Negosiator Ransomware Berkhianat, Bantu Peretas Raup Rp1,1 Triliun
Gambar atau konten salah?
Seorang pria bernama Angelo Martino (41) dijatuhi hukuman 70 bulan penjara oleh jaksa federal Amerika Serikat. Ia terbukti bersalah karena berkonspirasi dengan afiliator ransomware BlackCat. Ironisnya, Martino dulunya adalah seorang negosiator yang disewa untuk membantu perusahaan menghadapi serangan siber. Bukannya membela klien, ia justru berkhianat.
Martino sebelumnya bekerja untuk DigitalMint. Perusahaan ini bergerak di bidang penanganan insiden ransomware, termasuk menegosiasikan pembayaran tebusan dengan pelaku kejahatan. Dalam perannya, ia memiliki akses ke informasi sangat rahasia milik korban. Informasi itu mencakup batas polis asuransi siber dan strategi negosiasi internal perusahaan.
Namun, Martino menggunakan akses tersebut untuk diam-diam membantu para peretas menguras uang korban. Dokumen pengadilan mengungkapkan bagaimana Martino berkomunikasi dengan operator BlackCat melalui jalur rahasia. Jalur ini berada di luar pantauan kliennya. Selain menggunakan obrolan negosiasi standar, ia memanfaatkan fungsi perantara khusus di dalam panel BlackCat dan aplikasi pesan terenkripsi Tox.
"Tujuan dari komunikasi obrolan perantara ini adalah untuk memaksimalkan pembayaran tebusan yang dibayarkan oleh para korban kepada aktor BlackCat," tulis pihak kejaksaan. Informasi rahasia seperti batas maksimal asuransi yang bisa diklaim korban dibocorkan oleh Martino. Berbekal informasi ini, peretas tahu persis berapa jumlah maksimal yang bisa mereka peras. Sebagai imbalannya, Martino menerima potongan pembayaran tebusan dalam bentuk mata uang kripto.
Akibat ulahnya, antara April hingga September 2023, lima klien yang menjadi korban terpaksa membayar total lebih dari USD 75 juta (sekitar Rp 1,1 triliun) kepada afiliator BlackCat. Jaksa meyakini jumlah ini jauh lebih tinggi dari yang seharusnya jika Martino tidak membocorkan rahasia kliennya. Para korban ini berasal dari berbagai sektor, mulai dari layanan keuangan, perawatan kesehatan, ritel, hingga organisasi nirlaba.
Tidak puas hanya menjadi informan, pada Mei 2023, Martino berhasil mendapatkan akses afiliasi ke platform ransomware BlackCat. Akses yang biasanya hanya diberikan kepada mitra tepercaya untuk menyebarkan malware ini, ia bagikan kepada dua rekan sesama pelaku: Kevin Martin dan Ryan Goldberg. Menggunakan kredensial tersebut, komplotan ini meluncurkan serangan ransomware mereka sendiri di luar insiden klien Martino. Salah satu korbannya adalah perusahaan perangkat medis yang akhirnya terpaksa membayar tebusan sebesar USD 1,2 juta.
Dari hasil kejahatannya, Martino meraup jutaan dolar dalam bentuk kripto. Sebagian asetnya telah disita oleh FBI, namun sebagian lainnya telanjur diubah menjadi aset fisik, termasuk dua rumah, sebuah kapal, dan beberapa kendaraan. Pengadilan telah memerintahkan penyitaan properti miliknya dan mewajibkannya membayar 10% dari pendapatannya setelah ia bebas dari penjara.
Martino sempat meminta keringanan hukuman menjadi 24 bulan karena telah bekerja sama dengan pihak berwenang dalam menuntut rekan-rekannya. Martin dan Goldberg sendiri telah dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada awal tahun ini. Di sisi lain, perusahaan tempat Martino bernaung, DigitalMint, menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui tindakan Martino. DigitalMint telah memecat karyawan yang terlibat dan bekerja sama penuh dengan penyelidik. Menurut mereka, Martino sengaja menembus sistem keamanan internal dengan menggunakan saluran komunikasi tidak sah yang tidak terpantau oleh sistem perusahaan.
Kasus ini menunjukkan bagaimana seorang profesional yang dipercaya untuk melindungi kepentingan klien justru memanfaatkan posisinya untuk memperkaya diri sendiri. Dengan akses ke data sensitif seperti batas asuransi, Martino mampu mengubah negosiasi tebusan menjadi alat pemerasan yang lebih efektif bagi para peretas. Hukuman berat yang dijatuhkan mencerminkan seriusnya pengkhianatan kepercayaan ini, meskipun Martino telah bekerja sama dengan penyelidik untuk menjerat rekan-rekannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Saturnus Kini Punya 285 Bulan, Bukan karena Bertambah
Musk Vs Altman: Gugatan Apple Picu Perang Sindir
Telkomsat dan UNIVITY Jajaki Satelit VLEO
Prancis Juara Kecepatan Internet di Antara 4 Semifinalis Piala Dunia
Turki Gantikan Iran, Ancaman Baru bagi Israel
UBTech Rilis Robot Humanoid U1, Teman AI untuk Lawan Kesepian
Berita Terbaru
Negosiator Ransomware Berkhianat, Bantu Peretas Raup Rp1,1 Triliun
Ledakan Toko Bangunan Tewaskan Satu Orang, Polisi Cari Penyebab
Jeje Bupati Pertama PAN di Bandung Barat
Gua Donan Pangandaran Sepi, Tiket Gratis pun Tak Laku
Jalinteng Palembang Amblas, Arus Dialihkan
Harimau Tewaskan Dua Orang di Pelalawan
Sampel Ledakan Purwakarta Dikirim ke Labfor
1.147 Mahasiswa UPI Diterjunkan ke Sekolah Jabar
Sopir Logistik Desak Buka Kembali Rute Ketapang-Lembar