SAR Terkendala Cuaca, Kapal Bantuan Putus Kontak

Sari D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
SAR Terkendala Cuaca, Kapal Bantuan Putus Kontak

Gambar atau konten salah?

Pencarian terhadap Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih terus dilakukan hingga saat ini. Tim SAR gabungan yang diterjunkan ke lokasi menghadapi berbagai hambatan, terutama cuaca buruk dan minimnya sinyal telekomunikasi di area pencarian.

Menurut Danpos SAR Selayar, Ronaldhi, sebuah kapal bernama KLM Harapan Jaya yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur, ikut membantu proses pencarian. Kapal tersebut kebetulan sedang melakukan bongkar muat di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Marlin milik TNI AL masih dalam perjalanan dari Makassar untuk memperkuat operasi SAR.

"Alhamdulillah ada kapal yang lebih cepat tiba di lokasi. Mudah-mudahan penumpang bisa segera dievakuasi dan ditemukan," kata Ronaldhi kepada wartawan pada Rabu malam, 15 Juli 2026.

Ronaldhi menjelaskan bahwa KLM Harapan Jaya sebelumnya berada di Pulau Jampea dan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Ukuran kapal tersebut lebih besar, sehingga memungkinkan untuk digunakan menarik KLM Nurul Salsa jika berhasil ditemukan.

"Kapal ini cukup besar (menembus ombak tinggi). Sangat memungkinkan menarik KLM Nurul Salsa kalau sudah ditemukan," ujarnya.

Namun hingga Rabu malam, tim SAR belum menerima kabar terbaru dari KLM Harapan Jaya. Menurut Ronaldhi, komunikasi dengan tim pencarian terputus karena lokasi berada di wilayah yang minim jaringan telekomunikasi.

"Informasi terakhir mereka melakukan pencarian di sebelah barat Pulau Polassi. Sempat melihat cahaya yang diduga dari kapal, lalu bergerak mengeceknya. Setelah itu belum ada kabar lagi karena terkendala jaringan," jelasnya.

SAR juga belum bisa memastikan kondisi enam penumpang yang sebelumnya dilaporkan dievakuasi oleh kapal yang melintas. Upaya menghubungi aparat desa di Pulau Polassi belum membuahkan hasil karena jaringan komunikasi yang belum stabil.

"Kami sudah mencoba menghubungi kepala desa, tetapi belum aktif. Informasi mengenai enam orang yang dievakuasi juga belum bisa dipastikan karena komunikasi masih terkendala," ungkap Ronaldhi.

Sebelumnya, KLM Nurul Salsa yang membawa 46 penumpang mengalami mati mesin di perairan Kabupaten Selayar pada Rabu siang, 15 Juli. Tim SAR gabungan yang hendak melakukan evakuasi terkendala gelombang tinggi, sehingga baru berhasil mengevakuasi 6 penumpang.

"Info sementara ada 46 orang di kapal, 6 sudah dievakuasi kapal kecil dari Polassi. Namun setelah pulang kapalnya tidak berani lagi mendekat karena cuaca ekstrim," ujar Kasubsi Penmas Polres Selayar, Aipda Suardi Andre, dalam keterangannya pada Rabu, 15 Juli.

Cuaca ekstrem dan keterbatasan komunikasi menjadi dua kendala utama yang memperlambat proses pencarian dan evakuasi. Meskipun bantuan dari kapal lain sudah tiba di lokasi, tim SAR masih menunggu perkembangan lebih lanjut karena sinyal telepon yang terputus. Enam penumpang yang berhasil dievakuasi pun belum bisa dikonfirmasi kondisinya secara pasti.

pencarian kapalKLM Nurul Salsamati mesincuaca burukevakuasiSAR Selayarkendala komunikasi

Komentar

Memuat komentar...