Appi Bantah Hengkang dari Golkar, Umrah Jadi Alasan

Rini S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Appi Bantah Hengkang dari Golkar, Umrah Jadi Alasan

Gambar atau konten salah?

Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin, akhirnya angkat bicara. Ia membantah kabar yang menyebut dirinya akan keluar dari Partai Golkar. Wali Kota Makassar ini juga menjelaskan alasan sebenarnya di balik pembatalan dirinya maju di Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Saya masih tetap kader Partai Golkar. Sampai saat ini, saya masih di Golkar," kata Appi dalam keterangan resminya pada Kamis, 16 Juli 2026.

Appi menegaskan, keputusan untuk tidak mengikuti Musda Golkar Sulsel murni karena jadwal ibadah umrah. Ia sudah merencanakan perjalanan ke tanah suci sejak Januari 2026. Tidak ada kaitannya dengan dinamika politik internal partai.

"Rencana umrah sudah lama, hanya saja tertunda. Sekarang baru pada waktu untuk saya berangkat ibadah ke tanah suci," jelasnya.

Bahkan, Appi mengaku harus membatalkan undangan sebagai pembicara di sebuah forum di Amerika Serikat. Semua demi bisa menunaikan ibadah umrah. Ia membantah anggapan bahwa keberangkatannya adalah untuk menghindari jalannya Musda Golkar Sulsel.

"Saat ini saya fokus menjalankan ibadah umrah dan setelah kembali akan melanjutkan tugas sebagai wali kota Makassar," ujarnya.

Appi kembali menegaskan bahwa ia belum punya rencana meninggalkan Partai Golkar. Ia ingin tetap berkontribusi sebagai kader sambil menjalankan amanah sebagai kepala daerah. Fokus utamanya saat ini, kata dia, adalah memastikan seluruh program Pemerintah Kota Makassar berjalan sesuai harapan masyarakat. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan pelayanan publik.

"Fokus saya sekarang adalah bekerja sebagai Wali Kota Makassar, memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat," tegasnya.

Di sisi lain, Appi menghormati seluruh proses yang berlangsung dalam Musda Golkar Sulsel. Ia menilai Musda adalah forum resmi partai yang harus dihormati semua kader.

"Saya menghormati seluruh proses Musda dan menghargai keputusan organisasi," imbuhnya.

"Siapa pun yang terpilih nantinya adalah hasil forum resmi partai sehingga sudah menjadi kewajiban seluruh kader untuk menjaga soliditas," sambung Appi.

Sebelumnya, kabar bahwa Appi akan pamit dari Golkar disampaikan oleh Ketua Golkar Takalar, Zulkarnain Arif. Hal ini muncul setelah Appi batal mengembalikan formulir pendaftaran di Musda Golkar. Penyebabnya, ia tidak bisa memenuhi salah satu persyaratan untuk maju sebagai calon ketua Golkar Sulsel.

"Itu percakapan saya kemarin. Pak Appi sekaligus nanti akan pamit dari Golkar sekembalinya dari Umrah. Itu penyampaian terakhir ke saya," kata Zulkarnain pada Rabu, 15 Juli 2026.

Poin persyaratan yang tidak bisa dipenuhi Appi adalah bakal calon wajib melampirkan fotokopi sertifikat atau piagam yang diterbitkan Golkar. Poin itu merupakan salah satu dari 13 persyaratan untuk maju sebagai calon ketua formatur di Musda XI Golkar Sulsel 2026.

"Pak Appi tidak kembalikan formulir karena ada poin yang tidak dia miliki," pungkasnya.

Dari penjelasan Appi, terlihat bahwa keputusan untuk tidak maju di Musda lebih didorong oleh faktor pribadi dan administratif, bukan karena konflik internal. Ia tetap berkomitmen pada Partai Golkar dan tugasnya sebagai wali kota.

GolkarMunafri Appi ArifuddinMusdaumrahWali Kota Makassarkaderbantah

Komentar

Memuat komentar...