MPLS: kondisi sosial-emosional, literasi membaca dan numerasi, serta bakat dan minat. Selain itu, ada asesmen kebugaran baru yang meliputi identifikasi massa tubuh dan tes fleksibilitas. Berbeda dengan tahun lalu, formulir, pengolahan data, dan penyajian hasil kini dikelola langsung oleh Kemendikdasmen. Hasil tes akan tersedia untuk setiap murid baru, dan rekapitulasinya dapat diakses di tingkat sekolah melalui sistem MPLS Ramah. Laporan hasil asesmen disampaikan ke sekolah untuk dimanfaatkan oleh guru dalam perencanaan pembelajaran, kepala sekolah untuk perencanaan program dan pengembangan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), serta orang tua untuk pengasuhan di rumah.
Sementara itu, pada asesmen MPLS tahun 2025, durasinya hanya 60 menit dengan satu tes pada hari ketiga, yaitu literasi membaca dan numerasi. Tidak ada asesmen kebugaran. Pengelolaan formulir dan pengolahan hasil dilakukan sepenuhnya oleh masing-masing sekolah, dan hasilnya hanya digunakan oleh guru.
Perlu dipahami bahwa hasil asesmen ini tidak digunakan untuk menentukan peringkat atau melabeli anak. Data tersebut juga tidak menjadi dasar kenaikan kelas atau kelulusan. Semua informasi bersifat rahasia dan semata-mata menjadi dasar untuk pendampingan serta perencanaan belajar yang lebih personal.
Berikut adalah rincian asesmen untuk setiap jenjang, seperti yang disampaikan oleh Dr. Kosasih Ali Abu Bakar, S.Kom., M.Si., dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen dalam sosialisasi pelaksanaan MPLS Ramah di Provinsi DKI Jakarta 2026, yang disiarkan melalui kanal YouTube Official BPMP Provinsi DKI Jakarta:
Asesmen MPLS untuk PAUD:
- Identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar, diisi oleh orang tua.
- Asesmen kebugaran.
- Deteksi dini Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), diisi oleh orang tua.
Asesmen MPLS untuk SD:
- Identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar, diisi oleh orang tua.
- Identifikasi bakat dan minat, diisi oleh orang tua.
- Asesmen kebugaran.
- Deteksi dini Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), diisi oleh orang tua.
Asesmen MPLS untuk SMP, SMA, dan SMK:
- Identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar.
- Identifikasi bakat dan minat.
- Asesmen literasi membaca dan numerasi.
- Asesmen kebugaran.
- Deteksi dini Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Untuk siswa SLB, asesmen kebugaran hanya dilakukan jika mereka tidak memiliki akses ke ULD, poskes, psikolog, atau SLB. Dalam asesmen ini, siswa SLB akan melakukan identifikasi massa tubuh bersama guru.
Dibandingkan dengan tahun 2025, asesmen MPLS 2026 mengalami beberapa perubahan. Tahun lalu, asesmen hanya berdurasi 60 menit dengan satu tes pada hari ketiga, yaitu literasi membaca dan numerasi. Tidak ada asesmen kebugaran. Pengelolaan formulir dan pengolahan hasil dilakukan sepenuhnya oleh masing-masing sekolah, dan hasilnya hanya digunakan oleh guru.
Pada tahun 2026, durasi asesmen diperpanjang menjadi 90 menit dengan tiga tes pada hari ketiga: kondisi sosial-emosional, literasi membaca dan numerasi, serta bakat dan minat. Asesmen kebugaran kini juga disertakan, meliputi identifikasi massa tubuh dan tes fleksibilitas. Perubahan penting lainnya adalah pengelolaan formulir, pengolahan data, dan penyajian hasil kini dilakukan oleh Kemendikdasmen. Hasil tes tersedia untuk setiap murid baru, dan rekapitulasinya dapat diakses di tingkat sekolah melalui sistem MPLS Ramah. Laporan ini kemudian disampaikan ke sekolah untuk digunakan oleh guru dalam perencanaan pembelajaran, kepala sekolah dalam perencanaan program dan perwujudan BSAN, serta orang tua untuk pengasuhan di rumah.
Informasi lebih lengkap mengenai rangkaian MPLS Ramah 2026 dapat diakses melalui laman https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/mplsramah/. Secara keseluruhan, asesmen ini merupakan alat bantu, bukan alat penilaian. Tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih responsif terhadap kebutuhan individu siswa sejak awal, tanpa memberikan tekanan atau label. Perubahan dari tahun sebelumnya menunjukkan upaya untuk memperluas cakupan asesmen, tidak hanya pada aspek akademis tetapi juga pada kondisi fisik dan sosial-emosional siswa, serta melibatkan orang tua secara lebih aktif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mahasiswa RI Raih Beasiswa Harvard, Ini Sosok Ayden
Tunanetra Total Angel Lolos SNBT UGM
Kemendikdasmen Wajibkan Sosialisasi Orang Tua Sebelum MPLS
MPLS Ramah 2026: Jadwal Lengkap Lima Hari untuk SMA dan SMK
Sertifikasi Instruktur BNSP Level 4 Online 2026, Harga Khusus Rp2,9 Juta
Mahasiswa ITS Ciptakan Pestisida Nano Tahan Hujan dan UV
Berita Terbaru
MPLS 2026: Asesmen Baru Siswa, Durasi 90 Menit
UNODC: Penipuan Digital RI Rugikan Rp 665 Triliun
Manohara Pilih Hidup Minimalis Sejak Lama
6 Kebiasaan Orang Cerdas Tanpa Disadari
Boyolali Uji Coba Sekolah 5 Hari per Pekan Mulai 2026
Neymar Pensiun dari Timnas Usai Kalah Piala Dunia, Kena Gugatan Koki
10 Tempat Belanja Oleh-Oleh di Malioboro