Muharram: Bulan Puasa Utama, Larangan Menzalimi Diri

Lia N. · 3 min baca · 1 hari lalu · 20 dibaca
Bisik.id
Muharram: Bulan Puasa Utama, Larangan Menzalimi Diri

Gambar atau konten salah?

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Nabi Muhammad SAW menyebutnya Syahrullah atau Bulan Allah. Bulan ini memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Dalam bahasa Arab, Al‑Muharram berarti waktu yang diharamkan. Yang dimaksud diharamkan adalah menzalimi diri sendiri dan berbuat dosa pada bulan tersebut.

Allah SWT menegaskan hal ini dalam surat At‑Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ” (QS. At‑Taubah: 36).

Ayat ini menegaskan bahwa di antara dua belas bulan, ada empat bulan haram. Di dalamnya, umat Islam dilarang menzalimi diri dan berbuat dosa.

Hadits-hadits berikut menjelaskan keutamaan bulan Muharram, anjuran serta larangan yang terkait.

1. Puasa yang paling utama setelah Ramadhan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Hadits lain menegaskan bahwa puasa di bulan Muharram dapat diterima taubatnya Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda:

إذا أردتُ أنْ أَصُومَ بعدَ رَمَضانٍ، فَصُومُوا على شهرِ اللهِ المُحَرَّمِ. إنَّهُ شهرُ اللهِ، وفيهّ يومٌ يَعتَفِ اللهُ فيهِ عنَ تَوبَةِ الناسِ.” (HR Tirmidzi).

2. Amalan dilipatgandakan

Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al‑Ghazali mengutip hadits berikut:

عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال: من صام ثلاثة أيام من شهر الحرام الخميس والجمعة والسبت، كتب الله تعالى له عبادة سبع مئة سنة” (HR. Al‑Ghazali).

Artinya: “Barang siapa yang mau berpuasa di tiga hari pada bulan mulia: hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, maka Allah SWT (memerintahkan pada malaikat untuk) menuliskan baginya pahala beribadah selama tujuh ratus tahun.”

3. Terdapat Hari Asyura

Hari Asyura, tanggal 10 Muharram, sangat dihormati karena kemenangan Allah SWT atas Nabi Musa AS. Nabi Muhammad SAW melihat orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura dan bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

Artinya: “Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya.” (HR Ahmad).

Hadits lain menegaskan keutamaan puasa pada hari Asyura:

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ. فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ. رواه مسلم

Artinya: “Puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

4. Anjuran di Bulan Muharram

Berpuasa sunnah di awal Muharram sangat dianjurkan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنْ أَبِيْ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُ مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)

Artinya: “Puasa pada hari Asyura dan hari sebelum atau sesudahnya sangat dianjurkan.” (HR Ahmad).

Selain puasa di awal Muharram, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan puasa pada tanggal 9 (Hari Tasu'a) dan 10 (Hari Asyura). Pada hari Tasu'a, puasa dikenal sebagai puasa sunnah yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

5. Larangan di Bulan Muharram

Berikut larangan-larangan yang tercantum dalam Al‑Qur’an:

  • Dilarang menganiaya diri sendiri.
  • Dilarang berperang.
  • Dilarang berbuat maksiat.

Ayat pertama yang menegaskan larangan menganiaya diri sendiri:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ” (QS. At‑Taubah: 36).

Ayat kedua yang menegaskan larangan berperang:

يَسْئَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرامِ قِتالٍ فيهِ قُلْ قِتالٌ فيهِ كَبير” (QS. Al‑Baqarah: 217).

Ayat ketiga menegaskan larangan berbuat maksiat:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ” (QS. At‑Taubah: 36).

Dengan demikian, bulan Muharram menjadi bulan yang penuh keutamaan, anjuran, dan larangan. Puasa di bulan ini, khususnya pada hari Asyura dan Tasu'a, membawa pahala yang besar dan dapat menghapus dosa. Di sisi lain, umat Islam harus menghindari perbuatan maksiat, perang, dan menzalimi diri pada bulan ini.

Keistimewaan bulan Muharram mengingatkan kita akan pentingnya ibadah dan kesabaran. Dengan mengikuti anjuran dan menghindari larangan, kita dapat memanfaatkan bulan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Bulan MuharramPuasaHari AsyuraLaranganKeutamaanAl‑Qur'anHadisIbadah

Komentar

Memuat komentar...