Musk Vs Altman: Gugatan Apple Picu Perang Sindir
Gambar atau konten salah?
Sebuah gugatan hukum dari Apple terhadap OpenAI pekan lalu memicu pertengkaran sengit di media sosial antara dua tokoh teknologi paling terkenal. Elon Musk dan Sam Altman kembali saling melontarkan sindiran pedas di platform X.
Gugatan Apple menuduh OpenAI melakukan pencurian rahasia dagang. Musk melihat ini sebagai kesempatan untuk menyerang Altman. Ia menulis di X, "Scam Altman beraksi lagi..." Julukan "Scam Altman" atau "Altman si Penipu" sudah sering dipakai Musk untuk merujuk CEO OpenAI itu selama setahun terakhir.
Beberapa menit kemudian, Musk menambahkan, "Dia membawa penipuan ke level yang benar-benar baru." Unggahan ini dikutip dari CNBC pada 13 Juli 2026.
Musk tidak berhenti di situ. Ia mengunggah foto Altman dengan tulisan "Saya melakukan ini karena saya menyukainya." Musk lalu menambahkan komentar, "'Ini' yang dia maksud adalah penipuan," diikuti dua emoji tertawa.
Dalam unggahan lain, Musk menulis, "Dia sepertinya benar-benar suka menipu daripada manusia mana pun yang masih hidup!"
Altman, yang berusia 41 tahun, tidak tinggal diam. Ia membalas sindiran Musk melalui akun X pribadinya. Unggahan itu sudah ditonton belasan juta kali.
"Bro, kamulah yang menjual investasi jangka pendek untuk pusat data luar angkasa kepada investor pasar publik," tulis Altman. Ini merujuk pada proyek pusat data AI luar angkasa milik SpaceX.
Musk membalas dengan nada sarkastis. "Kami akan mulai menerbangkannya tahun depan. Mungkin kamu bisa datang melihatnya jika petugas pengawas pembebasan bersyarat mengizinkannya."
Pertengkaran ini bukan yang pertama. Musk dan Altman bersama-sama mendirikan OpenAI pada 2015. Hubungan mereka mulai retak setelah Musk keluar dari jajaran direksi OpenAI pada 2018.
Pada 2024, Musk menggugat OpenAI dan Altman. Ia menuduh perusahaan itu melanggar prinsip nirlaba dengan mengutamakan keuntungan di atas keamanan AI. Dalam persidangan tahun ini, juri memenangkan Altman. Musk mengatakan akan mengajukan banding.
Perseteruan antara dua pendiri OpenAI ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Awalnya mereka bekerja sama untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang aman bagi manusia. Kini, setiap kesempatan digunakan untuk saling menjatuhkan di depan publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Telkomsat dan UNIVITY Jajaki Satelit VLEO
Prancis Juara Kecepatan Internet di Antara 4 Semifinalis Piala Dunia
Turki Gantikan Iran, Ancaman Baru bagi Israel
UBTech Rilis Robot Humanoid U1, Teman AI untuk Lawan Kesepian
Meteor Besar Melintas di Langit Jawa
Telkomsel Raih Tiga Penghargaan Global di Denmark
Berita Terbaru
Messi Akhirnya Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia
Musk Vs Altman: Gugatan Apple Picu Perang Sindir
BNI Perketat Pengawasan Penyaluran KUR
Pasien Jiwa Ancam Orang Tua Pakai Sajam, Dievakuasi Polisi
Ketua MDA Bali Bolos Lima Kali Rapat DPRD
Tarif Listrik PLN Tak Naik hingga September 2026
Dinkes Sumut Kirim Tim ke RSUD Rantau Prapat