Nigiri vs Onigiri: Dua Olahan Nasi yang Berbeda

Sari D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Nigiri vs Onigiri: Dua Olahan Nasi yang Berbeda

Gambar atau konten salah?

Di Jepang, nasi adalah bahan pokok yang hadir dalam berbagai bentuk olahan. Dua di antaranya yang paling dikenal luas adalah nigiri dan onigiri. Sekilas, nama dan penampilannya mirip. Tapi sebenarnya, keduanya sangat berbeda.

Nigiri dan onigiri sama-sama terbuat dari nasi putih yang dipadatkan. Keduanya juga sering dipadukan dengan protein seperti seafood, ayam, daging, atau telur. Praktis dibuat, mudah dimakan, mengenyangkan, dan bisa menambah energi. Itulah kesamaannya.

Dari situlah perbedaannya dimulai. Dilansir dari Tasting Table pada 15 Maret 2024, berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Nigiri?

Nigiri termasuk dalam keluarga sushi. Cukup populer di Jepang. Berbeda dari sushi gulung, nigiri tidak menggunakan rumput laut atau nori sebagai pembungkus.

Bentuknya seperti bantal kecil. Nasi dibentuk padat, lalu diberi irisan ikan atau protein lain di atasnya. Ikan yang digunakan biasanya mentah. Pilihannya beragam: salmon, tuna, hingga mackerel. Tapi ada juga versi matang, seperti cumi-cumi, udang, belut, atau omelet.

Nasi untuk nigiri sudah dibumbui dengan gula dan cuka. Membentuknya butuh teknik khusus. Tangan harus basah, tekanannya hati-hati. Ikan yang diiris sebagai topping juga harus pas ukurannya.

Sentuhan akhirnya, chef biasanya menambahkan sedikit wasabi di bawah ikan. Atau lapisan kecap manis di atasnya. Nigiri biasa disajikan dengan semangkuk soy sauce dan acar jahe.

Apa Itu Onigiri?

Onigiri ukurannya lebih besar. Bentuknya bulat besar dengan isian di dalamnya. Bentuk klasiknya segitiga atau bulat seperti bola.

Cara membuatnya memastikan nasi dan isian tetap menyatu saat digigit. Tapi nasinya tidak dibumbui cuka dan gula. Sebagai gantinya, chef menambahkan garam dan menaburkan furikake—bumbu dari rumput laut kering dan rempah-rempah. Bagian luarnya dibungkus nori.

Pilihan isian onigiri sangat banyak. Yang tradisional: salmon asin, tuna mayones, dan telur ikan mentaiko. Ada juga versi tanpa isian, jadi rasa furikake lebih dominan. Versi modern pakai keju, kimchi, bahkan tahu.

Kualitas onigiri ada pada pembentukan nasi yang hati-hati. Tangan basah, sentuhan lembut, agar tidak hancur.

Onigiri untuk Suasana Santai

Onigiri memang sengaja dikemas praktis. Selama 2.000 tahun keberadaannya, hidangan ini dioptimalkan untuk dibawa bepergian.

Zaman dulu, onigiri diisi dengan acar untuk meningkatkan daya tahan nasi. Makanan ini muncul dalam banyak catatan sejarah sebagai ransum militer. Juga sebagai camilan pertama yang dijual di atas kereta api.

Sekarang, onigiri masih populer. Hampir bisa ditemukan di setiap convenient store, supermarket, hingga camilan jalanan. Biasa dinikmati sebagai menu makan siang yang praktis dan mengenyangkan.

Nigiri untuk Pengalaman Restoran

Nigiri biasanya dikonsumsi di restoran sushi. Sebagai hidangan seafood yang lengkap. Dibuat dengan teknik khusus untuk menonjolkan rasa ikan di atas nasi.

Sebelum dimakan, ada ritualnya. Balik setiap potongan, celupkan ke soy sauce, lalu lahap dalam satu gigitan.

Nigiri dianggap makanan yang lebih formal, tapi tetap santai. Bukan pilihan praktis untuk dibawa bepergian.

Nigiri untuk Pecinta Nasi dan Seafood Segar

Potongan kecil nigiri dibuat dengan teknik spesial. Tujuannya menekankan perpaduan hidangan laut dan nasi. Beberapa restoran sushi menyajikannya dalam piring besar berisi beberapa potong. Supaya pelanggan bisa menikmati makanan laut yang berbeda sekaligus.

Restoran tradisional menjual potongan sushi berpasangan. Dengan pilihan ala carte dari jenis makanan laut yang diinginkan. Restoran sushi kelas atas biasanya menyertakan sampai lima belas nigiri sebagai bagian dari omakase. Setiap nigiri disiapkan dengan cermat. Bisa dinikmati perlahan.

Sebaliknya, onigiri tidak dibuat untuk menonjolkan rasa isiannya. Bahan di dalamnya opsional. Bahkan chef rumahan bisa memasukkan sisa makanan ke dalam kepalan nasi onigiri. Tujuannya: memberikan kenyamanan dan rasa kenyang dalam bentuk praktis.

Jadi, nigiri dan onigiri sama-sama olahan nasi Jepang. Tapi peruntukannya berbeda. Nigiri untuk pengalaman menyantap seafood segar di restoran. Onigiri untuk bekal praktis yang mengenyangkan. Keduanya punya tempat sendiri dalam budaya kuliner Jepang.

nigirionigirinasi Jepangperbedaansushionigiri isianrestoran sushi

Komentar

Memuat komentar...