Muharram: Bulan Mulia, Pahala Ganda bagi Semua Muslim

Bayu K. · 4 min baca · 1 jam lalu · 25 dibaca
Bisik.id
Muharram: Bulan Mulia, Pahala Ganda bagi Semua Muslim

Gambar atau konten salah?

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Ia menandai pergantian Tahun Baru Islam dan sekaligus menjadi salah satu dari empat bulan haram yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah SWT. Bulan ini sangat dinantikan oleh umat Islam karena banyak keutamaan dan amalan yang dapat dipelajari dan diamalkan.

  1. Termasuk Salah Satu Bulan Haram

    Menurut Al-Qur’an, Allah berfirman: اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ (tafsir: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram.”) (at-Taubah: 36)
    Rasulullah SAW menegaskan bahwa dalam satu tahun terdapat empat bulan haram yang memiliki kedudukan istimewa. Tiga di antaranya berurutan: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyatakan: “Sesungguhnya, zaman berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan Bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadil Tsani (Jumadil Akhir) dan Sya'ban.”

  2. Bulan Allah SWT

    Al-Zamakhshari, dalam karya Faidh al-Qadir, menyebut Muharram sebagai syahrullah atau bulan Allah. Ia menulis: “Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah), disandarkan pada lafazh jalalah ‘Allah’ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut, sebagaimana pula kita menyebut ‘Baitullah’ (rumah Allah) atau ‘Ahlullah’ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy.”
    Rasulullah SAW juga menegaskan hal ini dalam riwayat An-Nasa'i: “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: ‘Malam apakah yang lebih baik dan bulan apakah yang lebih utama?’ Beliau menjawab: ‘Sebaik‑baik malam adalah pertengahannya. Bulan yang paling utama adalah bulan Allah yang kalian sebut Muharram.’”

  3. Bulan yang Paling Utama

    Keutamaan kedua adalah posisi Muharram sebagai bulan paling utama di antara keempat bulan haram. Mayoritas ulama berpendapat bahwa Muharram memiliki kedudukan lebih tinggi dari Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Al-Hasan dan ulama lainnya menyampaikan pendapat ini berdasarkan hadits: “Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat di tengah‑tengah malam, dan bulan yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah bulan Muharram, dan ia adalah bulan Allah yang tuli.” (HR al-Baihaqi)

  4. Bulan Penting bagi Para Nabi

    Sejarah para nabi menunjukkan bahwa banyak peristiwa penting terjadi pada bulan Muharram. Berikut beberapa contoh:

    • Nabi Adam AS: taubat diterima setelah turun dari surga.
    • Nabi Idris AS: diangkat ke tempat tinggi.
    • Nabi Nuh AS: diturunkan dari kapal setelah banjir.
    • Nabi Ibrahim AS: diselamatkan dari bakaran raja Namrud.
    • Nabi Musa AS: kitab Taurat diturunkan.
    • Nabi Yusuf AS: dikeluarkan dari penjara.
    • Nabi Ya'qub AS: kebutaan sembuh melalui pakaiannya Nabi Yusuf AS.
    • Nabi Ayyub AS: sembuh dari penyakit kulit.
    • Nabi Yunus AS: dikeluarkan dari perut ikan Nun.
    • Nabi Musa AS dan Bani Israil: lautan dibelah untuk melarikan diri dari raja Fir'aun.
    • Nabi Dawud AS: diampuni kesalahannya.
    • Nabi Sulaiman AS: diberikan kerajaan.
    • Nabi Isa AS: diangkat ke langit setelah dikepung bangsa Romawi.
    • Nabi Muhammad SAW: diampuni kesalahan masa lalu dan masa depan.

    Peristiwa-peristiwa ini menegaskan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Nabi.

  5. Terdapat Hari Asyura

    Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, memiliki keistimewaan tersendiri. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Asyura merupakan hari diantara hari‑hari Allah.” (HR Muslim)
    Kisah ini juga tercatat dalam hadits: “Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata: ‘Nabi SAW tiba di Madinah, maka beliau melihat orang‑orang Yahudi berpuasa Hari ‘Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: ‘Ada apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini.’ Nabi SAW bersabda, ‘Saya lebih layak dengan nabi Musa dibandingkan kalian.’ Maka beliau berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa ‘Asyura.’” (HR Bukhari)

  6. Pahala Dilipatgandakan

    Setiap amal shaleh yang dilakukan pada bulan Muharram diyakini akan dilipatgandakan. Hadis Nabi SAW menegaskan: “Maka sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian semua haram (mulia) atas kalian seperti mulianya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Dan sesungguhnya kalian akan menghadap Tuhanmu sekalian dan Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal perbuatkan kalian.” (HR Bukhari dan Muslim)

  7. Dosa Dilipatgandakan

    Selain pahala, dosa yang dilakukan di bulan haram juga dilipatgandakan. Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kemuliaan bulan haram berlaku untuk baik pahala maupun dosa. Ia menulis: “Allah SWT mengkhususkan empat bulan haram dari 12 bulan yang ada, bahkan menjadikannya mulia dan istimewa, juga melipatgandakan perbuatan dosa disamping melipatgandakan perbuatan baik.”

Keutamaan-keutamaan tersebut menegaskan pentingnya memperhatikan ibadah dan perilaku selama bulan Muharram. Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan meningkatkan amalan, berpuasa, dan meneladani contoh para nabi. Dengan melaksanakan amalan di bulan ini, diyakini pahala akan meningkat dan dosa dapat dihindari. Sehingga, Muharram menjadi bulan yang penuh makna dan peluang bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

MuharramBulan haramHari AsyuraPahala dilipatgandakanDosa dilipatgandakanRasulullah SAWAmalan

Komentar

Memuat komentar...