47 Penumpang KLM Nurul Salsa Dievakuasi, Satu Tewas
Gambar atau konten salah?
Sebuah kapal layar motor bernama KLM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal tersebut sebelumnya mengalami mati mesin sebelum akhirnya karam. Tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap para penumpang.
Danpos SAR Selayar, Ronaldhi, menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan oleh kapal lain, yaitu KLM Harapan Kita, pada Kamis dini hari, 16 Juli 2026. Total ada 47 orang penumpang yang berhasil dievakuasi. Angka ini merupakan gabungan dari dua kelompok penyelamatan.
"Sudah dievakuasi sekitar 47 orang. Satu orang meninggal dunia di atas kapal. Tadi malam ada 41 orang dievakuasi, ditambah enam orang yang lebih dulu diselamatkan, jadi total 47 orang," jelas Ronaldhi kepada wartawan pada Kamis, 16 Juli 2026.
Keenam orang yang disebutkan pertama kali ditemukan oleh kapal nelayan pada Rabu siang, 15 Juli 2026. Mereka adalah kelompok awal yang selamat sebelum operasi evakuasi besar-besaran dilakukan pada malam harinya.
Ronaldhi menambahkan, KLM Harapan Kita menemukan para korban sekitar pukul 00.00 Wita. Berdasarkan keterangan dari nakhoda kapal yang tenggelam, KLM Nurul Salsa sudah tidak tampak lagi saat tim penyelamat tiba di lokasi kejadian.
"Korban ditemukan sekitar jam 12 malam oleh KLM Harapan Kita. Menurut informasi dari kapten kapal, KLM Nurul Salsa sudah tenggelam," katanya.
Dalam peristiwa ini, satu orang penumpang ditemukan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Salmawati, seorang perempuan berusia 34 tahun. Jenazahnya langsung dievakuasi bersamaan dengan para penumpang selamat.
"Korban yang meninggal dunia bernama perempuan Salmawati. Jenazah telah dievakuasi dan dibawa bersama dengan penumpang yang selamat ke pulau Jampea," ungkap Ronaldhi.
Sementara itu, jumlah korban yang masih dalam pencarian diperkirakan mencapai 24 orang. Ronaldhi menjelaskan rincian angka tersebut berdasarkan data manifes dan informasi dari lapangan.
"Di manifes ada 16 orang yang belum ditemukan. Di luar manifes ada informasi sekitar delapan orang yang tidak terdaftar dinyatakan hilang. Data ini masih kami verifikasi sehingga jumlahnya masih bisa berubah," imbuhnya.
Sebelum tenggelam, KLM Nurul Salsa diketahui membawa muatan yang cukup berat. Kapal tersebut tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga barang dagangan dalam jumlah besar dan beberapa ekor hewan ternak.
Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Suardi Andre, menyebutkan manifes kapal mencatat muatan sekitar 10 ton beras, 2 ton kopra, dan 5 ton arang. Selain itu, kapal juga membawa empat ekor sapi dan enam unit sepeda motor.
Proses pencarian korban saat ini melibatkan beberapa pihak. Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Marlin dari TNI AL sedang dalam perjalanan dari Makassar untuk memperkuat operasi SAR. Selain itu, KLM Harapan Kita asal Surabaya, Jawa Timur, yang kebetulan sedang melakukan bongkar muat di sekitar lokasi, juga turut membantu.
Peristiwa ini terjadi di perairan Pulau Polassi pada Rabu siang, 15 Juli 2026. Kapal mengalami mati mesin sebelum akhirnya tenggelam. Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap 24 orang yang dilaporkan hilang, sementara data manifes masih diverifikasi untuk memastikan jumlah pasti korban.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
