Petugas Kempeskan Ban Truk Antre BBM di Manado
Gambar atau konten salah?
Sebuah video yang memperlihatkan petugas mengempesi ban truk yang sedang mengantre bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Politeknik, Kota Manado, Sulawesi Utara, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kejadian ini melibatkan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Manado.
Sekretaris Daerah (Sekda) Manado, Steven Dandel, memberikan penjelasan terkait tindakan tersebut. "Kami tertibkan kendaraan yang parkir di trotoar karena melanggar aturan," ujarnya pada Kamis, 16 Juli 2026. Penertiban dilakukan pada Senin, 13 Juli 2026, di Jalan A.A Maramis Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget.
Menurut Steven, kendaraan yang ditertibkan sebagian besar adalah truk yang sedang menunggu giliran mengisi solar. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan ini bukan untuk mempersulit masyarakat yang sedang mengantre. "Kami bukan mempersulit rakyat yang sedang mengantre, tapi karena truk-truk tersebut parkir di atas trotoar hingga menyebabkan fasilitas umum rusak," katanya.
Steven meminta para sopir untuk mematuhi peraturan dan tertib saat mengantre BBM. Salah satu aturan yang ditekankan adalah tidak memarkir kendaraan di trotoar, yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki. "Kalau tidak parkir di trotoar, tidak akan ditertibkan," tegasnya.
Penindakan ini dilakukan setelah adanya keluhan dari warga. Warga mengeluhkan kerusakan trotoar yang disebabkan oleh truk-truk yang parkir di atasnya. Selain itu, akses menuju sejumlah tempat usaha di sekitar lokasi juga terganggu.
Dalam video yang beredar, terlihat petugas dari Satpol PP dan Dishub Manado sedang menindak truk yang mengantre BBM di SPBU Politeknik. Ban truk yang sedang parkir tersebut dikempesi oleh petugas. Di lokasi, juga terlihat tulisan di atas trotoar yang meminta pengendara untuk tidak menutupi akses masuk ke toko. Tulisan itu berbunyi, 'jangan antre solar di depan toko'. Tindakan ini menunjukkan bahwa penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban dan melindungi fasilitas umum, meskipun ada antrean BBM yang panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
47 Penumpang KLM Nurul Salsa Dievakuasi, Satu Tewas
Aula PKK di Pinrang Hangus Terbakar
Appi Bantah Hengkang dari Golkar, Umrah Jadi Alasan
KLML Nurul Salsa Hilang Kontak, 40 Penumpang Masih di Kapal
SAR Terkendala Cuaca, Kapal Bantuan Putus Kontak
Panduan Doa Rosario Peristiwa Terang Kamis, 9 Juli 2026
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
